Petani Banyuwangi Mengalami Kenaikan Pendapatan Berkat Harga Gabah yang Tinggi dan Diskon Pupuk

Suara Pecari |

Menteri Koordinasi Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, baru-baru ini melakukan pertemuan dengan para petani di Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Dalam pertemuan tersebut, Zulhas memastikan bahwa petani mendapatkan pupuk dengan harga wajar dan gabahnya dibeli dengan harga standar pemerintah.

Menurut Zulhas, kondisi para petani saat ini membaik dibanding sebelumnya dari sisi ekonomi. Hal ini terlihat dari nilai tukar petani yang bisa bertahan di angka 125,24 berdasarkan data Badan Pusat Statistik Nasional.

Baca juga:

Para petani di Kecamatan Rogojampi juga mengaku bahwa mereka bisa menjual beras mereka dengan harga layak dan mendapat pupuk dengan harga lebih terjangkau. Ketua Kelompok Tani Desa Watukebo, Muhammad Saidi, mengatakan bahwa pasokan pupuk kepada para petani terbilang lancar hingga saat ini.

Baca juga:

Saidi juga menyebutkan bahwa harga gabah juga bagus, dengan adanya Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebagai harga patokan. Menurutnya, petani kini sudah tersenyum karena tidak ada lagi yang menjual gabah di bawah harga Rp 6.500 per kilogram yang ditetapkan oleh pemerintah.

Baca juga:

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan bahwa penebusan pupuk subsidi di wilayah Jawa Timur telah mencapai 50 persen. Hal ini menunjukkan bahwa penyaluran pupuk subsidi berjalan lancar.

Baca juga:

Dengan kondisi yang membaik, para petani di Banyuwangi optimis bahwa mereka bisa meningkatkan produksi dan pendapatan mereka. Mereka berharap bahwa harga gabah dan pupuk tetap stabil dan terjangkau, sehingga mereka bisa terus menjalankan usaha pertanian dengan baik.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan