Wamendagri Wiyagus: Poral TNI AL Bukti Nyata Komitmen Bangun SDM Unggul

Wamendagri Wiyagus: Poral TNI AL Bukti Nyata Komitmen Bangun SDM Unggul

Poral TNI AL 2026: Ajang Pembinaan Fisik dan Mental Prajurit

Suara Pecari, Jakarta, 27 Juli 2026 – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menghadiri Exhibition Pekan Olahraga TNI Angkatan Laut (Poral) Tahun 2026 yang digelar di Markas Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI), Jakarta, Selasa (14/7/2026). Dalam sambutannya, Wiyagus menegaskan bahwa penyelenggaraan Poral bukan sekadar ajang kompetisi antar prajurit, melainkan cerminan nyata komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

“Ini sebagai bukti bahwa Angkatan Laut sebagai garda terdepan ketahanan maritim Indonesia memiliki SDM yang unggul,” ujar Wiyagus kepada awak media usai meninjau pameran alat olahraga dan kesehatan milik TNI AL.

Poral TNI AL 2026 diikuti oleh ribuan prajurit dari seluruh jajaran, mulai dari pasukan Marinir hingga personel di kapal perang. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk menguji kebugaran fisik, tetapi juga membangun semangat sportivitas, disiplin, dan kerja sama tim yang solid.

Membangun SDM Unggul Melalui Olahraga dan Hidup Sehat

Wiyagus menambahkan bahwa pembinaan SDM tidak hanya dilakukan melalui peningkatan profesionalisme di bidang kemiliteran, tetapi juga dengan membangun budaya hidup sehat dan bugar. Menurutnya, kegiatan olahraga memiliki peran penting dalam mendukung kesiapan personel sekaligus memperkuat kualitas SDM secara holistik.

“Kesehatan adalah fondasi SDM yang unggul. Pemerintah saat ini, melalui Asta Cita, tengah mengembangkan dan membangun masyarakat yang sehat mulai dari pusat sampai ke akar rumput,” jelas Wiyagus.

Pemerintah sendiri telah mengalokasikan anggaran khusus untuk program pembinaan olahraga di berbagai kementerian dan lembaga, termasuk di lingkungan TNI. Data dari Kementerian Pemuda dan Olahraga menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam olahraga meningkat 15% dalam dua tahun terakhir, dan TNI AL menjadi salah satu motor penggerak di sektor maritim.

AspekDampak Poral TNI AL
Kebugaran PrajuritMeningkatkan endurance dan kesiapan tempur personel di laut
Disiplin dan MentalMemperkuat jiwa korsa dan semangat juang prajurit
Hubungan MasyarakatMenjadi contoh bagi masyarakat pesisir dan seluruh Indonesia
Pembangunan NasionalMendukung terwujudnya SDM unggul sebagai modal pembangunan

Inspirasi bagi Masyarakat Pesisir dan Indonesia

Wiyagus menekankan bahwa semangat membudayakan olahraga dan hidup sehat yang ditunjukkan TNI AL tidak hanya memberikan manfaat bagi prajurit, tetapi juga dapat menginspirasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat di lingkungannya masing-masing. Khususnya, masyarakat pesisir yang menjadi garda depan ketahanan maritim diharapkan dapat meneladani program-program olahraga yang diterapkan di lingkungan militer.

“Jadi, apa yang dilakukan oleh Angkatan Laut tentunya bisa dicontoh dan mudah-mudahan bisa diperluaskan sampai ke masyarakat pesisir dan seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Wiyagus.

Pemerintah sendiri telah meluncurkan program Healthy Maritime Community yang menyasar 10.000 desa pesisir pada tahun 2027. Program ini melibatkan TNI AL sebagai mitra strategis dalam sosialisasi dan pelatihan olahraga serta pola hidup sehat. Beberapa kegiatan yang sudah berjalan meliputi:

  • Senam pagi bersama di pantai-pantai utama
  • Lomba dayung tradisional antar kampung
  • Pelatihan kebugaran dasar untuk nelayan dan keluarganya
  • Pemeriksaan kesehatan gratis di pos-pos TNI AL

Dampak dan Implikasi bagi Pembangunan Nasional

Poral TNI AL 2026 bukanlah event yang berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari strategi besar pembangunan SDM unggul yang digaungkan pemerintah melalui Asta Cita. Pembinaan olahraga di kalangan militer secara tidak langsung berkontribusi pada peningkatan indeks kesehatan masyarakat Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka partisipasi olahraga di daerah pesisir masih di bawah rata-rata nasional, yaitu hanya 28% dibandingkan 35% nasional. Kehadiran TNI AL sebagai role model diharapkan mampu mendorong peningkatan tersebut.

Selain itu, semangat kompetisi yang sehat dalam Poral juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan prajurit. Banyak atlet TNI AL yang berhasil meraih prestasi di level nasional dan internasional, seperti di cabang olahraga renang, dayung, dan atletik. Prestasi ini kemudian menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah pesisir untuk tidak hanya menjadi nelayan atau pelaut, tetapi juga atlet berkelas dunia.

Dari sisi anggaran, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertahanan telah mengalokasikan dana sebesar Rp 150 miliar untuk pembinaan olahraga di lingkungan TNI pada tahun 2026. Sebanyak 40% di antaranya digunakan untuk kegiatan seremonial seperti Poral, sisanya untuk pembinaan atlet dan fasilitas olahraga di pangkalan.

Penutup: Melangkah Bersama Menuju SDM Unggul

Di akhir kunjungannya, Wiyagus menyempatkan diri untuk mencoba beberapa alat olahraga yang dipamerkan, seperti mesin dayung dan alat latihan kekuatan. Ia juga berfoto bersama para prajurit yang berlaga di ajang exhibition. Momentum ini, menurutnya, harus terus dijaga dan diperluas agar dampak positif dari Poral tidak hanya dirasakan oleh kalangan militer, tetapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah dan TNI AL berkomitmen untuk terus bersinergi dalam membangun SDM unggul, dimulai dari kebiasaan hidup sehat dan semangat olahraga. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi negara maritim yang kuat, tetapi juga memiliki generasi penerus yang tangguh, sehat, dan berdaya saing global.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *