Sambut HUT RI, Merah Putih Berkibar di Laut Nabire dan Banten
Suara Pecari, Nabire dan Cilegon – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dirayakan dengan berbagai kegiatan yang menegaskan semangat kebangsaan dan komitmen menjaga kedaulatan serta kelestarian alam laut. Di Nabire, Papua Tengah, dan Cilegon, Banten, bendera Merah Putih berkibar di bawah laut dan di perairan sebagai simbol kebanggaan nasional serta upaya pelestarian lingkungan.
Pengibaran Merah Putih di Bawah Laut Teluk Cendrawasih
Di kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Kampung Sowa, Kwatisore, Nabire, Papua Tengah, pengibaran bendera Merah Putih dilakukan secara unik dan penuh makna dengan melibatkan para penyelam profesional. Sebanyak 15 diver, termasuk anggota Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih, POLAIRUD Polda Papua Tengah, TNI, dan komunitas penyelam, melaksanakan upacara bendera di bawah laut pada Jumat (14/8). Kegiatan tersebut juga disaksikan hiu paus yang berenang di sekitar lokasi, menambah keindahan dan kesakralan momen kemerdekaan.
Maximus Tipagau, ketua Yayasan Somatua dan pemilik Carstensz Adventures, menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan ekonomi dan pendidikan masyarakat melalui pengembangan pariwisata bahari. Kampung Sowa memiliki potensi wisata kelas dunia yang memerlukan kolaborasi berbagai pihak agar dapat berkembang secara berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan memperkenalkan Papua sebagai daerah yang aman dan ramah wisatawan.
Selain pengibaran bendera, kegiatan edukasi bagi anak-anak meliputi pelajaran membaca, menulis, berhitung, serta bahasa Indonesia dan Inggris. Upaya pelestarian lingkungan juga dilakukan melalui pembersihan kawasan pesisir dan laut, mendukung kelangsungan ekosistem yang menjadi daya tarik wisata hiu paus.
Lanal Banten dan Komunitas Pulau Merak Besar Bentangkan Merah Putih di Laut
Di perairan Selat Sunda, Kota Cilegon, Banten, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten bersama komunitas Pulau Merak Besar Squad membentangkan bendera Merah Putih raksasa berukuran 40 x 25 meter pada Sabtu (15/8). Kegiatan ini menegaskan bahwa laut merupakan bagian penting dari kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Komandan Lanal Banten, Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, menegaskan bahwa pengibaran bendera di laut ini mengusung semangat “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Selain itu, mereka melakukan pelepasliaran 25 ekor tukik ke habitat aslinya dan transplantasi 500 bibit terumbu karang di Pulau Merak Besar sebagai bentuk nyata pelestarian ekosistem pesisir.
Langkah konservasi ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik wisata bahari sekaligus menghidupkan perekonomian masyarakat pesisir. Pulau Merak Besar memiliki posisi strategis sebagai penghubung utama antara Pulau Jawa dan Sumatera, sehingga pengembangan kawasan ini penting baik dari aspek pertahanan maupun ekonomi.
Dalam rangkaian peringatan HUT RI, digelar pula pameran foto lawas, pertunjukan kesenian tradisional Bandrong, dan orasi ilmiah kelautan, melibatkan pemerintah, komunitas, dan dunia usaha sebagai bentuk sinergi dalam mengembangkan kawasan wisata.
Semangat Kemerdekaan dan Pelestarian Laut
Kegiatan pengibaran Merah Putih di laut dan bawah laut pada peringatan HUT RI ke-81 ini tidak hanya menjadi simbol patriotisme, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian laut dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Upaya pelestarian ekosistem laut, seperti pelepasliaran tukik dan transplantasi terumbu karang, merupakan bagian dari menjaga masa depan sumber daya alam yang berharga bagi Indonesia.
Dengan terus mengembangkan potensi wisata bahari dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan ekonomi masyarakat pesisir dapat tumbuh dan membawa kemakmuran yang berkelanjutan. Peringatan kemerdekaan menjadi momen strategis untuk memperkuat semangat gotong royong dan cinta tanah air melalui aksi nyata yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










