Pertemuan Prabowo dan Modi Bahas Penggunaan QRIS Cross Border ke India
Latar Belakang Pertemuan Bersejarah
Suara Pecari, Pada 19 Juli 2026, Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam hubungan bilateral kedua negara, terutama di sektor ekonomi dan keuangan. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah implementasi sistem pembayaran lintas batas berbasis QR, atau yang dikenal dengan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) cross border. Prabowo menyatakan harapannya agar kerja sama ini dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan kedua negara.
Detail Kerja Sama QRIS Cross Border
Dalam pernyataan resminya, Presiden Prabowo menyambut baik kemajuan pembahasan sistem pembayaran lintas batas berbasis QR antara Indonesia dan India. Sistem ini dirancang untuk memungkinkan transaksi langsung menggunakan mata uang lokal melalui kode QR, sehingga mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan mempercepat proses pembayaran. Prabowo menekankan bahwa efisiensi transaksi yang dihasilkan akan berdampak positif pada sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi kedua negara.
| Aspek | Indonesia | India |
|---|---|---|
| Mata Uang yang Digunakan | Rupiah (IDR) | Rupee India (INR) |
| Target Implementasi | 2026 | 2026 |
| Manfaat Utama | Efisiensi transaksi, penguatan sektor keuangan | Peningkatan perdagangan dan investasi |
Selain QRIS cross border, kedua pemimpin juga membahas percepatan Indonesia-India Preferential Trade Agreement (PTA) dan peninjauan ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA). Hal ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral yang saat ini mencapai USD 30 miliar per tahun.
Peran Bank Indonesia dalam Ekspansi QRIS
Bank Indonesia (BI) sebelumnya telah menargetkan perluasan QRIS lintas negara ke India, Hong Kong, dan Timor Leste pada 2026. Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengungkapkan bahwa hingga saat ini transaksi QRIS secara nasional telah mencapai 7,83 miliar transaksi, mendekati target 17 miliar transaksi tahun ini. Jumlah merchant QRIS juga telah mencapai 45,3 juta dari target 47 juta merchant. Capaian ini menunjukkan adopsi QRIS yang masif di dalam negeri, sehingga wajar jika BI mulai memperluas jangkauannya ke luar negeri.
Data Transaksi QRIS Terkini
| Indikator | Realisasi | Target 2026 |
|---|---|---|
| Volume Transaksi | 7,83 miliar | 17 miliar |
| Jumlah Merchant | 45,3 juta | 47 juta |
| Transaksi Inbound (wisatawan asing) | Lebih besar dari outbound | – |
Filianingsih juga menyebut bahwa transaksi QRIS lintas negara, baik inbound (wisatawan asing membayar di Indonesia) maupun outbound (warga Indonesia membayar di luar negeri), terus menunjukkan peningkatan. Secara neto, transaksi inbound lebih besar, yang berarti penggunaan QRIS oleh wisatawan asing di Indonesia lebih tinggi dibanding transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri. Hal ini menunjukkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata dan potensi besar bagi perluasan QRIS ke negara asal wisatawan, termasuk India.
Potensi Ekspansi ke Negara Lain
BI juga membuka peluang perluasan kerja sama pembayaran lintas negara berbasis QRIS ke Vietnam dan Filipina. Saat ini, di kawasan Asia, layanan QRIS antarnegara telah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Jepang, dan Singapura. Dengan tambahan India, Hong Kong, dan Timor Leste, jaringan QRIS Indonesia akan semakin luas, memudahkan transaksi bagi pelaku usaha dan wisatawan.
Negara yang Telah Terhubung dengan QRIS Indonesia
- Thailand
- Malaysia
- Jepang
- Singapura
- India (target 2026)
- Hong Kong (target 2026)
- Timor Leste (target 2026)
Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi digital di Asia Tenggara. Dengan populasi India yang sangat besar dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, potensi transaksi lintas batas antara kedua negara sangatlah besar.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Industri
Implementasi QRIS cross border dengan India akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan industri di kedua negara. Bagi wisatawan Indonesia yang berkunjung ke India, mereka tidak perlu lagi menukar uang tunai atau menggunakan kartu kredit dengan biaya tinggi. Cukup dengan memindai kode QR, transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan aman. Sebaliknya, wisatawan India yang datang ke Indonesia juga akan merasakan kemudahan yang sama.
Bagi pelaku usaha, terutama UMKM, kerja sama ini membuka akses ke pasar India yang sangat besar. Dengan sistem pembayaran yang terintegrasi, transaksi jual beli produk Indonesia ke India menjadi lebih efisien. Selain itu, sektor pariwisata Indonesia akan diuntungkan karena wisatawan India, yang merupakan salah satu pasar terbesar, akan lebih mudah berbelanja dan menggunakan jasa lokal.
Dari sisi pemerintah, kerja sama ini memperkuat ketahanan sektor keuangan dengan mengurangi ketergantungan pada mata uang asing dan sistem pembayaran internasional yang seringkali mahal. Hal ini juga mendukung upaya internasionalisasi mata uang rupiah dan rupee India.
Penutup Naratif
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan PM Modi bukan sekadar seremoni diplomatik, melainkan langkah konkret menuju integrasi ekonomi yang lebih dalam. QRIS cross border menjadi simbol dari era baru pembayaran digital yang menghubungkan dua negara besar Asia. Dengan komitmen kuat dari kedua pemimpin dan dukungan Bank Indonesia, kerja sama ini diharapkan dapat segera terwujud dan membawa manfaat nyata bagi rakyat Indonesia dan India. Saat para wisatawan dan pebisnis nantinya dapat bertransaksi dengan sekali pindai, itulah saatnya hubungan bilateral Indonesia-India mencapai level baru yang lebih erat dan saling menguntungkan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.








