Pemkab Nias Barat Ikut Pekan Raya Sumatera Utara ke-50 di Medan
Pembukaan PRSU ke-50: Momentum Emas Kolaborasi Daerah
Suara Pecari, Medan, 7 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Nias Barat menunjukkan komitmennya dalam mempromosikan potensi daerah dengan berpartisipasi dalam Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 yang digelar di Kompleks PRSU Medan. Acara yang berlangsung meriah ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, B.Sc., yang membacakan sambutan Gubernur Sumatera Utara. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa PRSU telah bertransformasi selama lima dekade menjadi etalase pembangunan sekaligus ruang strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi, mendorong investasi, serta mempromosikan potensi daerah. Mengusung tema ‘Harmoni Emas, Kolaborasi Tradisi, Bangkitkan Inspirasi’, PRSU diharapkan menjadi simbol persatuan dalam keberagaman sekaligus mencerminkan semangat membawa Sumatera Utara menjadi daerah yang semakin maju dan berdaya saing.
Kehadiran Bupati Nias Barat, Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., M.M., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Nias Barat, Ny. Elvita Eliyunus Waruwu, menjadi bukti nyata keseriusan daerah kepulauan ini dalam menggaet investor dan memperkenalkan kekayaan budaya serta produk unggulan. Bupati Eliyunus Waruwu menyatakan, ‘Partisipasi kami di PRSU ini adalah langkah strategis untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal Nias Barat, sekaligus memperkuat jejaring dengan pemerintah provinsi dan pelaku bisnis.’
Sejarah dan Transformasi PRSU: Lima Dekade Etalase Pembangunan
Pekan Raya Sumatera Utara pertama kali digelar pada tahun 1976 sebagai pameran pembangunan daerah. Selama 50 tahun, PRSU telah menjadi agenda tahunan yang dinanti, tidak hanya oleh warga Sumatera Utara tetapi juga oleh wisatawan dan investor dari berbagai daerah. Transformasi PRSU dari sekadar pameran produk menjadi ajang promosi investasi dan pariwisata terpadu mencerminkan dinamika pembangunan daerah. Tahun ini, tema ‘Harmoni Emas’ dipilih untuk menandai setengah abad perjalanan PRSU, yang diharapkan mampu membangkitkan inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus berinovasi.
Data menunjukkan bahwa PRSU tahun-tahun sebelumnya berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumatera Utara hingga 15% dan mendorong pertumbuhan sektor UMKM. Misalnya, pada PRSU 2025, transaksi yang terjadi mencapai Rp 50 miliar dengan partisipasi lebih dari 500 UMKM. Hal ini menjadi acuan bagi penyelenggaraan tahun ini yang menargetkan transaksi lebih tinggi dan partisipasi yang lebih luas.
| Tahun | Jumlah Pengunjung | Transaksi (Rp) | Jumlah UMKM |
|---|---|---|---|
| 2025 | 500.000 | 50 Miliar | 500 |
| 2026 (Target) | 600.000 | 75 Miliar | 600 |
Partisipasi Nias Barat: Pamerkan Potensi Daerah
Kabupaten Nias Barat, yang terkenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya, memanfaatkan PRSU sebagai ajang untuk mempromosikan sektor pariwisata, produk kerajinan khas, dan komoditas unggulan seperti kopi robusta, cengkeh, dan hasil laut. Dalam stan pameran yang didesain dengan nuansa tradisional, pengunjung dapat menikmati tarian daerah, mencicipi kuliner khas, serta berinteraksi langsung dengan perajin lokal. Bupati Eliyunus Waruwu menambahkan, ‘Kami optimis bahwa melalui PRSU, Nias Barat akan semakin dikenal, dan ini akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan serta investasi di daerah kami.’
Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Nias Barat juga menjalin komunikasi dengan beberapa investor potensial yang tertarik mengembangkan sektor perikanan dan pariwisata bahari. Salah satu investor asal Medan menyatakan minatnya untuk membangun resort di Pantai Sorake yang terkenal sebagai spot selancar kelas dunia.
Dukungan Pemerintah Provinsi dan Komitmen Investasi
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor pariwisata, UMKM, dan sport tourism. Wakil Gubernur Surya menyebutkan bahwa sektor-sektor ini telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, serta penciptaan lapangan kerja. ‘Kami terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mempercepat pembangunan daerah yang inklusif serta berkelanjutan,’ ujarnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program, seperti penyederhanaan perizinan, insentif fiskal bagi investor, dan pengembangan infrastruktur pendukung pariwisata. Selain itu, pemerintah provinsi juga mendorong sinergi antara pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi masing-masing daerah.
Kehadiran Tokoh Nasional dan Internasional
Acara pembukaan PRSU ke-50 turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum HIPMI, Ade Jona Prasetyo; perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif, Nyoman Permata Hati; Exco Perdagangan dan Perpaduan Masyarakat Pulau Pinang, Gooi Zi Sen; serta para konsul jenderal dan konsul negara-negara sahabat. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa PRSU tidak hanya menjadi ajang lokal, tetapi juga telah menarik perhatian internasional. Ade Jona Prasetyo dalam sambutannya menyatakan, ‘PRSU adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.’
Jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, unsur Forkopimda, BUMN/BUMD, pimpinan instansi vertikal, kepala daerah se-Sumatera Utara, Ketua TP PKK kabupaten/kota, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda juga turut memeriahkan acara. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan PRSU sebagai agenda strategis daerah.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat Nias Barat
Partisipasi Nias Barat dalam PRSU diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat setempat, terutama dalam hal peningkatan ekonomi dan promosi budaya. Beberapa dampak yang diantisipasi antara lain:
- Peningkatan Penjualan Produk Lokal: Produk UMKM Nias Barat seperti tenun ikat, anyaman, dan kopi mendapatkan akses pasar yang lebih luas.
- Eksposur Pariwisata: Destinasi wisata seperti Pantai Sorake, Pulau Asu, dan tradisi lompat batu semakin dikenal.
- Peluang Investasi: Minat investor terhadap sektor perikanan dan pariwisata di Nias Barat meningkat, membuka lapangan kerja baru.
- Penguatan Identitas Budaya: Pertunjukan tari tradisional dan pameran budaya memperkuat identitas Nias Barat di mata nasional dan internasional.
Selain itu, keterlibatan Ketua TP PKK Ny. Elvita Eliyunus Waruwu dalam acara ini juga menjadi ajang untuk mempromosikan program pemberdayaan perempuan dan keluarga di Nias Barat. Program seperti ‘Kampung Keluarga Berkualitas’ dan pelatihan keterampilan bagi ibu rumah tangga turut dipamerkan di stan PKK.
Penutup: Harmoni Emas Menuju Masa Depan
Di tengah gemerlap PRSU ke-50, partisipasi Nias Barat menjadi cerminan semangat ‘Harmoni Emas’ yang diusung tahun ini. Bukan sekadar pameran, PRSU adalah panggung bagi daerah-daerah untuk saling belajar, berkolaborasi, dan menginspirasi. Bagi Nias Barat, langkah kecil ini adalah lompatan besar menuju kemandirian ekonomi dan pengakuan akan kekayaan budaya yang dimiliki. Dengan dukungan pemerintah provinsi dan antusiasme masyarakat, bukan tidak mungkin Nias Barat akan menjadi salah satu destinasi unggulan Sumatera Utara dalam beberapa tahun ke depan. PRSU ke-50 telah membuka pintu; kini tinggal bagaimana Nias Barat dan daerah lainnya memanfaatkan peluang ini untuk membangun masa depan yang lebih gemilang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










