Zulhas Ungkap Ikan Indonesia Dicuri Negara Tetangga Senilai Rp 200 Triliun Per Tahun

Zulhas Ungkap Ikan Indonesia Dicuri Negara Tetangga Senilai Rp 200 Triliun Per Tahun

Suara Pecari – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengungkapkan bahwa ikan Indonesia dicuri oleh nelayan dari beberapa negara tetangga dengan nilai mencapai lebih dari Rp 200 triliun per tahun.

Fakta Pencurian Ikan Indonesia

Pencurian ikan tersebut dilakukan oleh nelayan dari negara-negara seperti Vietnam, Thailand, India, dan Jepang. Zulhas menyampaikan hal ini dalam acara peluncuran buku Pangan Indonesia dari Piring Sehat ke Manusia Unggul di Jakarta, Jumat (5/9/2026).

Kondisi Nelayan Indonesia dan Penyebab Pencurian

Zulhas menjelaskan bahwa permasalahan utama adalah keterbatasan armada nelayan Indonesia. Nelayan negara tetangga memiliki kapal berukuran besar dan lebih tangguh untuk menangkap ikan, sementara nelayan Indonesia hanya mengandalkan kapal kecil yang terbatas jangkauannya.

Menurut Zulhas, kondisi ini membuat nelayan Indonesia rentan kehilangan hasil tangkapannya akibat pencurian oleh kapal asing yang lebih besar dan kuat.

Dampak Pencurian Ikan terhadap Nelayan dan Ekonomi

Selain kehilangan hasil tangkapan, nelayan Indonesia juga menghadapi masalah lemahnya daya tawar ketika menjual ikan. Hal ini menyebabkan harga yang mereka terima rendah, meskipun telah bekerja keras.

Zulhas menekankan bahwa permasalahan ini tidak hanya berdampak pada sektor perikanan, tetapi juga berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan. Nelayan yang tidak mendapat dukungan yang memadai kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti pendidikan dan pangan keluarga.

Urgensi Dukungan untuk Nelayan

Dalam konteks ini, Zulhas mengingatkan pentingnya memberikan bantuan yang memadai kepada nelayan, termasuk dukungan armada dan peningkatan daya tawar hasil tangkapan. Hal ini menjadi kunci untuk melindungi sumber daya laut dan meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia.

Penanganan serius terhadap pencurian ikan oleh kapal asing diperlukan agar potensi perikanan Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *