Musyrif Diny Sarankan Jemaah Haji Minimalkan Penggunaan Handphone di Arafah
Suara Pecari | Makkah – Musyrif Diny KH Abdullah Kafabihi Mahrus memberikan imbauan kepada jemaah haji untuk mengurangi penggunaan handphone saat melaksanakan wukuf di Arafah. Hal ini dilakukan agar jemaah dapat lebih fokus dalam beribadah pada waktu yang dianggap mustajab tersebut.
Kiai Kafabihi meminta agar jemaah tidak menggunakan handphone mulai pukul dua belas siang hingga waktu maghrib. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan waktu wukuf di Arafah untuk memperbanyak doa, zikir, dan membaca selawat. Menurutnya, penggunaan handphone yang berlebihan dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.
“Yaumul Arafah itu sebaiknya digunakan dengan sebaik-baiknya untuk berdoa, berdzikir, atau membaca sholawat,” ungkap Kiai Kafabihi dalam keterangan tertulisnya. Ia menjelaskan bahwa Arafah merupakan tempat dan waktu yang memiliki keutamaan dalam berdoa, sehingga jemaah diharapkan memaksimalkan kesempatan ini untuk bermunajat kepada Allah SWT.
Kiai Kafabihi menambahkan, meskipun komunikasi penting, jemaah diharapkan untuk tidak melakukan panggilan video selama berada di Arafah. Namun, ia memperbolehkan keluarga di Indonesia untuk mengamini doa yang dipanjatkan jemaah melalui sambungan komunikasi.
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah terus mematangkan persiapan puncak ibadah haji di Armuzna. Menurut informasi yang diperoleh, kesiapan fasilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina telah mencapai 95 persen. Kepala Satuan Operasi Armuzna PPIH Arab Saudi 2026, Surnadi, memastikan bahwa seluruh tenda jemaah sudah selesai dipasang dan fasilitas penunjang di dalam tenda telah disiapkan untuk mendukung kenyamanan jemaah selama puncak ibadah haji.
Dengan persiapan yang matang dan imbauan untuk meminimalkan gangguan dari teknologi, diharapkan jemaah dapat menjalani momen wukuf di Arafah dengan penuh khusyuk dan fokus dalam beribadah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












