Ditha Pihastika: Peran Penting dalam Melayani Jemaah Lansia Haji
Suara Pecari | Di bandara Jeddah, Ditha Pihastika terlihat sibuk menyambut jemaah lansia yang baru tiba dari Indonesia. Dengan senyuman dan sapaan hangat, perempuan asal Ambon ini berperan sebagai petugas layanan bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Setiap hari, ia mendampingi jemaah setelah perjalanan panjang, berusaha memastikan kenyamanan mereka di tengah kesibukan bandara. Ditha memeriksa satu per satu kondisi jemaah, memastikan bahwa mereka bersih dan nyaman, serta dilengkapi dengan kursi roda, diapers, dan obat-obatan yang diperlukan.
“Assalamualaikum, Ibu, bagaimana kabarnya hari ini? Sehat selalu setelah perjalanan panjang,” ucap Ditha kepada salah satu jemaah. Sapaan ini sering kali menjadi awal percakapan yang menyentuh, membuat banyak jemaah merasa lebih tenang dan diperhatikan.
Ditha mengungkapkan bahwa ia sering membujuk jemaah untuk mengganti diapers yang basah. Banyak dari mereka yang ragu untuk mengganti, meskipun kenyataannya sudah merasa tidak nyaman. “Kadang mereka bilang belum perlu diganti. Setelah saya periksa, pakaian mereka ternyata sudah basah,” jelasnya.
Tak pernah terbayang oleh Ditha untuk bertugas merawat lansia di Tanah Suci. Pengalaman ini didapat setelah mengikuti pelatihan intensif di Asrama Haji Pondok Gede, yang mengajarkan cara mendampingi lansia dengan sabar dan teliti. Sejak awal seleksi petugas, ia memilih untuk fokus pada layanan lansia karena merasa memiliki hubungan emosional yang mendalam dengan mereka.
Mengingat neneknya yang sudah wafat sebelum sempat berhaji, Ditha merasa seolah sedang merawat neneknya melalui jemaah yang dilayaninya. “Saya melihat mereka seperti nenek sendiri. Saya merasa sedang merawat beliau melalui para jamaah,” tuturnya dengan penuh haru.
Kenangan terhadap sang nenek membuat pekerjaan Ditha terasa lebih bermakna. Ia sering kali menahan tangis ketika melihat jemaah yang kelelahan. Di sela-sela tugas fisiknya, Ditha juga tidak lupa memanjatkan doa agar para jemaah lansia dapat menyempurnakan seluruh rangkaian ibadah haji mereka.
Rekan-rekannya memanggilnya “Nona Ambon” karena keramahan dan ketelatenannya dalam melayani jemaah. Julukan tersebut menjadi identitas yang melekat pada Ditha selama bertugas di bandara Arab Saudi.
Bagi Ditha, melayani jemaah lansia bukan hanya sekadar pekerjaan musiman. Ia percaya bahwa pelayanan kecil dapat menjaga martabat jemaah lansia di Tanah Suci, dan ia berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam setiap interaksi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.
















