Prancis vs Pantai Gading: Dua Tim, Dua Nasib Berbeda di Piala Dunia 2026
Suara Pecari | Prancis vs Pantai Gading menjadi sorotan utama di babak 32 besar Piala Dunia 2026, meski keduanya tidak saling berhadapan. Prancis sukses melaju mulus ke babak 16 besar setelah menghajar Swedia 3-0, sementara Pantai Gading harus tersingkir setelah kalah tipis 1-2 dari Norwegia. Dua hasil ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di turnamen sepak bola terbesar dunia.
Prancis Tampil Dominan
Dalam laga yang berlangsung di Stadion New York, New Jersey, Rabu (1/7) pagi WIB, Prancis tidak menemui kesulitan berarti. Kapten tim Kylian Mbappe menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol alias brace ke gawang Swedia. Satu gol lainnya disumbangkan oleh Bradley Barcola. Kemenangan ini memastikan Prancis menjadi tim keenam yang lolos ke babak 16 besar, mengikuti jejak Kanada, Brasil, Paraguay, Maroko, dan Norwegia.
Dominasi Prancis terlihat sejak awal pertandingan. Penguasaan bola mencapai 65%, dan mereka melepaskan 12 tembakan tepat sasaran. Pelatih Didier Deschamps memuji performa timnya yang solid. “Kami bermain dengan ritme tinggi dan disiplin. Ini modal bagus untuk babak selanjutnya,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Kemenangan ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Prancis di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, mereka sukses melewati fase grup dengan sempurna. Kini Les Bleus akan menunggu lawan di babak 16 besar, yang kemungkinan besar adalah tim kuat lainnya.
Pantai Gading Tersingkir, Amad Diallo Tetap Bangga
Di sisi lain, Pantai Gading harus mengakui keunggulan Norwegia di Stadion Dallas, Texas, Rabu dini hari WIB. Sempat tertinggal 0-1 melalui gol Antonio Nusa pada menit ke-39, Pantai Gading berhasil menyamakan kedudukan lewat gol indah Amad Diallo pada menit ke-74. Namun, Erling Haaland muncul sebagai pahlawan Norwegia dengan gol penentu pada menit ke-86.
Meski kalah, Amad Diallo tetap merasa bangga dengan perjuangan timnya. “Kami adalah tim termuda di turnamen ini, jadi kami punya alasan untuk bangga. Sebelumnya kami tidak pernah berhasil melewati fase grup, tetapi kali ini kami berhasil melakukannya,” kata Diallo, dikutip dari laman resmi FIFA. Gol yang dicetaknya merupakan gol kedelapan bersama Pantai Gading dari 23 penampilan.
Pelatih Pantai Gading, Jean-Louis Gasset, juga mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. “Kami bermain dengan hati dan semangat. Sayang, kami kurang beruntung di menit-menit akhir. Tapi ini pengalaman berharga untuk masa depan,” ujarnya.
Persaingan di babak 32 besar Piala Dunia 2026 memang menyisakan cerita menarik. Jika Prancis vs Pantai Gading bisa dijadikan perbandingan, jelas terlihat bahwa konsistensi dan pengalaman menjadi faktor penentu. Prancis, yang sudah terbiasa tampil di panggung besar, mampu memanfaatkan peluang dengan efisien. Sementara Pantai Gading, meski tampil impresif, masih perlu waktu untuk matang.
Erling Haaland Cetak Rekor
Satu sorotan lain dari laga Norwegia vs Pantai Gading adalah penampilan gemilang Erling Haaland. Striker Manchester City itu tidak hanya mencetak gol kemenangan, tetapi juga memecahkan rekor sebagai pemain tercepat yang mencapai 60 gol bersama tim nasional. Haaland hanya membutuhkan 53 pertandingan untuk mencapai torehan tersebut, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh legenda sepak bola dunia.
Gol tersebut juga menjadi gol kelima Haaland di Piala Dunia 2026, membuatnya bersaing ketat dengan Lionel Messi dalam perebutan Sepatu Emas. Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, memuji ketajaman Haaland. “Dia adalah pembeda. Meski tidak banyak terlibat dalam permainan, naluri mencetak golnya luar biasa,” kata Solbakken.
Dengan kemenangan ini, Norwegia akan menghadapi Brasil di babak 16 besar. Haaland mengakui Brasil adalah favorit, tetapi ia memastikan timnya akan memberikan perlawanan maksimal. “Peluangnya tipis, tapi kami siap menghadapi tantangan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, babak 32 besar Piala Dunia 2026 menyajikan drama dan kejutan. Prancis vs Pantai Gading mungkin tidak bertemu langsung, tetapi nasib kedua tim mencerminkan realitas sepak bola: ada yang terus melangkah, ada yang harus pulang. Bagi Pantai Gading, pengalaman ini menjadi modal berharga untuk turnamen mendatang. Sementara Prancis dan Norwegia akan terus berjuang menuju puncak.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






