Lima Pesan Keagamaan untuk Jemaah Haji Menjelang Puncak Ibadah
Suara Pecari | Jemaah haji Indonesia diimbau untuk mempersiapkan diri menjelang puncak ibadah haji yang akan berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah RI, Prof Asrorun Niam Sholeh, menyampaikan lima pesan penting yang harus diperhatikan oleh setiap jemaah.
Niam mengajak jemaah untuk meningkatkan ibadah mereka dengan memperbanyak dzikir, munajat, dan salat berjamaah selama berada di Tanah Suci. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan transportasi yang ada untuk mencapai Masjidil Haram, sehingga semua jemaah dapat melaksanakan ibadah secara bersama-sama.
Selanjutnya, Niam mengingatkan bahwa Tanah Haram tidak hanya terbatas pada Masjidil Haram saja, melainkan juga mencakup seluruh kawasan tempat tinggal jemaah yang memiliki keistimewaan tersendiri. Oleh karena itu, penting bagi jemaah untuk memahami manasik haji dengan baik sebelum melakukan rangkaian ibadah.
Ia menekankan, jemaah tidak boleh berangkat ke Tanah Suci tanpa dilengkapi dengan pengetahuan yang cukup mengenai manasik haji. Hal ini penting agar ibadah haji yang dijalankan memenuhi syarat, rukun, dan ketentuan keagamaan dengan benar dan teratur.
Niam juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci dengan mengonsumsi makanan yang sehat, beristirahat dengan cukup, dan menjaga pikiran tetap tenang. Ia menekankan agar jemaah tidak memforsir tenaga menjelang pelaksanaan ibadah puncak yang dimulai dari 8 hingga 13 Dzulhijjah.
Selain itu, ia meminta jemaah untuk mendoakan kelancaran ibadah mereka, serta kesejahteraan keluarga dan bangsa Indonesia. Harapannya, para pemimpin bangsa dapat memimpin dengan bijaksana dan membawa kemajuan bagi seluruh rakyat.
Pesan terakhir yang disampaikan oleh Niam adalah agar jemaah menjadikan ibadah haji sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan kehidupan sosial. Ia menyatakan bahwa etos haji mencerminkan nilai-nilai kesetaraan, kebersamaan, kejujuran, dan kerja keras.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












