Tarkam Piala Ketua PSSI Banyuwangi Ricuh, Enam Suporter Luka-Luka Dirawat di RSUD Genteng
BANYUWANGI — Kericuhan mewarnai pertandingan sepak bola antar kampung (tarkam) semi final Piala PSSI Banyuwangi yang mempertemukan Persegam Gambiran melawan Desy Banteng FC Muncar di Lapangan Maron, Kecamatan Genteng, Kamis (28/5/2026).
Bentrok antar suporter usai pertandingan menyebabkan sedikitnya enam orang mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis di RSUD Genteng.
Salah seorang panitia pelaksana yang enggan disebutkan identitasnya membenarkan adanya korban dalam insiden tersebut. Menurutnya, seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur dan kini sudah dipulangkan.
“Yang dirawat di RSUD Genteng kemarin ada enam orang. Informasinya hari ini semuanya sudah pulang,” ujarnya.
Kericuhan pecah setelah pertandingan berakhir dan sempat memicu kepanikan di area sekitar lapangan. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat aksi saling kejar antar suporter hingga dugaan pengeroyokan terhadap salah seorang pendukung tim.
Situasi semakin memanas setelah muncul kabar adanya korban meninggal dunia. Korban yang disebut dalam informasi tersebut diketahui berinisial EP (32), warga Kecamatan Muncar. Ia dikabarkan mengalami luka setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang tak dikenal.
Dalam video yang beredar luas, tampak seorang suporter diseret beberapa orang dalam kondisi lemas setelah diamankan dari lokasi kericuhan.
Namun, pihak kepolisian memastikan informasi mengenai korban meninggal dunia tidak benar.
Kasi Humas Polresta Banyuwangi, Iptu I Made Chandra, menegaskan seluruh korban hanya mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis.
“Informasi yang kami dapat tidak ada suporter yang meninggal dunia. Suporter yang terluka dirawat di RSUD Genteng dan informasi terakhir sudah pulang ke rumah,” kata Iptu I Made Chandra.
Sebelumnya, pertandingan semi final tarkam yang mempertemukan Desy Banteng FC melawan Persegam Gambiran tersebut dipadati ratusan penonton dari kedua kubu suporter.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab kericuhan serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi tawuran tersebut. (//tim)
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












