Lebih Tragis dari Veda karena Ditubruk dari Belakang dan Gagal Finis, Pembalap Malaysia Merasa Hancur pada GP Hungaria

Lebih Tragis dari Veda karena Ditubruk dari Belakang dan Gagal Finis, Pembalap Malaysia Merasa Hancur pada GP Hungaria

Suara Pecari | Balapan Moto3 GP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park menyisakan cerita pilu bagi pembalap Malaysia, Hakim Danish. Kejadian lebih tragis dari Veda karena ditubruk dari belakang dan gagal finis, pembalap Malaysia merasa hancur pada GP Hungaria. Insiden itu terjadi saat lomba baru memasuki lap pertama, tepatnya di tikungan 5, ketika Hakim Danish bersenggolan dengan Ruche Moodley dari CODE Motorsports. Akibatnya, pembalap MT Helmets-MSI itu tersungkur dan harus rela gagal finis.

Momen lebih tragis dari Veda karena ditubruk dari belakang dan gagal finis, pembalap Malaysia merasa hancur pada GP Hungaria ini semakin menyakitkan mengingat Hakim Danish baru saja meraih podium pertamanya di Moto3 pada seri sebelumnya di Mugello, Italia. Dengan start dari posisi ke-19, Danish sempat berusaha keras untuk menembus barisan depan, namun nasib berkata lain. Ia menjadi korban tabrakan dari belakang yang membuatnya harus mengakhiri balapan lebih awal.

“Rasa kecewa pasti ada, apalagi setelah saya mendapatkan hasil bagus di Italia. Tapi ini adalah pembelajaran berharga bagi saya sebagai rookie,” ujar Hakim Danish usai balapan. Ia mengakui bahwa dirinya masih perlu banyak belajar, terutama dalam menghadapi situasi balapan yang ketat. Lebih tragis dari Veda karena ditubruk dari belakang dan gagal finis, pembalap Malaysia merasa hancur pada GP Hungaria, namun ia bertekad untuk bangkit pada seri berikutnya.

Sementara itu, pembalap Indonesia Veda Ega Pratama juga mengalami nasib kurang beruntung di GP Hungaria. Veda yang start dari posisi kesembilan sempat naik ke posisi keenam, namun harus menjalani long lap penalty akibat pelanggaran di kualifikasi. Hukuman itu membuatnya melorot ke posisi ke-17 dan akhirnya finis di urutan ke-16, gagal meraih poin. Meski demikian, Veda tetap bersyukur karena masih bisa menyelesaikan balapan, berbeda dengan Danish yang harus DNF.

“Saya cukup senang bisa finis meski tanpa poin. Ini menjadi pelajaran untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama,” kata Veda. Ia juga mengungkapkan bahwa Sirkuit Balaton Park merupakan salah satu lintasan tersulit yang pernah ia hadapi. Veda saat ini menempati peringkat keenam klasemen sementara Moto3 2026 dengan 71 poin.

Kesimpulannya, GP Hungaria menjadi mimpi buruk bagi dua pembalap Asia Tenggara. Hakim Danish harus menerima kenyataan pahit setelah insiden tabrakan dari belakang, sementara Veda Ega Pratama gagal memaksimalkan potensi karena hukuman. Keduanya kini harus segera bangkit dan fokus pada seri-seri selanjutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan