Bahlil Targetkan Golkar Lampaui 102 Kursi DPR pada Pemilu 2029

Bahlil Targetkan Golkar Lampaui 102 Kursi DPR pada Pemilu 2029

Suara Pecari – Partai Golkar menetapkan target untuk menambah jumlah kursi di DPR RI pada Pemilu 2029, dengan harapan melampaui perolehan 102 kursi yang diraih pada Pemilu 2024. Target ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Wilayah Bali pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Target Peningkatan Kursi DPR Golkar

Bahlil menyatakan bahwa saat ini Golkar menempati posisi kedua dalam perolehan kursi DPR RI setelah PDI Perjuangan dengan jumlah 102 kursi. Meskipun demikian, di dalam koalisi pemerintah, Golkar memegang posisi dengan jumlah kursi terbanyak. Oleh karena itu, Bahlil menegaskan perlunya peningkatan jumlah kursi di parlemen sebagai bagian dari dua konsensus besar hasil Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar.

Baca juga:

“Kita partai dengan jumlah kursi nomor dua di parlemen setelah PDI Perjuangan, tetapi di koalisi kita adalah paling banyak,” ujar Bahlil. Ia juga meminta seluruh pengurus di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota untuk berupaya menaikkan jumlah kursi partai pada Pemilu 2029.

Dua Konsensus Besar Munas Golkar

Selain target peningkatan kursi DPR, Munas Partai Golkar menghasilkan konsensus lain yaitu konsistensi mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Bahlil menjelaskan bahwa banyak program pemerintah saat ini merupakan program kerakyatan yang harus didukung oleh seluruh kader Golkar, baik di eksekutif maupun legislatif.

Di antara program tersebut adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW yang sedang dijalankan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Program PLTS ini bertujuan memenuhi kebutuhan listrik di lebih dari 11.000 desa di Indonesia yang belum terjangkau listrik.

Baca juga:

Program PLTS 100 GW dan Sinergi Antar Partai

Program PLTS 100 GW secara resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Gilimanuk, Bali pada 25 Agustus 2026. Bahlil menilai pemilihan Bali sebagai lokasi peluncuran karena statusnya sebagai kota pariwisata dan untuk menunjukkan sinergi antar partai, meskipun Gubernur Bali, Wayan Koster, berasal dari partai berbeda dengan Golkar.

“Di masa kepemimpinan Presiden Prabowo, kami mendorong agar semua desa mendapat listrik. Saya sampaikan kepada Gubernur, sekalipun kita beda partai, tapi untuk membangun bangsa kita harus satu,” ungkap Bahlil. Ia juga meminta kader Golkar untuk berada di garda terdepan dalam mendukung dan mensukseskan program-program pemerintah tersebut.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *