Akademisi 10 Negara Kumpul di Konferensi Global BTS, Ngobrolin Gelombang Korea

Akademisi 10 Negara Kumpul di Konferensi Global BTS, Ngobrolin Gelombang Korea

Suara Pecari | MERAH PUTIH — Sebanyak 50 akademisi dari 10 negara akan berkumpul di Korea Selatan pada 2-3 Juli 2026 untuk mengikuti The Fifth BTS Global Interdisciplinary Conference. Konferensi yang digelar di International Convention Center, Jeonbuk National University ini mengusung tema “The Next Generation Hallyu: BTS”. Acara ini bukan sekadar diskusi biasa, melainkan ajang ilmiah yang mengkaji fenomena global BTS dari berbagai perspektif: fandom, teknologi, politik, dan globalisasi. Dengan hadirnya perwakilan dari Korea Selatan, Amerika Serikat, Indonesia, Filipina, Vietnam, Mongolia, Republik Ceko, Kanada, Australia, dan Jepang, konferensi ini menegaskan bahwa pengaruh BTS telah melampaui batas negara dan benua.

Mengapa BTS Menjadi Objek Kajian Akademis?

BTS bukan sekadar grup K-pop. Mereka adalah fenomena global yang memicu perubahan dalam industri musik, pariwisata, diplomasi budaya, bahkan politik. Sejak debut pada 2013, BTS telah mengumpulkan basis penggemar global yang dikenal sebagai ARMY, yang tidak hanya pasif mengonsumsi konten, tetapi aktif berpartisipasi dalam kampanye sosial, donasi, dan advokasi. Hal ini membuat BTS menjadi subjek yang kaya untuk dianalisis dalam disiplin ilmu seperti sosiologi, komunikasi, ekonomi, dan studi budaya.

Konferensi ini diselenggarakan oleh International Society for BTS Studies (ISBS) bekerja sama dengan Namwon Glocal Campus Administration, Center for Glocal University Project, Department of K-entertainment, dan Big Movement dari Jeonbuk National University. Ini adalah bukti bahwa studi tentang BTS telah diakui secara akademis dan memiliki payung institusi yang resmi.

11 Sesi Akademis: Dari Fandom hingga AI

Selama dua hari, peserta akan mengikuti 11 sesi akademis yang mencakup beragam topik. Berikut adalah rincian sesi utama yang akan digelar:

Sesi Topik Pembicara
Pembukaan Wawancara dengan sutradara Bao Nguyen (dokumenter Netflix “BTS: The Return”) Bao Nguyen
Keynote Makna budaya dari “babak baru” BTS pasca-wamil Prof. Lee Ji-haeng
Sesi 1 Komunitas penggemar dan teknologi digital Berbagai akademisi
Sesi 2 Filsafat, keberlanjutan, dan agama dalam Hallyu Berbagai akademisi
Sesi 3 BTS dan bahasa: lokalitas vs globalisasi Panel multidisiplin
Sesi 4 Identitas Amerika Latin dalam grup global HYBE Santos Bravos Panel khusus
Sesi 5 Fenomena gelombang Korea di Mongolia era pasca-nomaden Akademisi Mongolia
Sesi 6 Konten AI di komunitas penggemar dan identitas gender Berbagai akademisi
Sesi Khusus Keberlanjutan era post-Hallyu: AI generatif, TikTok, kreativitas digital Hallyu Convergence Academy, Dongguk University
Penutup Pertunjukan pansori interpretasi album ARIRANG Penyanyi Jeonju

Momen Penting: Wawancara dengan Sutradara Bao Nguyen

Sesi pembukaan akan menampilkan wawancara eksklusif dengan sutradara Bao Nguyen, yang menggarap dokumenter Netflix “BTS: The Return”. Nguyen menggambarkan masa jeda aktivitas BTS akibat wajib militer dan reuni mereka sebagai sebuah odyssey modern. Ia menegaskan bahwa dokumenter tersebut sengaja tidak menyederhanakan budaya Korea maupun BTS agar lebih mudah dipahami penonton Barat. “Kami ingin menunjukkan kompleksitas identitas budaya Korea melalui perjalanan BTS,” ujar Nguyen dalam pernyataannya. Hal ini menjadi penting karena seringkali budaya non-Barat disajikan secara stereotip di media arus utama.

Dampak dan Implikasi Konferensi

Konferensi ini tidak hanya berdampak pada dunia akademis, tetapi juga pada industri kreatif dan kebijakan budaya. Berikut adalah beberapa implikasi yang dapat diidentifikasi:

  • Pengakuan Akademis: Semakin banyak universitas yang membuka program studi K-pop dan Hallyu, membuka lapangan kerja baru bagi peneliti budaya pop.
  • Diplomasi Budaya: Pemerintah Korea Selatan dapat memanfaatkan hasil konferensi untuk merumuskan strategi soft power yang lebih efektif.
  • Industri Kreatif: Perusahaan hiburan seperti HYBE dapat menggunakan temuan akademis untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
  • Masyarakat Sipil: ARMY sebagai fandom global dapat belajar dari diskusi tentang partisipasi penggemar yang bertanggung jawab dan etis.

Kronologi Konferensi BTS Global

Konferensi ini merupakan bagian dari rangkaian acara tahunan yang telah berlangsung sejak 2020. Berikut kronologinya:

  • 2020: Konferensi pertama di Kingston University, Inggris.
  • 2021: Bekerja sama dengan California State University, Northridge (AS).
  • 2022: Digelar bersama Hankuk University of Foreign Studies (Korea).
  • 2023: Berkolaborasi dengan University of Malaya (Malaysia).
  • 2026: Kembali ke Korea Selatan, di Jeonbuk National University.

Setiap tahun, konferensi ini berkembang menjadi jaringan akademik internasional yang didedikasikan untuk kajian BTS dan fenomena Hallyu kontemporer. Tahun ini, peserta juga akan mengikuti ARMY Tour yang mencakup kunjungan ke lokasi-lokasi terkait BTS di Wanju, Provinsi Jeolla Utara, serta pengalaman membuat kipas dari hanji (kertas tradisional Korea).

Penutup: BTS sebagai Cermin Globalisasi

Konferensi ini membuktikan bahwa BTS bukanlah sekadar fenomena sesaat. Mereka telah menjadi subjek kajian serius yang melibatkan puluhan akademisi dari berbagai negara. Dengan tema “The Next Generation Hallyu”, para peserta diajak untuk merenungkan bagaimana gelombang Korea akan terus berevolusi di era digital. Di tengah derasnya arus informasi dan teknologi, BTS dan ARMY menjadi contoh bagaimana budaya pop dapat menjadi jembatan antarbudaya, sekaligus laboratorium bagi lahirnya bentuk-bentuk partisipasi dan kreativitas baru. Konferensi ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menginspirasi generasi mendatang untuk terus menggali potensi budaya sebagai alat pemersatu.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan