Haikal Hassan Apresiasi Visi 2030 Arab Saudi, Tawarkan Peluang Kerja Sama dengan Indonesia

Haikal Hassan Apresiasi Visi 2030 Arab Saudi, Tawarkan Peluang Kerja Sama dengan Indonesia

Suara Pecari | Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hassan memberikan pujian terhadap Visi 2030 Arab Saudi yang digagas oleh Pangeran Mohammed bin Salman. Menurutnya, visi tersebut membuka kesempatan bagi Indonesia dan Arab Saudi untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang, terutama dalam industri fesyen muslim.

Haikal menyatakan bahwa Indonesia telah meraih predikat sebagai negara nomor satu dalam fashion halal pada tahun lalu. Kerja sama di bidang fesyen ini diharapkan dapat terjalin lebih erat dengan Arab Saudi, yang merupakan pusat perhatian dalam dunia halal.

Selain fesyen, Haikal juga menyoroti potensi kerja sama di sektor pariwisata. Ia menjelaskan bahwa Visi 2030 mencakup upaya untuk mengubah Arab Saudi menjadi destinasi wisata yang menarik, tidak hanya terbatas pada kota-kota suci seperti Mekkah dan Madinah, tetapi juga kota-kota lain yang dapat melayani kebutuhan wisatawan.

Baca juga:

“Visi dari Pangeran MBS sangat luar biasa, dengan tujuan menjadikan Arab Saudi sebagai destinasi wisata yang beragam, bukan hanya untuk ibadah,” ungkap Haikal, menambahkan bahwa Arab Saudi bisa menjadi alternatif bagi para pelancong yang biasa mengunjungi Dubai.

Dalam konteks kerja sama, BPJPH telah menandatangani nota kesepahaman dengan Halal Saudi Center (HSC) untuk mengatur empat bidang utama, yaitu makanan, minuman, obat, dan kosmetik. Kerja sama ini diharapkan dapat memastikan bahwa semua produk yang masuk ke kedua negara memenuhi standar halal yang tinggi.

Baca juga:

“Dengan adanya Mutual Recognition Agreement, produk yang dinyatakan halal di Saudi akan diakui halal di Indonesia, dan sebaliknya,” jelas Haikal. Ia menekankan bahwa Saudi Arabia dikenal sebagai pemimpin dalam kualitas produk halal.

Visi 2030 Arab Saudi dirancang untuk mendiversifikasi ekonomi dan memberdayakan masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang mendukung investasi lokal dan internasional. Rencana ini dilaksanakan dalam beberapa fase yang bertujuan untuk mencapai transformasi yang berkelanjutan di berbagai sektor.

Baca juga:

Fase pertama berfokus pada pembentukan dasar dan reformasi struktural, sedangkan fase kedua mempercepat upaya dan investasi di sektor-sektor kunci. Fase ketiga akan berorientasi pada mempertahankan dampak serta memanfaatkan peluang baru yang muncul.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, diharapkan hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi dapat semakin erat, membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih luas di masa depan.

Baca juga:

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan