Jonathan David Jadi Sorotan Usai Kanada Imbang di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Suara Pecari | TORONTO – Timnas Kanada berhasil mengamankan satu poin perdana dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia setelah bermain imbang 1-1 melawan Bosnia-Herzegovina di Toronto Stadium, Jumat (12/6/2026). Namun di balik hasil bersejarah tersebut, performa striker andalan Jonathan David menjadi perhatian utama para pengamat dan pendukung.
Dalam pertandingan yang disaksikan puluhan ribu pendukung tuan rumah itu, Kanada tampil dominan sejak awal. Namun gol pembuka justru lahir dari Bosnia melalui sundulan Jovo Lukic memanfaatkan sepak pojok pada menit ke-21. Kanada baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-78 melalui aksi gemilang Cyle Larin yang baru masuk dua menit sebelumnya.
Larin, yang kerap dikritik karena dianggap lambat, membungkam para pengkritiknya dengan gol penyeimbang yang indah dari luar kotak penalti. Namun di sisi lain, Jonathan David yang menjadi andalan lini depan Kanada justru kesulitan menunjukkan ketajamannya. Sepanjang pertandingan, Jonathan David hanya melepaskan satu tembakan tepat sasaran dan sering kehilangan bola saat berhadapan dengan bek lawan yang berpostur tinggi.
Pelatih Jesse Marsch pun dihadapkan pada dilema taktik. Di satu sisi, ia ingin memainkan Jonathan David sebagai ujung tombak utama karena rekor golnya yang impresif. Namun di sisi lain, performa Larin yang impresif saat menjadi supersub membuat Marsch harus berpikir ulang untuk laga selanjutnya melawan Qatar di Vancouver.
Menurut analis pertandingan, Jonathan David perlu segera beradaptasi dengan tempo tinggi yang diinginkan Marsch. Dalam sistem permainan yang mengandalkan pressing ketat dan transisi cepat, David kerap terlambat dalam mengambil keputusan. Hal ini berbeda dengan Larin yang lebih agresif dan langsung menekan pertahanan lawan begitu masuk lapangan.
Selain soal performa David, Kanada juga perlu memperbaiki efektivitas sepak pojok. Dalam laga tersebut, Kanada unggul 9-1 dalam jumlah sepak pojok namun tidak ada satu pun yang berbuah gol. Sebaliknya, Bosnia yang hanya mendapat satu sepak pojok justru mampu mencetak gol darinya.
Dukungan penuh dari publik tuan rumah menjadi energi tambahan bagi skuad Kanada. Di pertandingan nanti melawan Qatar, tekanan akan semakin besar mengingat laga tersebut juga digelar di kandang. Marsch diharapkan bisa meramu strategi yang tepat agar Jonathan David bisa kembali menemukan performa terbaiknya dan membantu Kanada meraih kemenangan perdana di Piala Dunia.
Kesimpulannya, hasil imbang ini menjadi modal berharga bagi Kanada untuk melangkah ke pertandingan berikutnya. Namun jika ingin lolos dari fase grup, Marsch harus segera menemukan formula yang tepat untuk memaksimalkan potensi Jonathan David dan seluruh pemain lainnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












