Bandara Bandar Abbas dan Husein Sastranegara Bandung Kembali Beroperasi Layani Rute Domestik dan Internasional
Suara Pecari, Bandung dan Bandar Abbas – Bandara Bandar Abbas di Iran dan Bandara Internasional Husein Sastranegara di Bandung, Indonesia, kini telah kembali beroperasi secara penuh melayani penerbangan domestik. Pembukaan kembali kedua bandara ini menandai momentum penting dalam pengembangan konektivitas udara dan aktivitas penerbangan di wilayah masing-masing.
Bandara Bandar Abbas sempat ditutup akibat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat sejak Februari 2026. Namun, sejak Sabtu, 15 Agustus 2026, bandara tersebut kembali melayani penerbangan domestik yang ramai, termasuk rute Tehran-Bandar Abbas, Mashhad-Bandar Abbas, dan Bandar Abbas-Isfahan. Sebelumnya, bandara ini melayani 35 hingga 40 penerbangan domestik dan internasional setiap hari sebelum penutupan.
Sementara itu, Bandara Husein Sastranegara Bandung secara bertahap membuka kembali layanan penerbangan mulai awal Agustus 2026. Pada 14 Agustus 2026, penerbangan jet Boeing 737-800 Garuda Indonesia kembali dioperasikan setelah vakum sejak 2023, ditandai dengan penerbangan rute Denpasar-Bandung dan Bandung-Denpasar. Kembalinya operasional pesawat jet ini menunjukkan kesiapan fasilitas dan pelayanan bandara mendukung penerbangan berbadan sedang.
Pengembangan Layanan dan Target Masa Depan Bandara Husein Sastranegara
Pemerintah Kota Bandung dan pengelola bandara menyiapkan infrastruktur dan pelayanan dengan target kapasitas sekitar 3.000 penumpang per hari. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan evaluasi layanan dilakukan untuk memastikan kualitas pengalaman penumpang, mulai dari kedatangan hingga layanan transportasi.
Selain itu, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menargetkan Bandara Husein Sastranegara dapat melayani penerbangan internasional mulai Oktober 2026. Persiapan dilakukan bersama Kementerian Perhubungan dengan fokus pada keselamatan, keamanan, dan kepatuhan regulasi penerbangan sipil. Bandara ini pernah melayani rute internasional ke Singapura dan Kuala Lumpur sebelum sebagian besar penerbangan dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Fasilitas operasional yang telah disiapkan meliputi 26 konter check-in, mesin self check-in kiosk, perangkat pemeriksaan keamanan, tiga conveyor belt pengambilan bagasi, serta fasilitas penunjang lainnya di terminal. Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi mengungkapkan optimismenya bahwa layanan internasional tidak hanya bersifat sementara tetapi berkelanjutan, mendorong bertambahnya maskapai yang beroperasi dari bandara.
Konteks dan Dampak Pembukaan Kembali Bandara
Pembukaan kembali Bandara Bandar Abbas memberikan kemudahan bagi masyarakat Iran untuk melakukan perjalanan domestik di tengah stabilisasi ketegangan geopolitik. Sedangkan Bandara Husein Sastranegara kembali menjadi pusat konektivitas udara penting bagi Kota Bandung dan sekitarnya, meningkatkan aksesibilitas dan potensi ekonomi daerah.
Kedua bandara tersebut kini melayani sejumlah rute penting dan diharapkan mampu mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, bisnis, dan mobilitas masyarakat secara signifikan. Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara juga menjadi sinyal positif bagi pengembangan penerbangan domestik dan internasional di Indonesia bagian barat.
Dengan pembukaan kembali ini, masyarakat dapat lebih mudah mengakses berbagai destinasi, baik untuk keperluan bisnis maupun pariwisata, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah secara efektif dan efisien.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










