Jaga Kelestarian Lingkungan, DLH Kabupaten Bekasi Tanam Ratusan Pohon

Jaga Kelestarian Lingkungan, DLH Kabupaten Bekasi Tanam Ratusan Pohon

Suara Pecari | Kabupaten Bekasi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menanam sebanyak 585 pohon di bantaran Saluran Sekunder Sukatani, Desa Karangharja, Kecamatan Cikarang Utara, pada Jumat, 12 Juni 2026. Kegiatan ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap 5 Juni. Aksi penghijauan ini tidak hanya sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di wilayah yang terus mengalami perkembangan industri dan permukiman.

Latar Belakang dan Tujuan Penanaman Pohon

Kepala DLH Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, menegaskan bahwa penanaman pohon memiliki peran vital dalam mengendalikan pencemaran udara, konservasi air tanah, serta mitigasi perubahan iklim. “Penanaman pohon ini tidak hanya menanam bibit, tetapi juga menanam harapan bagi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujarnya. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam mendukung program nasional pengurangan emisi karbon dan pemulihan lingkungan.

Lima jenis pohon yang ditanam meliputi mahoni, trembesi, ketapang, mangga, dan sukun. Pemilihan jenis pohon didasarkan pada fungsi ekologis dan manfaat ekonomi. Mahoni dan trembesi dikenal sebagai pohon peneduh dan penyerap karbon yang efektif, sementara mangga dan sukun memberikan hasil buah yang dapat dikonsumsi masyarakat. Ketapang juga berfungsi sebagai tanaman konservasi tanah di area bantaran saluran.

Data Jenis dan Jumlah Pohon yang Ditanam

Jenis PohonJumlahManfaat Utama
Mahoni150Penyerap polutan, peneduh
Trembesi120Penyerap karbon tinggi
Ketapang100Konservasi tanah, peneduh
Mangga115Buah, nilai ekonomi
Sukun100Buah, peneduh
Total585

Kolaborasi Multipihak sebagai Kunci Keberhasilan

Syafri Donny menekankan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat. Dalam kegiatan ini, DLH menggandeng TNI, Polri, pelajar, penggiat lingkungan, serta pelaku usaha yang turut menyediakan bibit pohon. “Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Semoga kerja sama seperti ini dapat terus ditingkatkan ke depannya,” ujar Syafri.

Keterlibatan pelaku usaha menjadi sorotan penting, mengingat Kabupaten Bekasi merupakan kawasan industri terbesar di Indonesia. Dukungan berupa penyediaan bibit dan pendanaan menunjukkan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Beberapa perusahaan di kawasan Cikarang diketahui telah memiliki program penghijauan mandiri, dan kolaborasi dengan DLH diharapkan dapat memperluas dampak positif.

Peran Aktor dalam Kegiatan Penanaman Pohon

  • Pemerintah Daerah (DLH): Perencanaan, koordinasi, dan pelaksanaan teknis.
  • TNI dan Polri: Dukungan keamanan dan partisipasi personel.
  • Pelaku Usaha: Penyediaan bibit, pendanaan, dan tenaga sukarela.
  • Akademisi: Riset jenis pohon dan pemantauan pertumbuhan.
  • Masyarakat dan Pelajar: Penanaman dan perawatan pohon.
  • Penggiat Lingkungan: Edukasi dan advokasi keberlanjutan.

Dampak dan Implikasi bagi Lingkungan dan Masyarakat

Penanaman 585 pohon di bantaran saluran sekunder Sukatani diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang. Pertama, secara ekologis, pohon-pohon tersebut akan menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, serta mengurangi polusi udara yang semakin mengkhawatirkan di wilayah perkotaan dan industri. Kedua, konservasi air tanah melalui resapan air hujan oleh akar pohon akan membantu menjaga ketersediaan air bersih, terutama di musim kemarau. Ketiga, mitigasi perubahan iklim melalui penurunan suhu mikro dan pengurangan efek pulau panas perkotaan.

Bagi masyarakat sekitar, keberadaan pohon buah seperti mangga dan sukun dapat menjadi sumber pangan tambahan. Selain itu, area bantaran saluran yang hijau berpotensi menjadi ruang terbuka hijau (RTH) yang dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan edukasi lingkungan. Dalam jangka panjang, program ini juga diharapkan menginspirasi desa-desa lain di Kabupaten Bekasi untuk melakukan gerakan serupa.

Namun, tantangan tetap ada. Perawatan pohon pasca-tanam menjadi kunci keberhasilan. DLH berencana melibatkan kelompok masyarakat dan pelajar dalam monitoring dan penyiraman rutin. Selain itu, perlu adanya regulasi yang melindungi pohon dari kerusakan akibat pembangunan atau vandalisme.

Kronologi Kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 di Kabupaten Bekasi tidak hanya berlangsung pada 12 Juni. Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak awal Juni dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan komunitas. Puncak acara penanaman pohon di Saluran Sekunder Sukatani dihadiri oleh sekitar 200 peserta dari berbagai unsur. Setelah penanaman, DLH juga mengadakan lomba poster lingkungan dan seminar tentang pengelolaan sampah. Seluruh rangkaian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

Penutup: Menanam Harapan untuk Masa Depan

Di tengah hiruk-pikuk pembangunan dan industrialisasi, aksi menanam pohon oleh DLH Kabupaten Bekasi menjadi pengingat bahwa alam adalah fondasi kehidupan. Setiap bibit yang ditanam adalah investasi untuk generasi mendatang. Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen berkelanjutan, Kabupaten Bekasi tidak hanya akan menjadi pusat industri, tetapi juga kawasan yang asri dan layak huni. Semoga semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia terus menyala, tidak hanya setahun sekali, tetapi setiap hari dalam setiap tindakan kita.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan