Lumajang Jadi Daerah Pertama Verifikasi ProKlim Utama 2026, Kampung Bayam Brasil Tampil Perdana
LUMAJANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur memulai pelaksanaan verifikasi Program Kampung Iklim (ProKlim) kategori Utama Tahun 2026 dengan Kabupaten Lumajang sebagai daerah pertama yang menjalani proses penilaian. Verifikasi dilaksanakan secara daring pada Senin (27/7/2026).
Kegiatan diawali dengan paparan dari pengurus ProKlim Kampung Bayam Brasil RW 011, Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang. Ketua ProKlim bersama administrator mempresentasikan berbagai upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dijalankan masyarakat. Paparan tersebut berlangsung di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang.
Dalam pemaparannya, tim ProKlim menjelaskan berbagai program berbasis masyarakat yang berfokus pada pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah, penghijauan, hingga pemberdayaan warga sebagai bagian dari strategi menghadapi dampak perubahan iklim.
Salah seorang aparatur sipil negara (ASN) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Endah, mengaku tidak terkejut dengan kondisi lingkungan RW 011 yang dikenal hijau, bersih, dan tertata rapi.
Menurutnya, budaya menjaga kebersihan lingkungan telah menjadi kebiasaan warga, baik saat mengikuti perlombaan maupun dalam aktivitas sehari-hari.
“Warganya guyub rukun. Ketika ada kegiatan kerja bakti, tingkat partisipasi masyarakat sangat tinggi. Ini membuktikan bahwa meski berada di kawasan perkotaan yang padat penduduk, semangat gotong royong masih sangat kuat di lingkungan RW 11 Jogotrunan,” ujarnya.
RW 011 yang lebih dikenal sebagai Kampung Bayam Brasil juga dinilai konsisten menghadirkan berbagai inovasi lingkungan. Kreativitas warga, didukung kepemimpinan pengurus lingkungan, menjadikan kawasan tersebut kerap menjadi rujukan bagi lingkungan lain di Kabupaten Lumajang.
Salah satu program sosial yang terus berjalan adalah Jumat Berkah, yang telah dilaksanakan sejak masa pandemi COVID-19 dan masih berlanjut hingga saat ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, budaya menjaga kebersihan lingkungan telah menjadi kebiasaan warga, baik saat mengikuti perlombaan maupun dalam aktivitas sehari-hari.
“Warganya guyub rukun. Ketika ada kegiatan kerja bakti, tingkat partisipasi masyarakat sangat tinggi. Ini membuktikan bahwa meski berada di kawasan perkotaan yang padat penduduk, semangat gotong royong masih sangat kuat di lingkungan RW 11 Jogotrunan,” ujarnya.
RW 011 yang lebih dikenal sebagai Kampung Bayam Brasil juga dinilai konsisten menghadirkan berbagai inovasi lingkungan. Kreativitas warga, didukung kepemimpinan pengurus lingkungan, menjadikan kawasan tersebut kerap menjadi rujukan bagi lingkungan lain di Kabupaten Lumajang.
Salah satu program sosial yang terus berjalan adalah Jumat Berkah, yang telah dilaksanakan sejak masa pandemi COVID-19 dan masih berlanjut hingga saat ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
“Alhamdulillah, sekarang lingkungan RW 11 Jogotrunan masuk dalam verifikasi ProKlim kategori Utama. Kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Lumajang ini akan kami optimalkan. Harapannya, Kampung Bayam Brasil dapat menjadi percontohan bagi lingkungan lainnya,” kata Endah.
Sementara itu, Ketua ProKlim sekaligus Ketua RW 011 Jogotrunan, Mokhamad Eko Santoso, menyampaikan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan tidak terlepas dari keterlibatan aktif seluruh warga.
Ia menjelaskan, fokus utama ProKlim adalah membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui langkah-langkah adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim secara berkelanjutan.
“Tugas utama kami adalah mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Adaptasi dan mitigasi menjadi indikator penting dalam menghadapi perubahan iklim. Salah satunya melalui peran bank sampah yang tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Eko, pengelolaan bank sampah di Kampung Bayam Brasil mampu menghasilkan kompos serta pupuk organik cair dari limbah rumah tangga. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan ekonomi sirkular berbasis masyarakat.
Melalui verifikasi ProKlim kategori Utama Tahun 2026 ini, Kampung Bayam Brasil diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai kawasan yang tangguh terhadap perubahan iklim sekaligus menjadi inspirasi bagi lingkungan lain dalam membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










