Prabowo Subianto Umumkan Peluncuran Motor Listrik Nasional, Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi

Prabowo Subianto Umumkan Peluncuran Motor Listrik Nasional, Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi

Suara Pecari, Presiden RI Prabowo Subianto kembali mencuri perhatian publik dengan serangkaian pengumuman strategis di bidang energi, pangan, dan industri dalam negeri. Dalam kunjungan kerjanya ke Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (18/7/2026), Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia sebentar lagi akan memiliki motor listrik nasional buatan anak bangsa. “Sebentar lagi kita sudah punya motor nasional. Saya akan launching beberapa minggu ini motor listrik nasional,” ujar Prabowo Subianto di hadapan para petani dan jajaran TNI.

Motor listrik nasional tersebut direncanakan akan diproduksi di dalam negeri dan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama petani, untuk mendukung aktivitas sehari-hari. “Saya berharap nanti petani-petani kita minimal naik motor listrik ya. Malah siapa tahu ada yang pakai mobil semua nanti,” tambah Prabowo Subianto. Selain motor listrik, ia juga mengisyaratkan akan segera hadir mobil nasional yang telah digunakan oleh TNI dan Polri dalam bentuk kendaraan Jeep buatan putra-putri Indonesia.

Rencana ini disambut positif oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli). Ketua Umum Aismoli Budi Setiyadi menyatakan kesiapan untuk berkontribusi jika diminta. “Kita kan hanya asosiasi. Kalau diminta bantu, siap dan dukung sepenuhnya,” ujar Budi. Meski begitu, ia mengaku belum mengetahui detail spesifikasi motor listrik nasional yang dimaksud oleh Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo Subianto juga meninjau hilirisasi bioetanol di PTPN I sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional. Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, menjelaskan bahwa pihaknya memproduksi bioetanol dari tetes tebu dengan kapasitas 100 kiloliter per hari. Bioetanol tersebut digunakan sebagai campuran bahan bakar Pertamax Green 95, serta bahan baku kosmetik, farmasi, dan pupuk hayati. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” tegas Prabowo Subianto.

Di tengah gebrakan kebijakan ini, nama Prabowo Subianto juga melekat pada fenomena sosial yang unik. Seorang bayi laki-laki di Wonosobo, Jawa Tengah, diberi nama Muhammad MBG Subianto oleh orangtuanya sebagai bentuk apresiasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kekaguman pada Presiden. Meski nama tersebut sempat bermasalah secara administrasi, Disdukcapil setempat telah memberikan solusi agar tetap tercatat resmi.

Sementara itu, di ranah hukum, nama Prabowo Subianto kembali disebut oleh kuasa hukum Hotman Paris Hutapea dalam kasus yang menimpa mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Hotman mempertanyakan proses penetapan tersangka yang menurutnya tidak melalui izin Presiden. “Bayangin orang yang kebanggaannya presiden tiba-tiba dikriminalisasi bahkan tanpa pamit sama Presiden,” ujar Hotman. Pernyataan ini menambah dinamika politik di sekitar pemerintahan Prabowo Subianto.

Kesimpulannya, langkah Prabowo Subianto dalam mendorong motor listrik nasional, hilirisasi energi, dan ketahanan pangan menunjukkan visi kemandirian bangsa. Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat mewujudkan target tersebut dalam waktu dekat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *