Target Lifting Minyak 2027 Jadi 612.500 Barel per Hari, Mampukah Tercapai

Target Lifting Minyak 2027 Jadi 612.500 Barel per Hari, Mampukah Tercapai

Suara Pecari – Pemerintah Indonesia menargetkan lifting minyak bumi mencapai 612.500 barel per hari pada tahun 2027. Target ini sedikit meningkat dibandingkan target dalam APBN 2026 sebesar 610.000 barel per hari. Penetapan target ini menunjukkan upaya pemerintah untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi minyak nasional yang menghadapi berbagai tantangan.

Tantangan dalam Mencapai Target Lifting Minyak

Meskipun target 612.500 barel per hari terkesan ambisius, realisasinya menghadapi kendala signifikan. Produksi dari beberapa blok utama seperti Blok Andaman, Cepu, dan Rokan sudah mengalami penurunan produksi tajam (sharp declining). Hal ini menjadi perhatian utama dalam upaya menjaga produksi nasional.

Pengamat minyak dan gas, Hadi Ismoyo, menilai bahwa meskipun target tersebut berat, terdapat sejumlah strategi yang bisa diterapkan untuk menjaga serta meningkatkan produksi minyak.

Strategi Meningkatkan Produksi

  • Program well work untuk pemeliharaan sumur.
  • Pengeboran infill well guna memaksimalkan produksi lapangan yang sudah ada.
  • Penerapan teknologi untuk meningkatkan produksi dari reservoir berkualitas rendah (Low Reservoir Quality – LRQ).
  • Penanganan hambatan pada fasilitas produksi minyak dan gas bumi.
  • Mempercepat rencana pengembangan (Plan of Development – POD) dan rencana produksi (Plan of Production – PoP).
  • Penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan metode Minyak Non-Konvensional (MNK).

Namun, Hadi mengingatkan bahwa produksi dari sumur baru cenderung intermiten dan cadangan yang dapat diproduksikan kembali (back reserves) relatif kecil. Ia juga menyebut lapangan-lapangan yang berada di bawah pengelolaan Pertamina masih memiliki peluang peningkatan produksi.

Peran Investasi dan Iklim Bisnis Migas

Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (Aspermigas), Moshe Rizal, menyoroti pentingnya investasi untuk meningkatkan lifting minyak secara signifikan. Optimalisasi lapangan yang sudah berproduksi saja tidak cukup tanpa adanya eksplorasi baru dan penerapan teknologi terbaru.

Menurut Moshe, target lifting yang diumumkan pemerintah juga mencakup komponen natural gas liquids (NGL), sehingga angka 612.500 barel per hari merupakan gabungan produksi minyak mentah dan NGL.

Selain itu, Moshe menegaskan perlunya perbaikan iklim investasi di sektor migas agar Indonesia menjadi lebih menarik bagi investor. Persaingan global yang ketat menuntut pemerintah memberikan kepastian hukum melalui pengesahan Undang-Undang Migas, kemudahan berusaha, dan insentif yang menjamin kepastian investasi jangka panjang.

Karakteristik Investasi Migas

Investasi di sektor migas memiliki karakter jangka panjang, dengan kontrak yang bisa berlangsung 20 hingga 50 tahun. Oleh karena itu, kepastian kebijakan sejak awal sangat penting agar investor merasa aman dan terus berkomitmen untuk pengembangan proyek migas.

Dampak dan Prospek Lifting Minyak Indonesia

Produksi minyak Indonesia telah mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir. Upaya pemerintah dan pelaku industri dalam menahan laju penurunan ini mendapat apresiasi karena dibutuhkan usaha yang besar untuk mempertahankan produksi.

Target lifting 612.500 barel per hari pada 2027 merupakan tantangan besar, namun dengan dukungan teknologi, strategi pengelolaan lapangan, dan iklim investasi yang kondusif, pencapaian target tersebut masih memungkinkan.

Pemerintah dan sektor migas diharapkan dapat terus berinovasi serta menjaga sinergi antara pengelolaan sumber daya dan investasi untuk mendorong produksi minyak nasional yang berkelanjutan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *