Menkes Ungkap 6 Puskesmas dan 2 RSUD Rusak Berat Akibat Gempa di NTT, RSUD Nagekeo Berhenti Operasi
Suara Pecari, Nusa Tenggara Timur – Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) menyebabkan kerusakan berat pada sejumlah fasilitas kesehatan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, enam puskesmas dan dua rumah sakit umum daerah (RSUD) mengalami kerusakan parah, dengan RSUD Nagekeo yang harus menghentikan operasionalnya sementara waktu.
Kerusakan Fasilitas Kesehatan Akibat Gempa
Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa dari hasil identifikasi awal, terdapat enam puskesmas yang mengalami kerusakan berat, puluhan lainnya rusak sedang, dan ratusan rusak ringan. Selain itu, dua RSUD juga mengalami kerusakan serius, dengan RSUD Nagekeo menjadi yang terdampak paling parah.
RSUD Nagekeo Berhenti Beroperasi
Kerusakan parah di RSUD Nagekeo memaksa rumah sakit tersebut untuk menghentikan pelayanan. Kondisi ini memicu langkah cepat pemerintah untuk mengirim rumah sakit lapangan berupa tenda guna memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan bagi masyarakat terdampak.
Rumah sakit lapangan ditargetkan tiba dalam satu hingga dua hari ke depan dan dibangun segera agar dapat melayani pasien. Penutupan RSUD Nagekeo juga berdampak pada penanganan pasien kritis, termasuk ibu hamil yang membutuhkan perawatan intensif.
Upaya Evakuasi Pasien Kritis
Contohnya, seorang ibu hamil dengan komplikasi berat di Nagekeo tidak bisa langsung dirujuk ke rumah sakit lain karena jarak dan kondisi jalan yang terputus akibat gempa. RSUD terdekat adalah RSUD Borong yang berjarak dua jam perjalanan, sedangkan Rumah Sakit Komodo berjarak empat jam.
Pemerintah bersama pemerintah daerah melakukan koordinasi untuk membuka akses evakuasi. Pasien berhasil dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Borong sekitar pukul 03.00 WIB dan diperkirakan tiba pagi hari untuk mendapatkan penanganan medis.
Kronologi dan Dampak Gempa di NTT
Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Nagekeo pada Sabtu pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa berlokasi sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo pada kedalaman 15 kilometer. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk beberapa wilayah termasuk NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Berdasarkan data sementara dari BNPB per Sabtu pukul 18.48 WIB, korban jiwa tercatat di beberapa kabupaten, antara lain:
- 24 orang di Kabupaten Manggarai
- 17 orang di Manggarai Timur
- 3 orang di Sikka
- 1 orang di Ngada
- 1 orang di Ende
Petugas terus melakukan evakuasi dan memberikan perawatan medis kepada korban luka-luka.
Upaya Pemerintah Menangani Dampak Gempa
Pemerintah pusat bersama daerah terus berupaya memastikan pelayanan kesehatan dan evakuasi korban berjalan dengan maksimal meskipun fasilitas kesehatan mengalami kerusakan. Pengiriman rumah sakit lapangan menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan medis masyarakat terdampak gempa.
Koordinasi antarinstansi juga diintensifkan untuk membuka akses jalan yang terputus agar evakuasi dan distribusi bantuan dapat berjalan lancar.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










