Musda X LDII Sumenep Dorong Sinergi dengan Pemerintah dan Pemberdayaan Pemuda

Musda X LDII Sumenep Dorong Sinergi dengan Pemerintah dan Pemberdayaan Pemuda

Suara Pecari, Sumenep – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sumenep menggelar Musyawarah Daerah (Musda) X pada Sabtu, 4 Juli 2026. Musda ini menjadi momentum strategis bagi organisasi untuk menegaskan komitmen dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat. Ketua DPD LDII Kabupaten Sumenep, Musaheri, menyatakan bahwa sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep merupakan kunci agar program-program organisasi dapat berjalan seiring dengan kebijakan pembangunan daerah.

Latar Belakang Musda X LDII Sumenep

Musda X LDII Sumenep digelar di tengah dinamika pembangunan daerah yang semakin kompleks. Organisasi ini, yang telah lama berkontribusi di bidang keagamaan dan sosial, ingin memastikan bahwa peran mereka tidak tumpang tindih dengan program pemerintah, melainkan saling melengkapi. Musaheri mengungkapkan, ‘Kami berharap dukungan pemerintah daerah karena kami harus selalu bersinergi. Program-program LDII diharapkan selaras dengan program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.’

Musda kali ini juga menjadi ajang evaluasi program kerja periode sebelumnya dan penyusunan rencana strategis ke depan. Dengan mengusung tema ‘Sinergi dan Pemberdayaan’, LDII Sumenep bertekad untuk lebih aktif berkontribusi dalam percepatan pembangunan di Kabupaten Sumenep.

Fokus pada Pemberdayaan Pemuda

Salah satu poin penting dalam Musda X adalah penekanan pada peran generasi muda. Musaheri menilai bahwa pemuda memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Oleh karena itu, LDII Sumenep mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam setiap program organisasi. Saat ini, sejumlah bidang dalam kepengurusan LDII, seperti kepemudaan, kepanduan, seni budaya, serta komunikasi dan informasi, sudah banyak diisi oleh kalangan muda.

Ke depan, LDII berencana memperluas kerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pembangunan. ‘Ke depan kami akan lebih banyak bersinergi dengan KNPI agar anak-anak muda memiliki ruang kebersamaan dalam membangun bangsa. Karena membangun bangsa merupakan tanggung jawab kita bersama,’ ujar Musaheri.

Program Unggulan untuk Pemuda

LDII Sumenep telah merancang beberapa program unggulan yang berfokus pada pemberdayaan pemuda. Program-program tersebut meliputi pelatihan kewirausahaan, pengembangan soft skill, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Berikut adalah tabel yang merangkum program-program tersebut:

ProgramTujuanSasaran
Pelatihan Kewirausahaan MudaMenciptakan wirausaha baru di kalangan pemudaPemuda usia 17-25 tahun
Workshop Public SpeakingMeningkatkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinanAnggota LDII dan umum
Bakti Sosial PemudaMeningkatkan kepedulian sosial dan gotong royongMasyarakat kurang mampu
Pelatihan Teknologi InformasiMembekali pemuda dengan keterampilan digitalPemuda usia 15-30 tahun

Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Selain pemberdayaan pemuda, Musda X juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah. LDII Sumenep berkomitmen untuk mendukung program-program pembangunan yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep, terutama di bidang keagamaan, pendidikan, dan sosial. Musaheri menambahkan, ‘Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang religius, mandiri, dan sejahtera.’

Beberapa bentuk sinergi yang telah dan akan dilakukan antara lain:

  • Partisipasi dalam program deradikalisasi dan moderasi beragama.
  • Penyelenggaraan kegiatan keagamaan yang mendukung toleransi dan kerukunan.
  • Kolaborasi dalam program pendidikan non-formal dan pelatihan keterampilan.
  • Dukungan terhadap program kesehatan dan lingkungan hidup.

Dampak dan Implikasi

Musda X LDII Sumenep diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat Sumenep secara luas. Dengan sinergi yang lebih kuat antara LDII dan pemerintah, program-program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Pemberdayaan pemuda juga diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah.

Implikasi lainnya adalah terciptanya iklim sosial yang lebih kondusif, di mana organisasi masyarakat seperti LDII dapat berperan aktif tanpa menimbulkan gesekan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mewujudkan Sumenep yang harmonis dan maju.

Penutup

Musda X LDII Sumenep bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan sebuah deklarasi untuk bergerak maju bersama. Dengan semangat sinergi dan pemberdayaan, LDII Sumenep optimis dapat menjadi bagian dari solusi atas tantangan pembangunan di Kabupaten Sumenep. Langkah konkret yang dihasilkan dari musda ini, terutama dalam hal pemberdayaan pemuda dan kerja sama dengan pemerintah, diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain. Seperti kata Musaheri, membangun bangsa adalah tanggung jawab kita bersama, dan Musda X menjadi bukti bahwa LDII siap mengambil peran tersebut.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *