PPIH Siapkan Tim Khusus Antisipasi Risiko Jemaah Rentan di Mina
Suara Pecari | Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah membentuk tim khusus untuk mengantisipasi risiko kepadatan jemaah selama fase Armuzna di Mina. Fokus utama tim ini adalah pada jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki risiko kesehatan.
Koordinator Satuan Operasional Armuzna, Harun Arrasyid Usman, menginformasikan bahwa personel tim dikirim lebih awal ke Mina untuk memastikan kesiapan mereka saat jemaah tiba. Dengan tidak melalui Arafah terlebih dahulu, petugas dapat menjaga stamina dan kesiapan dalam menghadapi lonjakan pergerakan jemaah.
Tim ini akan bertugas memantau alur kedatangan jemaah dari Muzdalifah menuju Jamrah Aqobah, serta melakukan pengawasan terhadap jemaah yang menggunakan skema murur. Harun menekankan bahwa fase kedatangan jemaah merupakan titik paling rawan, di mana kepadatan dan kelelahan fisik dapat meningkatkan risiko gangguan keselamatan.
Sebagian besar jemaah Indonesia akan ditempatkan di Zona 3 dan Zona 5 Mina, yang tersebar di 61 maktab sekitar Terowongan Muaisim. Terowongan ini diproyeksikan menjadi jalur utama arus jemaah menuju tenda, dengan jarak tempuh pulang-pergi sekitar 4,5 kilometer.
PPIH juga mengimbau agar jemaah tidak berpindah lantai setelah melakukan lempar jumrah. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi penumpukan massa di Jamarat. Pelaksanaan lempar jumrah akan diprioritaskan melalui lantai tiga, dan jemaah diminta untuk mengikuti jalur kembali sesuai dengan arahan petugas.
Pengaturan arus jemaah menjadi faktor kunci dalam menjaga keselamatan selama puncak haji. PPIH mengharapkan kepatuhan jemaah terhadap arahan petugas dapat mendukung kelancaran pergerakan dan meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.
















