Kemenhaj Siapkan Skema Armuzna untuk Kelancaran Puncak Haji
Suara Pecari | Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah mematangkan skema Armuzna untuk menjamin pelayanan dan mobilitas jemaah haji berlangsung dengan baik. Fase puncak ibadah haji yang terdiri dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina memerlukan pengaturan yang berbasis pada mitigasi kepadatan, agar pergerakan jemaah dapat dilakukan dengan tertib.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyatakan bahwa Armuzna merupakan fase yang paling krusial dalam pelaksanaan ibadah haji. Disiplin dalam mengikuti jadwal dan kepatuhan terhadap arahan petugas ditandaskan sebagai faktor penting dalam kelancaran mobilitas jemaah. Untuk itu, Kemenhaj telah membentuk Satuan Operasional Armuzna yang bertugas memastikan pergerakan jemaah berlangsung secara bertahap dan terukur.
Maria mengungkapkan, “Pengaturan mobilitas, disiplin jadwal, dan kesiapan fisik jemaah menjadi hal yang sangat vital.” Hingga saat ini, sebanyak 481 kloter dan 186.041 jemaah telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Dari jumlah itu, 472 kloter dengan 182.332 jemaah telah tiba di Makkah bersama 1.888 petugas pendamping.
Pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah dijadwalkan dimulai pada hari Senin, 25 Mei 2026, dengan tiga gelombang keberangkatan yang berbeda. Seluruh jemaah ditargetkan sudah berada di Arafah sebelum pukul 24.00 waktu Arab Saudi. Maria mengingatkan agar jemaah tidak menunggu di lobi hotel sebelum waktu keberangkatan yang ditentukan oleh petugas.
Selama pelaksanaan wukuf di Arafah yang berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026, antara pukul 10.00-13.00 waktu setempat, jemaah akan diberangkatkan menuju Muzdalifah setelah waktu magrib, sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina sesuai dengan skema yang telah ditentukan. Maria juga menekankan agar jemaah tidak memaksakan diri jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan.
Maria menambahkan bahwa kesuksesan dari skema Armuzna tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas, tetapi juga pada kedisiplinan jemaah dalam menjaga jadwal dan kekompakan rombongan. Penghematan tenaga juga menjadi faktor penting dalam menjalani ibadah haji dengan baik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












