Pemkab Bulungan Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, DPRD Dorong Pembinaan UMKM, dan BPBD Antisipasi Longsor
Suara Pecari, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, tengah menjadi pusat perhatian dengan berbagai aktivitas yang mencerminkan dinamika kehidupan masyarakat. Mulai dari gelaran nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 yang meriah, dorongan serius pembinaan UMKM dari DPRD, hingga upaya mitigasi bencana longsor oleh BPBD. Semua ini menunjukkan bahwa Bulungan tidak hanya peduli pada hiburan, tetapi juga pada penguatan ekonomi dan keselamatan warganya.
Pemerintah Kabupaten Bulungan menggelar acara nonton bareng final Piala Dunia 2026 secara gratis di Taman Perdana Tanjung Palas. Acara ini terbuka untuk seluruh masyarakat Bulungan dan sekitarnya. Nobar akan menayangkan perebutan juara ketiga antara Prancis vs Inggris pada 19 Juli 2026 pukul 04.00 WIB, serta partai final Spanyol vs Argentina pada 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB. Bupati Bulungan, Syarwani, dijadwalkan hadir dan mengajak masyarakat meramaikan acara sebagai ajang kebersamaan menikmati pesta sepak bola dunia. “Mari kita ramaikan nobar ini sebagai bentuk kebersamaan dan kegembiraan bersama,” ajak Bupati Bulungan.
Di sisi lain, anggota Komisi II DPRD Bulungan, Ilhamsyah, meminta Pemerintah Kabupaten Bulungan untuk lebih serius dalam membina Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, dukungan pemerintah tidak cukup hanya melalui bantuan permodalan, tetapi juga perlu pendampingan dalam manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital. “Jangan biarkan pelaku usaha berjalan sendiri. Kehadiran instansi terkait sangat penting agar UMKM di Bulungan bisa berkembang dan bersaing,” tegas Ilhamsyah. Ia menilai sektor UMKM merupakan penopang perekonomian masyarakat yang harus diperkuat secara berkelanjutan.
Sementara itu, ancaman bencana longsor membayangi warga di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan. Abrasi sungai yang parah menyebabkan struktur siring penahan tanah miring dan rawan ambrol. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan bergerak cepat dengan memasang police line di sekitar area terdampak pada Selasa (14/7/2026) sore. Plt Kepala Pelaksana BPBD Bulungan, Widi Kustanto, mengatakan pemasangan garis pembatas ini merupakan langkah awal untuk mencegah korban jiwa. “Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi batas aman dan tidak beraktivitas di dekat area yang telah diisolasi,” ujarnya.
Ketiga peristiwa ini menunjukkan bahwa Bulungan terus berupaya meningkatkan kualitas hidup warganya, baik melalui hiburan, pengembangan ekonomi, maupun keselamatan. Nobar Piala Dunia menjadi ajang silaturahmi, pembinaan UMKM diharapkan menggerakkan ekonomi lokal, dan mitigasi bencana menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah daerah. Dengan sinergi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat, Bulungan optimis menghadapi tantangan ke depan.
Kesimpulannya, Kabupaten Bulungan menunjukkan komitmennya dalam berbagai aspek kehidupan. Mulai dari menyediakan hiburan berkualitas bagi masyarakat, mendorong pertumbuhan UMKM, hingga menjaga keselamatan warga dari ancaman bencana. Semua ini merupakan langkah positif menuju Bulungan yang lebih maju dan sejahtera.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










