Jalan di Pengasinan Depok Dicat Kuning-Hitam Jelang 17-an Merah-Putih Sakral
Suara Pecari, Depok – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana unik terlihat di Jalan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Berbeda dengan lingkungan lain yang memilih warna merah dan putih pada cat jalanan, kawasan ini justru dihiasi warna kuning dan hitam.
Warna Jalan yang Berbeda dengan Makna Mendalam
Para pemuda di Pengasinan memilih kombinasi warna kuning dan hitam untuk mengecat jalan gang mereka. Pilihan ini bukan sekadar estetika atau mencari perhatian, melainkan didasari oleh pertimbangan etika dan penghormatan terhadap simbol negara. Menurut Ririe, salah seorang tokoh warga setempat, merah-putih adalah simbol kehormatan bangsa yang sakral dan tidak pantas dilukis di permukaan jalan yang dilintasi kendaraan dan diinjak kaki.
Warga setempat berpendapat bahwa melukis warna bendera nasional di jalan berpotensi mengurangi rasa hormat karena warna merah dan putih akan selalu terinjak oleh masyarakat maupun pengendara.
Filosofi Warna Kuning-Hitam
Selain menjaga kesucian warna bendera, kombinasi kuning dan hitam menyimpan makna filosofis terkait dinamika kehidupan. Warna kuning sering dikaitkan dengan duka atau peringatan, sedangkan warna hitam melambangkan tantangan dan fase gelap yang harus dilalui manusia. Kombinasi ini mengingatkan bahwa perjalanan hidup tidak selalu mulus dan penuh warna putih saja.
Semangat Nasionalisme Tetap Terjaga
Meskipun jalan gang tidak dicat merah-putih, semangat nasionalisme warga Pengasinan tetap membara. Bendera merah-putih tetap berkibar megah di tiang rumah warga, dipadukan dengan umbul-umbul dan pernak-pernik khas perayaan 17-an yang terpasang rapi di sepanjang pemukiman. Penempatan bendera di posisi tinggi dan terhormat menunjukkan penghormatan yang tinggi terhadap simbol negara.
Makna dan Etika Penghormatan Bendera
Penghormatan terhadap bendera merah-putih menjadi prinsip utama bagi warga Pengasinan. Memastikan warna sakral bendera tidak diinjak dan tetap dihormati adalah bentuk patriotisme yang dijalankan dengan cara berbeda namun tetap bermakna dan elegan. Hal ini menjadi contoh kreatif dalam mengekspresikan nasionalisme tanpa mengurangi nilai kesakralan simbol negara.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










