Bahlil Tegaskan Golkar Partai Terbuka Tanpa Trah Tertentu, Siapa Pun Bisa Jadi Ketum
Suara Pecari – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Partai Golkar merupakan partai terbuka yang tidak dimiliki oleh keluarga atau trah tertentu. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Wilayah Bali pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Golkar Buka Kesempatan Luas untuk Menjadi Ketua Umum
Bahlil menyatakan bahwa siapa pun yang ingin menjadi Ketua Umum Partai Golkar memiliki kesempatan yang sama tanpa harus meminta izin dari trah atau kelompok mana pun. Ia menegaskan, “Siapa pun yang mau menjadi Ketua Umum Partai Golkar, boleh. Tidak perlu minta izin ke trah A, trah B, trah C. Kita semua mempunyai trah yang sama dengan kedudukan yang sama.” Hal ini mencerminkan prinsip kesetaraan dan keterbukaan di internal partai.
Latar Belakang Kelahiran Partai Golkar
Bahlil menjelaskan bahwa Partai Golkar lahir dengan proses yang berbeda dari partai lain. Partai ini didirikan atas gagasan Soekarno yang bertujuan mengatasi dua masalah utama di Indonesia pasca Pemilu 1955, yaitu ketidakstabilan politik dan ancaman perubahan ideologi Pancasila menjadi komunis. Pada masa itu, inflasi sangat tinggi dan lapangan kerja sulit didapatkan, sehingga perlu adanya wadah politik yang stabil.
Golkar lahir sebagai Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) dengan tujuan menjaga stabilitas dan mempertahankan ideologi Pancasila. Dengan demikian, Golkar tidak berasal dari satu kelompok masyarakat atau keluarga tertentu.
Kesetaraan Anggota dan Peran Golkar dalam Politik Indonesia
Menurut Bahlil, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) Partai Golkar menjamin hak dan kedudukan yang sama bagi seluruh anggota. Golkar menempatkan dirinya sebagai salah satu partai terbuka di Indonesia, berbeda dengan banyak partai lain yang mungkin memiliki pola kepemilikan terbatas.
Selain itu, Bahlil mengungkapkan bahwa Partai Golkar merupakan sumber lahirnya banyak partai politik lain di Indonesia, seperti Partai Demokrat, Partai Hanura, Partai Nasdem, dan Partai Gerindra. Ia melihat keberadaan partai-partai ini sebagai bagian dari keluarga besar Golkar meskipun berbeda dalam ruang dan nama.
Implikasi bagi Politik Partai Golkar
Pernyataan Bahlil ini menggarisbawahi komitmen Golkar untuk menjadi partai yang inklusif dan demokratis dalam menentukan kepemimpinan. Dengan menghilangkan konsep trah atau kelompok tertutup, Golkar berupaya memperkuat internal partai melalui keterbukaan dan persamaan hak anggota.
Hal ini penting untuk menjaga relevansi Golkar dalam dinamika politik nasional yang terus berubah dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap partai tersebut.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










