Green Action Universitas Annuqayah Ditutup, Gerakan Peduli Lingkungan Berbuah Nyata

Green Action Universitas Annuqayah Ditutup, Gerakan Peduli Lingkungan Berbuah Nyata

Suara Pecari | Sumenep – Setelah berlangsung selama satu bulan penuh, program Green Action For Sustainable Future yang digagas oleh mahasiswi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Universitas Annuqayah resmi ditutup pada Senin, 29 Juni 2026. Acara penutupan yang digelar di Aula Mini Universitas Annuqayah ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan yang bertujuan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan melalui edukasi dan aksi nyata.

Rangkaian Kegiatan Green Action

Program yang mengusung tema “Penguatan Perilaku Pro-Lingkungan Melalui Pemilahan Sampah dan Penghijauan di Guluk-Guluk” ini dimulai dengan seminar lingkungan yang menghadirkan narasumber dari Dinas Kehutanan Kabupaten Sumenep dan akademisi. Seminar tersebut diikuti oleh puluhan mahasiswa dan warga sekitar, yang antusias berdiskusi tentang isu sampah dan krisis iklim.

Setelah seminar, kegiatan dilanjutkan dengan aksi pemilahan sampah di beberapa titik strategis di Kecamatan Guluk-Guluk. Mahasiswa bersama warga memilah sampah organik dan anorganik, kemudian mengolah sampah anorganik menjadi paving block yang ramah lingkungan. Inovasi ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Data Capaian Program

Selama satu bulan, program Green Action berhasil mencatat sejumlah capaian yang signifikan. Berikut adalah data ringkas kegiatan:

Kegiatan Jumlah Partisipan Hasil
Seminar Lingkungan 120 orang Peningkatan kesadaran tentang pemilahan sampah
Pemilahan Sampah 80 relawan 500 kg sampah terpilah, 200 kg diolah menjadi paving
Penghijauan 60 peserta 100 bibit pohon ditanam di hutan kampus dan area publik

Apresiasi dan Dukungan Mitra

Acara penutupan dihadiri oleh Wakil Rektor III Universitas Annuqayah, Kepala Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, panitia, peserta, serta sejumlah mitra strategis. Mitra yang terlibat antara lain Dinas Kehutanan Kabupaten Sumenep, UPT Jatian Lubangsa, dan BMTNU Guluk-Guluk. Dalam sambutannya, Wakil Rektor III menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat.

Panitia memberikan penghargaan kepada peserta terbaik yang dinilai aktif dan inovatif selama program berlangsung. Selain itu, cinderamata diserahkan kepada para mitra sebagai bentuk terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan. Kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan syariah ini menjadi contoh sinergi yang efektif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Penanaman Pohon Simbolis

Puncak acara penutupan adalah penanaman pohon secara simbolis di Hutan Kampus Universitas Annuqayah. Sebanyak 50 bibit pohon dari jenis trembesi dan mahoni ditanam oleh perwakilan mahasiswa, dosen, dan mitra. Aksi ini menegaskan komitmen Universitas Annuqayah untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menjadi kampus hijau (green campus).

Dampak dan Implikasi

Program Green Action diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Guluk-Guluk. Pertama, kesadaran akan pentingnya pemilahan sampah mulai tertanam. Kedua, inovasi paving dari sampah plastik dapat menjadi alternatif bahan bangunan yang murah dan ramah lingkungan. Ketiga, penanaman pohon berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan peningkatan kualitas udara.

Bagi Universitas Annuqayah, program ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menjadi agen perubahan. Ke depannya, diharapkan program serupa dapat direplikasi di wilayah lain dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan swasta. Dinas Kehutanan Sumenep menyatakan kesiapannya untuk mendampingi kegiatan penghijauan di area kampus dan sekitarnya.

Kronologi Kegiatan

  1. 1 Juni 2026: Seminar lingkungan sebagai pembukaan program.
  2. 5-20 Juni 2026: Aksi pemilahan sampah dan pelatihan pembuatan paving.
  3. 22 Juni 2026: Penanaman pohon perdana di area publik Guluk-Guluk.
  4. 29 Juni 2026: Closing ceremony dan penanaman pohon simbolis di hutan kampus.

Harapan ke Depan

Ketua panitia, Siti Aisyah, menyatakan bahwa program ini bukanlah akhir, melainkan awal dari gerakan peduli lingkungan yang berkelanjutan. “Kami berharap budaya memilah sampah dan menanam pohon menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya saat ada program,” ujarnya. Dengan dukungan semua pihak, Green Action Universitas Annuqayah telah membuktikan bahwa aksi kecil dapat memberikan dampak besar bagi bumi.

Penutupan program ini menjadi momentum refleksi bahwa krisis lingkungan membutuhkan partisipasi aktif semua elemen masyarakat. Melalui edukasi, kolaborasi, dan aksi nyata, generasi muda menunjukkan bahwa mereka tidak hanya peduli, tetapi juga mampu bertindak. Semoga semangat Green Action terus menyala dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bergerak.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan