Kisah Joshua Kimmich: Menolak PSG Demi Bayern dan Kini Bersinar di Piala Dunia 2026
Suara Pecari | Joshua Kimmich menjadi sorotan utama dalam dua peristiwa besar yang terjadi dalam waktu berdekatan. Gelandang serba bisa milik Bayern Munich dan timnas Jerman ini pertama kali mengungkap alasan menolak tawaran menggiurkan dari Paris Saint-Germain (PSG) pada Maret 2025, lalu tampil gemilang di laga perdana Piala Dunia 2026 saat Jerman menghancurkan Curacao 7-1.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Bild, Kimmich menjelaskan bahwa dirinya nyaris hengkang ke PSG pada musim panas 2024. Tawaran finansial yang luar biasa dari klub asal Prancis itu sempat membuatnya goyah. Bahkan, istrinya, Lisa, sudah mencari sekolah untuk keempat anak mereka dan kawasan tempat tinggal di Paris. Namun, kedatangan pelatih Vincent Kompany pada musim panas 2024 menjadi faktor penentu. “Saya belum pernah merasakan kepercayaan sebesar ini sebelumnya,” ujar Kimmich. Keputusannya untuk bertahan di Bayern Munich akhirnya membuahkan hasil manis: gelar juara Bundesliga 2025 dan double winner 2026.
Kimmich juga mengakui bahwa salah satu motivasi awalnya untuk pindah adalah menjadi pemain pertama yang membawa PSG juara Liga Champions. Namun, setelah PSG berhasil menjuarai Liga Champions 2025, motivasi itu lenyap. “Bagi saya, hal itu justru menjadi pembenaran bahwa saya telah mengambil keputusan yang tepat,” tegasnya. Kontrak barunya di Bayern berlaku hingga 2029.
Di Piala Dunia 2026, peran Joshua Kimmich kembali krusial. Dalam laga pembuka Grup E melawan Curacao di Houston Stadium, 14 Juni 2026, Kimmich menjadi motor serangan Jerman. Ia mencatatkan dua assist: satu untuk gol Jamal Musiala pada menit ke-47 dan satu lagi untuk gol Deniz Undav. Umpan terobosannya kepada Musiala menjadi sorotan, di mana ia dengan tenang memberikan bola kepada rekannya yang kemudian mencetak gol keempat Jerman. Kimmich juga terlibat dalam gol bunuh diri yang tidak disengaja saat sepakan Livano Comenencia mengenai lututnya dan mengelabui Manuel Neuer, namun itu tidak mengurangi dominasi Jerman.
Penampilan Kimmich mendapat pujian dari pelatih Julian Nagelsmann. Ia dinilai sebagai pemain yang mampu mengatur tempo permainan dan menjadi jembatan antara lini belakang dan depan. Statistiknya dalam laga tersebut sangat impresif: passing accuracy di atas 90%, tiga key passes, dan dua assist. GOAL memberikan rating tinggi untuk Kimmich, menyebutnya sebagai salah satu pemain terbaik di lapangan.
Keputusan Kimmich untuk bertahan di Bayern kini terbukti tepat. Ia tidak hanya menjadi pilar penting di klub, tetapi juga menjadi andalan timnas Jerman di ajang paling bergengsi. Sementara PSG mungkin terus menuai sukses di Eropa, Kimmich telah menemukan rumahnya di Munich dan bersinar di panggung dunia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











