Luca Marini Alami Kilas Balik Kecelakaan Suzuka Saat Bantu Johann Zarco di Catalunya
Suara Pecari | Kecelakaan mengerikan yang menimpa Johann Zarco dalam restart utama MotoGP Catalunya di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu (17/5/2026), membawa kenangan pahit bagi Luca Marini. Pembalap asal Italia tersebut mengaku mengalami kilas balik saat dirinya sendiri mengalami cedera parah di Sirkuit Suzuka, Jepang, tahun lalu. Marini dan Pecco Bagnaia adalah orang pertama yang berusaha membantu Zarco setelah insiden di tikungan pertama.
Dalam insiden tersebut, Zarco menabrak bagian belakang motor Bagnaia saat rombongan pembalap memasuki tikungan sempit. Akibat benturan, kaki Zarco terjepit di antara roda belakang, jok, dan knalpot motor Bagnaia saat kedua motor terpental ke area gravel. Zarco kemudian didiagnosis mengalami cedera ligamen lutut dan robekan fibula kecil, namun ia sudah diperbolehkan pulang ke Prancis pada Senin (18/5) untuk berkonsultasi dengan spesialis.
Marini, yang juga terjatuh dalam kecelakaan itu, mengatakan kepada MotoGP.com bahwa ia langsung teringat pada kecelakaannya sendiri di Suzuka. “Saya melihat dengan jelas insiden dengan Johann. Itu adalah momen yang cukup sulit. Itu juga terlintas dalam pikiran saya, kilas balik insiden saya di Suzuka,” ujar Marini. Akibat kecelakaan di Jepang, Marini mengalami dislokasi pinggul kiri, kerusakan ligamen lutut, patah tulang dada dan tulang selangka, serta paru-paru kolaps.
Marini menambahkan bahwa ia bersyukur tim medis cepat datang membantu Zarco. “Tetapi untungnya baginya, ambulans tiba dengan cukup cepat, begitu juga para dokter. Jadi saya berharap rasa sakitnya tidak berlangsung lama, setidaknya. Dan saya berharap dia bisa segera kembali,” ungkapnya.
Sementara itu, Johann Zarco dalam wawancara dengan L’Equipe mengaku menyesal telah mengikuti restart kedua. Sebelum kecelakaan, ia mengalami memar di kaki akibat serpihan dari kecelakaan Alex Marquez yang menghentikan balapan pertama. “Saya marah pada diri sendiri karena mengambil start kedua. Saya sudah kehilangan fokus saat kembali ke grid,” kata Zarco. Ia menggambarkan momen terjebak di gravel sebagai pengalaman paling menakutkan dalam kariernya, dengan kaki mulai terbakar dan teriakan kesakitan.
Balapan yang diwarnai dua insiden besar ini memicu perdebatan tentang keputusan penyelenggara untuk melakukan restart kembali. Beberapa pembalap seperti Jorge Martin dan Pedro Acosta mempertanyakan kelayakan restart setelah dua kecelakaan hebat. Namun, MotoGP tetap melanjutkan balapan yang akhirnya dimenangi oleh Fabio Di Giannantonio dari tim VR46. Marini sendiri finis di urutan kedelapan, lalu naik ke posisi keenam setelah penalti pasca-balapan.
Setelah balapan, Marini dan rekan setimnya di Honda HRC Castrol, Joan Mir, mengikuti tes pengembangan motor di Barcelona meski diganggu cuaca hujan. Marini menyelesaikan 41 lap dengan catatan waktu terbaik 1 menit 39,843 detik, menempati posisi ke-14. Ia mengaku puas dengan arah pengembangan motor RC213V yang diuji, termasuk fairing spesifikasi terbaru. “Kami mencoba banyak hal hari ini dan hasilnya cukup produktif meski waktunya singkat. Ada banyak ide bagus untuk masa depan,” ujar Marini.
Sementara itu, Joan Mir juga merasa puas dengan progres yang dicapai, mencatatkan 32 lap dengan selisih waktu tipis 0,014 detik dari Marini. Mir mengatakan fokus utama tim adalah mengevaluasi komponen baru yang mungkin digunakan pada paruh akhir musim. Cuaca hujan memang membatasi waktu lintasan, namun tim sudah menyelesaikan pekerjaan utama mereka.
Setelah rangkaian seri di Prancis dan Spanyol, tim Honda kini menikmati jeda singkat sebelum menghadapi MotoGP Italia di Mugello pada 29-31 Mei mendatang. Marini diharapkan terus pulih secara mental dari insiden Catalunya sambil fokus pada peningkatan performa motor. Kondisi Johann Zarco juga terus dipantau, dan ia berencana berkonsultasi dengan spesialis lutut di Prancis.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.














