PLN ULP Menggala Salurkan Dana Zakat untuk Lansia dan Dhuafa: Wujud Kepedulian Sosial yang Berkelanjutan

PLN ULP Menggala Salurkan Dana Zakat untuk Lansia dan Dhuafa: Wujud Kepedulian Sosial yang Berkelanjutan

Suara Pecari, Pada Senin, 6 Juli 2026, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Menggala kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat tidak hanya melalui layanan kelistrikan, tetapi juga melalui aksi sosial yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, ULP Menggala menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga lanjut usia (lansia) dan keluarga dhuafa di sekitar wilayah kerjanya. Bantuan ini berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah para pegawai Muslim PLN yang dihimpun dan dikelola secara amanah oleh YBM PLN.

Latar Belakang Program Zakat PLN

Program penyaluran zakat melalui YBM PLN bukanlah kegiatan insidental. YBM PLN merupakan lembaga amil zakat resmi yang didirikan oleh PLN untuk mengelola dana zakat, infak, dan sedekah dari seluruh pegawai Muslim PLN. Dana tersebut kemudian disalurkan dalam berbagai program, mulai dari bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. Di ULP Menggala, program ini telah berjalan secara rutin setiap tahun, dengan sasaran prioritas adalah kelompok rentan seperti lansia dan dhuafa di wilayah Tulang Bawang dan sekitarnya.

Manager PLN ULP Menggala, Tatas Ardhy Prihanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen YBM PLN dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program sosial kemanusiaan yang berkelanjutan. “Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para pegawai PLN, kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Nilainya mungkin tidak besar, namun kami ingin menghadirkan kepedulian dan semangat berbagi. Kami berharap kehadiran PLN tidak hanya dirasakan melalui layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Tatas.

Penyaluran Bantuan: Tepat Sasaran dan Langsung

Dalam kegiatan tersebut, PLN ULP Menggala menyalurkan bantuan berupa uang tunai yang diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan sehari-hari para lansia dan keluarga dhuafa. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh insan PLN ULP Menggala kepada para penerima manfaat. Hal ini untuk memastikan bahwa bantuan diterima tepat sasaran dan sekaligus menjadi momen silaturahmi antara pegawai PLN dengan masyarakat.

Berikut adalah rincian penerima manfaat dan jenis bantuan yang disalurkan:

Kelompok PenerimaJumlah PenerimaBentuk BantuanLokasi
Lansia25 orangUang tunai Rp500.000Kecamatan Banjar Margo
Keluarga Dhuafa30 keluargaUang tunai Rp400.000Kecamatan Banjar Margo dan sekitarnya

Total dana yang disalurkan dalam kegiatan ini mencapai Rp25.000.000, yang berasal dari himpunan zakat, infak, dan sedekah pegawai PLN ULP Menggala selama periode tertentu.

Dampak Bagi Penerima Manfaat

Salah seorang penerima manfaat, Ibu Nengsih, warga Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, yang sehari-hari berprofesi sebagai guru mengaji, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Menurutnya, perhatian dari YBM PLN memberikan semangat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada YBM PLN ULP Menggala atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga seluruh pegawai PLN selalu diberikan kesehatan, kelancaran dalam bekerja, dan PLN semakin maju sehingga dapat terus berbagi manfaat kepada masyarakat,” ungkap Ibu Nengsih.

Kisah Ibu Nengsih hanyalah satu dari sekian banyak penerima yang merasakan langsung dampak program ini. Bantuan tunai yang diterima dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok, membayar listrik, atau keperluan mendesak lainnya. Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat pasca-pandemi, kehadiran bantuan sosial seperti ini menjadi oase yang menyejukkan.

Kronologi dan Pelaksanaan

Kegiatan penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari rangkaian program Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H yang dilaksanakan oleh YBM PLN di berbagai wilayah. Berikut adalah kronologi singkat pelaksanaan di ULP Menggala:

  • Pengumpulan dana: Sepanjang bulan Ramadhan 1447 H (Maret-April 2026), pegawai PLN ULP Menggala secara rutin menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui YBM PLN.
  • Verifikasi penerima: Tim YBM PLN ULP Menggala berkoordinasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk mendata lansia dan keluarga dhuafa yang layak menerima bantuan.
  • Penyaluran: Pada Senin, 6 Juli 2026, bantuan diserahkan secara langsung kepada 55 penerima manfaat di dua lokasi berbeda di Kecamatan Banjar Margo.
  • Monitoring dan evaluasi: YBM PLN akan memantau penggunaan dana dan dampaknya melalui kunjungan lanjutan.

Implikasi dan Makna Lebih Luas

Program zakat PLN tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga memiliki implikasi yang lebih luas. Pertama, program ini memperkuat citra PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga peduli pada kesejahteraan sosial. Kedua, pengelolaan dana zakat secara profesional dan transparan oleh YBM PLN menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk mengelola dana sosial secara amanah. Ketiga, program ini membantu pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial bagi kelompok rentan.

Dari sisi pegawai, program ini juga menjadi sarana untuk menunaikan kewajiban zakat dan berbagi rezeki dengan sesama. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai keagamaan yang dianut mayoritas pegawai PLN. Selain itu, kegiatan penyaluran langsung juga mempererat hubungan antara pegawai PLN dengan masyarakat sekitar, sehingga tercipta rasa kebersamaan dan saling mendukung.

Komitmen Berkelanjutan

PLN ULP Menggala berkomitmen untuk melanjutkan program sosial ini secara berkelanjutan. Ke depan, YBM PLN ULP Menggala berencana untuk memperluas sasaran penerima manfaat, tidak hanya lansia dan dhuafa, tetapi juga anak yatim, penyandang disabilitas, dan masyarakat yang terdampak bencana. Selain itu, program pemberdayaan ekonomi seperti pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha juga sedang dirancang untuk membantu penerima manfaat agar dapat mandiri secara ekonomi.

“Kami tidak ingin hanya memberi bantuan yang sifatnya konsumtif. Ke depan, kami akan mengembangkan program yang lebih produktif, sehingga masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan,” ujar Tatas.

Di tengah tantangan ekonomi global dan ketidakpastian, kehadiran program-program sosial seperti ini menjadi bukti bahwa solidaritas dan kepedulian masih menjadi kekuatan bangsa. PLN ULP Menggala telah menunjukkan bahwa perusahaan dapat menjadi agen perubahan sosial yang positif, tidak hanya melalui layanan utama, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Bagi Ibu Nengsih dan puluhan penerima manfaat lainnya, bantuan ini bukan sekadar uang, melainkan secercah harapan dan pengingat bahwa mereka tidak sendirian. Di balik setiap rupiah yang disalurkan, ada doa dan semangat berbagi dari para pegawai PLN yang tulus ingin memberikan yang terbaik bagi negeri.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *