Tarmizi Minta PUPR-Perkim Perkuat Kolaborasi Layani Masyarakat

Tarmizi Minta PUPR-Perkim Perkuat Kolaborasi Layani Masyarakat

Apel Gabungan dan Rakor: Langkah Awal Kolaborasi Lintas Sektor

Suara Pecari, Pada Selasa, 14 Juli 2026, Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, memimpin apel pagi gabungan dan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) di Kantor PUPR Aceh Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran kedua dinas tersebut dan bertujuan untuk memperkuat koordinasi, mengevaluasi berbagai persoalan di sektor infrastruktur, serta menyusun langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas.

Bupati Tarmizi menjelaskan bahwa apel gabungan ini merupakan agenda baru Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang diawali bersama Dinas Pertanian dan akan dilaksanakan secara bergilir di seluruh organisasi perangkat daerah. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi sekaligus membahas berbagai kendala yang dihadapi setiap dinas agar dapat segera diselesaikan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendekatkan diri dengan aparatur dan memastikan setiap permasalahan dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Kondisi Fiskal Daerah: Tantangan dan Adaptasi

Dalam arahannya, Tarmizi mengingatkan seluruh aparatur untuk memahami kondisi keuangan daerah yang saat ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai situasi tersebut menuntut seluruh perangkat daerah untuk meninggalkan pola kerja lama dan mulai beradaptasi dengan berbagai tantangan yang ada. “Keadaan tahun ini sangat jauh berbeda dengan tahun yang lalu, kondisi keuangan fiskal lemah, tidak ada pilihan lain kita berada dalam keadaan tidak baik-baik saja sehingga kita harus menyadari ini bahwa kita tidak boleh lagi berada dalam zona nyaman,” kata Tarmizi.

Menurut Tarmizi, keterbatasan anggaran harus dijawab dengan cara kerja yang lebih inovatif, kreatif, dan efektif. Ia meminta seluruh aparatur mampu bekerja lebih keras agar berbagai kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi meskipun dalam kondisi fiskal yang terbatas. Hal ini menuntut adanya perubahan mindset dari pola kerja konvensional menuju pola kerja yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan.

Kolaborasi Lintas Sektor: Kunci Efektivitas Pembangunan

Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya antara Dinas PUPR dan Dinas Pertanian dalam mendukung pembangunan infrastruktur pertanian. Menurutnya, setiap program pembangunan irigasi harus mengacu pada data yang disusun oleh Dinas Pertanian agar tepat sasaran dan mampu meningkatkan produktivitas lahan. “Di sini Dinas Perkim dan PUPR itu fokus kepada infrastruktur, misalnya di PUPR selama ini fokus pada jalan, jembatan dan irigasi, bagaimana ke depan ada kolaborasi lintas sektor. Semua program PUPR untuk irigasi datanya nanti dari Dinas Pertanian, sehingga lahan yang tadinya tidak produktif menjadi produktif,” ujarnya.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih baik antara berbagai dinas, sehingga setiap program pembangunan dapat berjalan secara terpadu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Dengan berbasis data dari Dinas Pertanian, program irigasi dapat difokuskan pada lahan-lahan yang membutuhkan, sehingga meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Pemetaan Kebutuhan Masyarakat oleh Dinas Perkim

Selain itu, Tarmizi meminta Dinas Perkim melakukan pemetaan yang lebih akurat terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk rumah layak huni bagi warga kurang mampu dan penerangan jalan yang selama ini masih menjadi keluhan masyarakat. Ia menilai perencanaan berbasis data menjadi kunci agar setiap program pemerintah benar-benar memberikan manfaat. Pemetaan yang akurat akan membantu pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran secara tepat sasaran, sehingga program-program yang dijalankan dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Berikut adalah beberapa fokus utama yang harus diperhatikan oleh Dinas Perkim dan PUPR berdasarkan arahan Bupati:

  • Pemetaan kebutuhan rumah layak huni bagi warga kurang mampu.
  • Peningkatan penerangan jalan di daerah yang masih minim.
  • Perencanaan irigasi berbasis data dari Dinas Pertanian.
  • Pemeliharaan jalan dan jembatan secara berkala.

Strategi Jemput Bola di Era Digital

Tarmizi juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial membuat masyarakat semakin mudah menyampaikan kritik maupun keluhan kepada pemerintah. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah menerapkan strategi jemput bola dengan menyelesaikan persoalan sebelum menjadi perhatian luas di ruang publik. “Di era digital dan media sosial saat ini sangat mudah bagi masyarakat dalam hal komplain atau protes melalui media sosial. Oleh karena itu kita melakukan strategi jemput bola menyelesaikan permasalahan tanpa harus menunggu ada laporan dan diviralkan terlebih dahulu,” katanya.

Strategi ini menuntut aparatur untuk lebih proaktif dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah di lapangan. Dengan pendekatan jemput bola, pemerintah dapat merespons keluhan masyarakat secara cepat, mencegah eskalasi masalah, dan membangun kepercayaan publik.

Keterbukaan Informasi dan Efisiensi Anggaran

Lebih lanjut, Bupati meminta seluruh dinas aktif menyampaikan informasi mengenai program dan kinerja pemerintah kepada masyarakat, baik melalui pertemuan langsung maupun media sosial resmi. Menurutnya, keterbukaan informasi akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah. Di era transparansi ini, masyarakat berhak mengetahui apa yang dilakukan pemerintah untuk kepentingan mereka.

Di akhir arahannya, Tarmizi mengajak seluruh aparatur untuk menerapkan efisiensi anggaran dan memastikan setiap program yang diusulkan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat serta sejalan dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Aceh Barat. “Oleh karena itu, saya mengajak kepada semua jajaran untuk menyikapi itu dengan sangat serius, di kantor lakukan penghematan dalam hal efisiensi anggaran, program yang diusulkan harus sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat serta visi misi kita,” pungkasnya.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat Aceh Barat

Langkah-langkah yang diinstruksikan Bupati Tarmizi diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Aceh Barat. Dengan kolaborasi yang lebih kuat antara PUPR dan Perkim, pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Pemetaan kebutuhan yang akurat akan memastikan program-program seperti pembangunan rumah layak huni dan penerangan jalan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, strategi jemput bola dan keterbukaan informasi akan meningkatkan responsivitas pemerintah dan kepercayaan publik.

Dalam jangka panjang, adaptasi terhadap kondisi fiskal yang terbatas melalui inovasi dan efisiensi anggaran akan membuat pemerintah daerah lebih tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi. Masyarakat pun akan merasakan manfaat dari pelayanan publik yang lebih baik dan pembangunan yang tepat sasaran.

Dengan komitmen yang ditunjukkan oleh Bupati Tarmizi dan jajarannya, Aceh Barat optimis dapat terus melayani masyarakat dengan prima meski dalam keterbatasan. Kolaborasi lintas sektor dan perencanaan berbasis data menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *