Belum Main, Jersey Timnas Mesir Sudah Bermasalah: FIFA Paksa Copot Tujuh Bintang Piala Afrika

Belum Main, Jersey Timnas Mesir Sudah Bermasalah: FIFA Paksa Copot Tujuh Bintang Piala Afrika

Suara Pecari | Belum main, jersey timnas Mesir sudah bermasalah. Timnas Mesir harus menghadapi kenyataan pahit jelang laga perdana Piala Dunia 2026 melawan Belgia. FIFA secara resmi meminta The Pharaohs untuk menanggalkan tujuh bintang yang menghiasi seragam mereka. Bintang-bintang tersebut merupakan simbol dari tujuh gelar Piala Afrika yang telah diraih Mesir, menjadikan mereka negara paling sukses di benua hitam. Namun, regulasi FIFA melarang penggunaan simbol bintang untuk turnamen kontinental pada ajang Piala Dunia.

Keputusan mendadak ini diumumkan hanya dua hari sebelum pertandingan pertama Grup G di Stadion Seattle. Media Officer Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA), Mohamed Morad Thabet, mengonfirmasi bahwa FIFA memberikan peringatan keras terkait kostum tim. Akibatnya, Mesir dipaksa mengubah desain jersey dalam waktu singkat. Selain menghilangkan tujuh bintang, FIFA juga meminta perubahan warna nomor punggung dari emas menjadi putih. Langkah ini menjadi pukulan bagi Mesir yang telah mempersiapkan jersey tersebut sejak lama dan bahkan sempat digunakan dalam laga uji coba.

Belum main, jersey timnas Mesir sudah bermasalah juga menjadi sorotan karena Mesir bukan satu-satunya tim yang terkena aturan ketat FIFA. Sebelumnya, Haiti juga diminta menghapus gambar bernuansa politik dari seragam mereka. Kasus ini menunjukkan betapa ketatnya pengawasan FIFA terhadap atribut yang boleh tampil di turnamen terbesar sepak bola dunia. Mesir, yang baru kembali ke Piala Dunia setelah absen pada 2022, harus beradaptasi dengan cepat.

Mesir datang ke Amerika Serikat dengan ambisi besar. Dipimpin Mohamed Salah, Omar Marmoush, dan wonderkid Barcelona B Hamza Abdelkarim, mereka berharap bisa memutus kutukan belum pernah menang satu pun pertandingan di Piala Dunia. Catatan buruk ini membayangi skuad asuhan pelatih yang optimistis setelah lolos dengan rekor kualifikasi impresif. Namun, masalah jersey menjadi gangguan tak terduga yang bisa memengaruhi konsentrasi tim.

Belum main, jersey timnas Mesir sudah bermasalah, namun hal ini tidak menyurutkan semangat para pemain. Mereka tetap berlatih keras di fasilitas Gonzaga University, Spokane, Washington, yang menjadi markas selama fase grup. Lokasi strategis dekat bandara Spokane memudahkan mobilitas menuju Seattle dan Vancouver. Dukungan penuh dari federasi dan suporter diharapkan mampu mengatasi hambatan administratif ini.

Regulasi FIFA memang jelas: hanya bintang yang mewakili gelar juara Piala Dunia yang diperbolehkan. Mesir tidak memiliki gelar tersebut, sehingga tujuh bintang Piala Afrika harus dicopot. Meskipun demikian, kebanggaan sebagai pemegang rekor juara AFCON tetap melekat pada tim. Kini, fokus beralih ke pertandingan melawan Belgia, yang akan menjadi ujian berat bagi skuad berjuluk The Pharaohs.

Kesimpulannya, insiden ini menjadi pengingat bahwa aturan FIFA tidak bisa ditawar. Mesir harus segera menyesuaikan diri dan melupakan masalah jersey demi meraih hasil positif di Piala Dunia 2026. Semoga langkah ini tidak mengganggu performa tim yang telah bekerja keras untuk tampil di panggung dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan