Ibrahim Mbaye Bersinar, Namun Senegal Hancur Hati di Seattle
Suara Pecari | Piala Dunia 2026 menyajikan drama yang memilukan bagi Senegal. Dalam pertandingan babak 32 besar melawan Belgia di Seattle, Kamis (2/7) dini hari WIB, tim berjuluk Lions of Teranga harus mengakui keunggulan Belgia dengan skor 2-3 setelah melalui perpanjangan waktu yang menegangkan. Meski sempat unggul dua gol, Senegal akhirnya harus menyerah. Di tengah kekecewaan tersebut, nama Ibrahim Mbaye muncul sebagai salah satu pemain yang mencuri perhatian. Pemain muda ini menunjukkan performa gemilang di lini tengah Senegal.
Pertandingan di Lumen Field, Seattle, berlangsung sengit sejak menit awal. Senegal tampil percaya diri dan berhasil unggul lebih dulu melalui gol Habib Diarra pada menit ke-25. Keunggulan bertambah menjadi 2-0 enam menit setelah babak kedua dimulai, berkat gol Ismaila Sarr. Pada momen-momen krusial tersebut, Ibrahim Mbaye menjadi motor serangan Senegal dengan pergerakan dan visi bermain yang impresif. Ia beberapa kali merepotkan lini pertahanan Belgia yang dipimpin oleh Jan Vertonghen.
Namun, Belgia tidak menyerah. Pelatih Rudi Garcia melakukan sejumlah perubahan strategi, termasuk memasukkan Romelu Lukaku. Hasilnya, Belgia berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol Lukaku pada menit ke-86 dan menyamakan kedudukan tiga menit kemudian lewat aksi Youri Tielemans. Skor 2-2 bertahan hingga akhir waktu normal, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Di babak tambahan, Ibrahim Mbaye terus berjuang keras. Ia beberapa kali mengancam gawang Belgia yang dijaga Koen Casteels. Sayang, pada menit ke-120+5, wasit memberikan hadiah penalti kepada Belgia setelah Pathe Ciss dianggap melanggar di kotak terlarang. Youri Tielemans yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Belgia sekaligus mengubur mimpi Senegal melaju ke babak 16 besar.
Kekalahan ini tentu menjadi pukulan berat bagi skuad Senegal. Pelatih Pape Thiaw sebelumnya telah melakukan rotasi pemain, termasuk memberikan kepercayaan kepada Ibrahim Mbaye yang tampil sejak awal setelah penampilan cemerlangnya saat melawan Irak di babak grup. Meski gagal membawa timnya lolos, penampilan Mbaye menuai pujian dari berbagai pihak. Ia dianggap sebagai salah satu talenta muda menjanjikan bagi sepak bola Senegal di masa depan.
Dari sisi Belgia, kemenangan ini menjadi bukti mentalitas juara yang dimiliki tim asuhan Rudi Garcia. Tertinggal dua gol, mereka mampu bangkit dan merebut kemenangan di menit-menit akhir. Youri Tielemans menjadi bintang lapangan dengan dua golnya, termasuk penalti dramatis di masa injury time perpanjangan waktu. Belgia pun melaju ke babak 16 besar dengan modal kepercayaan diri tinggi.
Bagi Senegal, turnamen ini tetap menjadi pengalaman berharga. Kehadiran pemain muda seperti Ibrahim Mbaye memberikan harapan baru bagi regenerasi tim. Di tengah kesedihan yang mendalam, para pemain dan pendukung Senegal dapat berbangga dengan perjuangan yang telah ditunjukkan. Mereka hampir saja menumbangkan salah satu tim unggulan Eropa, namun keberuntungan belum berpihak. Kini, fokus Senegal akan tertuju pada persiapan menuju Piala Afrika dan kualifikasi Piala Dunia mendatang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






