Drama 10 Gol! Inggris Hancurkan Prancis 6-4 di Perebutan Peringkat Ketiga, Tuchel Diboo
Suara Pecari, Laga England vs France dalam perebutan medali perunggu Piala Dunia 2026 berubah menjadi pertandingan gila dengan skor akhir 6-4 untuk kemenangan Inggris. Pertandingan yang digelar di Hard Rock Stadium, Miami, pada Sabtu (18/7/2026) ini menjadi salah satu laga paling dramatis dalam sejarah turnamen. Inggris unggul 4-0 di babak pertama, namun Prancis bangkit dan memperkecil ketertinggalan menjadi 4-5 sebelum akhirnya Inggris memastikan kemenangan melalui gol Jude Bellingham di menit ke-90+8.
Laga England vs France ini menjadi sorotan bukan hanya karena skor fantastis, tetapi juga karena insiden pemboikotan terhadap manajer Inggris, Thomas Tuchel. Nama Tuchel diumumkan melalui pengeras suara stadion dan langsung disambut gemuruh suara boo dari para pendukung Inggris. Tuchel dianggap bertanggung jawab atas kekalahan dramatis Inggris dari Argentina di semifinal, ketika Inggris hanya berjarak lima menit dari final pertama mereka sejak 1966. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Tuchel mengaku tidak merasa kehilangan kepercayaan dari fans. “Saya tidak berpikir saya kehilangan kepercayaan. Apa pun yang terjadi dalam 45 menit melawan Argentina, itu adalah keputusan saya, intervensi saya, pergantian pemain saya, perubahan struktur saya yang tidak memberikan efek yang saya inginkan. Saya harus hidup dengan itu,” ujar Tuchel. Ia menambahkan bahwa rasa sakit itu akan tetap ada, namun ia bertekad untuk membangun kembali kepercayaan dalam pertandingan Nations League mendatang.
Di kubu Prancis, kekalahan ini menjadi akhir yang pahit bagi era Didier Deschamps yang telah melatih sejak Juli 2012. Deschamps, yang membawa Prancis juara dunia 2018, mengakhiri masa baktinya dengan kekalahan 4-6 dari Inggris. Gelandang Adrien Rabiot meluapkan kekecewaannya terhadap sikap rekan setim di babak pertama. “Kami memulai babak pertama dengan cara yang sangat memalukan. Saya melihat perilaku dari beberapa pemain yang belum pernah saya lihat sebelumnya untuk pertandingan seperti ini. Ini cukup mengecewakan karena ini adalah pertandingan terakhir untuk memberikan kesan yang baik di kompetisi ini,” kecam Rabiot.
Kylian Mbappe menjadi bintang bagi Prancis dengan mencetak dua gol, membuat total golnya di Piala Dunia 2026 menjadi 10 dan mengoleksi 22 gol sepanjang karier Piala Dunia, melampaui Lionel Messi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa. Namun, Mbappe mengaku lebih memilih tidak menjadi pencetak gol terbanyak jika bisa bermain di final. “Messi pasti akan mencetak gol. Saya hanya mencoba membantu tim menang. Saya lebih memilih tidak menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa dan bisa bermain di pertandingan besok (final). Ini bagus dalam hal warisan, tapi hari ini bukan hal pertama yang ada di pikiran saya,” ujar Mbappe.
Pertandingan England vs France juga menampilkan performa gemilang Bukayo Saka yang mencetak hat-trick, termasuk satu gol penalti. Saka, ketika ditanya tentang kritik terhadap Tuchel, mengatakan bahwa itu adalah bagian dari permainan. “Saat kalah, pasti ada kebisingan. Saat menang, juga ada kebisingan. Yang penting adalah bagaimana Anda bereaksi dan menggunakannya sebagai bahan bakar. Hari ini kami finis dengan kuat. Itu yang bisa kami lakukan dan kami melakukannya,” ujar Saka.
Kemenangan ini menjadi pencapaian terbaik Inggris di Piala Dunia di luar negeri, sekaligus mengakhiri turnamen dengan catatan positif. Sementara bagi Prancis, kegagalan finis di podium menjadi kekecewaan besar setelah mereka masuk sebagai favorit juara. Namun, dengan pemain muda berbakat seperti Michael Olise yang mencatat tujuh assist, masa depan Les Bleus masih cerah.
Kesimpulannya, laga England vs France di perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 menyajikan tontonan sepak bola yang luar biasa dengan 10 gol, emosi yang meluap-luap, dan akhir era bagi dua pelatih besar. Inggris pulang dengan medali perunggu dan kepercayaan diri yang pulih, sementara Prancis harus merenung dan memulai babak baru tanpa Deschamps.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










