Putra Tri Ramadani Peringkat Dua Dunia Lead Series 2026, Raih Emas di Praha
Prestasi Gemilang di Praha: Srondeng Naik ke Peringkat Dua Dunia
Suara Pecari | Putra Tri Ramadani, yang akrab disapa Srondeng, mencatat sejarah baru dalam dunia panjat tebing Indonesia. Pada seri kelima World Climbing Series yang berlangsung di Praha, Ceko, atlet kelahiran 2002 ini berhasil menyabet medali emas di nomor lead. Kemenangan ini membawanya melesat ke peringkat dua dunia Lead Series 2026 dengan total 1.380 poin, naik drastis dari posisi sembilan pada seri sebelumnya di Wujiang, Tiongkok.
Perjalanan Menuju Puncak
Sebelumnya, pada seri Wujiang yang digelar pada April 2026, Srondeng hanya mampu finis di peringkat sembilan. Namun, dengan persiapan matang dan strategi yang diperbaiki, ia tampil dominan di Praha. Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, menyatakan bahwa pencapaian ini membuktikan Indonesia tidak hanya unggul di nomor speed, tetapi juga memiliki atlet lead yang kompeten untuk bersaing di level tertinggi.
Pelatih Lead Timnas, Amri, menambahkan bahwa kesuksesan Srondeng adalah hasil kerja keras seluruh tim, terutama para route setter yang merancang jalur panjat yang sesuai dengan karakteristik atlet. Ia berharap prestasi ini menjadi cambuk bagi atlet pelatnas lainnya untuk meningkatkan intensitas latihan.
Data Klasemen Lead Series 2026
Berikut adalah perbandingan posisi dan poin atlet Indonesia dengan pesaing utama di klasemen sementara Lead Series 2026:
| Peringkat | Atlet | Negara | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Neo Suzuki | Jepang | 1.805 |
| 2 | Putra Tri Ramadani | Indonesia | 1.380 |
| 3 | Sorato Anraku | Jepang | 1.155 |
| 39 | Raviandi Ramadhan | Indonesia | 69 |
| 47 | Ravianto Ramadhan | Indonesia | 24 |
Dominasi Jepang dan Peluang Indonesia
Di puncak klasemen, Neo Suzuki dari Jepang masih kokoh dengan 1.805 poin, berkat kemenangan di Wujiang dan posisi runner-up di Praha. Sementara itu, Sorato Anraku, juga dari Jepang, berada di peringkat tiga dengan 1.155 poin. Persaingan ketat di tiga besar menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk merebut posisi puncak, mengingat masih ada empat seri tersisa pada tahun 2026.
Jadwal seri selanjutnya adalah:
- Innsbruck, Austria (17-21 Juni)
- Chamonix, Prancis (10-12 Juli)
- Koper, Slovenia (4-5 September)
- Santiago, Chili (23-25 Oktober)
Srondeng masih harus berjuang keras untuk mengumpulkan poin tambahan. Dengan performa yang terus meningkat, bukan tidak mungkin ia bisa menggeser Neo Suzuki dari posisi pertama.
Kinerja Atlet Putri Indonesia
Di sektor putri, Alma Ariella Tsany mencatatkan peringkat 23 dunia dengan 356 poin. Ia menempati peringkat 55 di Wujiang dan melonjak ke peringkat 10 di Praha, menunjukkan progres signifikan. Sementara itu, Sukma Lintang Cahyani berada di peringkat 62 dengan 11 poin. Meski masih jauh dari podium, konsistensi dan peningkatan peringkat Alma menjadi angin segar bagi pengembangan nomor lead putri Indonesia.
Dampak dan Implikasi bagi Panjat Tebing Indonesia
Prestasi Srondeng memberikan dampak positif bagi perkembangan panjat tebing nasional. Pertama, hal ini membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing di nomor lead yang selama ini didominasi oleh atlet Eropa dan Jepang. Kedua, pencapaian ini diharapkan dapat memotivasi atlet muda untuk serius menekuni nomor lead, tidak hanya speed. Ketiga, secara kelembagaan, prestasi ini memperkuat posisi Indonesia dalam kancah internasional dan dapat meningkatkan dukungan pemerintah serta sponsor terhadap olahraga ini.
Pelatih Amri menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan. “Kami akan terus mengevaluasi setiap seri dan mempersiapkan atlet sebaik mungkin. Target kami adalah konsisten di puncak,” ujarnya. Dengan semangat dan kerja keras, bukan tidak mungkin Indonesia bisa mendominasi di nomor lead suatu hari nanti.
Putra Tri Ramadani telah membuka pintu harapan baru bagi panjat tebing Indonesia. Perjalanannya dari peringkat sembilan ke peringkat dua dunia dalam waktu singkat adalah bukti nyata bahwa dengan dedikasi dan dukungan tim, mimpi untuk menjadi yang terbaik bukanlah sekadar angan. Kini, seluruh mata tertuju pada seri-seri selanjutnya, menanti apakah Srondeng mampu mempertahankan momentum dan membawa pulang gelar juara dunia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











