Iliman Ndiaye Bersinar, Namun Senegal Tersingkir Dramatis dari Piala Dunia 2026

Iliman Ndiaye Bersinar, Namun Senegal Tersingkir Dramatis dari Piala Dunia 2026

Suara Pecari | Pemain sayap Senegal, Iliman Ndiaye, tampil gemilang dalam laga sengit melawan Belgia di babak 32 besar Piala Dunia 2026, namun performa impresifnya harus berakhir dengan kekalahan pahit. Iliman Ndiaye menjadi bagian penting dari trio penyerang Senegal bersama Sadio Mané dan Ismaila Sarr yang terus meneror pertahanan Belgia sepanjang pertandingan. Meski unggul 2-0 hingga menit ke-86, Belgia bangkit melalui gol Romelu Lukaku dan Youri Tielemans untuk memaksakan perpanjangan waktu, sebelum Tielemans mencetak penalti kontroversial pada menit ke-125 yang memastikan kemenangan 3-2. Iliman Ndiaye yang sebelumnya mencetak gol dalam kemenangan 5-0 Senegal atas Irak di fase grup, kembali menunjukkan kualitasnya dengan pergerakan lincah dan umpan-umpan berbahaya. Namun, kegagalan pertahanan di menit akhir membuat Senegal harus pulang lebih awal.

Pertandingan yang digelar di Seattle Stadium pada 1 Juli 2026 itu menjadi salah satu laga paling dramatis di turnamen. Senegal memulai dengan percaya diri setelah lolos sebagai salah satu peringkat tiga terbaik berkat kemenangan telak atas Irak. Iliman Ndiaye, yang saat itu mencetak gol, menjadi sorotan karena kemampuannya menusuk dari sayap. Melawan Belgia, ia kembali menjadi momok bagi lini belakang lawan. Umpan silang dan tusukannya beberapa kali mengancam gawang Thibaut Courtois. Namun, Belgia yang diperkuat Kevin De Bruyne dan Youri Tielemans mampu menguasai penguasaan bola di babak pertama, meski gagal mencetak gol.

Babak kedua dimulai dengan Senegal unggul cepat melalui gol Ismaila Sarr. Keunggulan bertambah setelah Sarr kembali mencetak gol keduanya, membuat Senegal unggul 2-0. Iliman Ndiaye terus menjadi ancaman dengan kecepatannya, namun peluang emas Senegal gagal dimaksimalkan. Belgia yang mulai putus asa akhirnya mencetak gol pada menit ke-86 melalui Lukaku, disusul gol Tielemans di menit ke-90+2 yang memaksa perpanjangan waktu. Di masa tambahan, wasit memberikan penalti kontroversial setelah Tielemans dianggap dilanggar. Iliman Ndiaye dan rekan-rekannya protes keras, namun keputusan tetap. Tielemans sukses mengeksekusi penalti, mengirim Belgia ke babak 16 besar.

Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Senegal yang tampil impresif sepanjang turnamen. Iliman Ndiaye, yang kini berusia 24 tahun, diprediksi akan menjadi target klub-klub Eropa setelah penampilannya yang menonjol. Meski tersingkir, kontribusi Iliman Ndiaye untuk Senegal patut diacungi jempol. Ia menjadi salah satu pemain kunci dalam skema pelatih Pape Thiaw. Sementara itu, Belgia yang sempat diragukan setelah dua hasil imbang di fase grup, kini melaju dengan percaya diri. Di sisi lain, hasil ini juga menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, segalanya bisa berubah dalam hitungan menit.

Iliman Ndiaye, yang lahir di Senegal dan memilih membela negara asalnya daripada Prancis, telah menunjukkan bahwa ia layak diperhitungkan di panggung dunia. Dengan usianya yang masih muda, ia diharapkan bisa membawa Senegal meraih prestasi lebih tinggi di masa depan. Namun untuk saat ini, mimpi Senegal di Piala Dunia 2026 harus kandas. Drama di Seattle Stadium akan dikenang sebagai salah satu laga terbaik turnamen, dengan Iliman Ndiaye sebagai salah satu bintang yang bersinar meski timnya kalah.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan