Sonam Wangchuk Memasuki Hari ke-20 Mogok Makan, Dokter Peringatkan Gagal Organ
Suara Pecari, Sebuah vidio yang beredar di media sosial pada Kamis (17/7) memperlihatkan kondisi aktivis iklim Sonam Wangchuk yang semakin lemah setelah menjalani mogok makan tanpa batas waktu di Jantar Mantar, Delhi, sejak 28 Juni lalu. Dalam vidio tersebut, Wangchuk tampak berjalan tertatih-tatih menuju kamar kecil dengan bantuan beberapa orang, termasuk pendiri Cockroach Janata Party (CJP), Abhijeet Dipke. Dipke dalam sebuah vidio pernyataan emosional bahkan mengungkapkan bahwa Wangchuk berada di ambang kematian.
Dokter yang memantau kondisi Wangchuk, Dr. Satish Lamba, mengeluarkan buletin medis terbaru yang menyebutkan bahwa Wangchuk telah kehilangan lebih dari 9 kilogram sejak memulai aksinya dan kini berat badannya hanya 56,9 kilogram. Kadar keton dalam tubuhnya mencapai level 3-plus dan meskipun sempat turun menjadi 2-plus setelah hidrasi, kadar asam urat tetap tinggi yang mengindikasikan kerusakan otot. Dokter memperingatkan bahwa Wangchuk telah memasuki fase kritis puasa berkepanjangan dan organ-organnya bisa terpengaruh jika kondisinya terus memburuk. Sebuah vidio lain yang direkam pada Jumat (18/7) justru menunjukkan Wangchuk dalam suasana hati yang agak ceria, ia berjanji akan tetap hidup hingga 20 Juli untuk berbaris menuju Parlemen dan bahkan bercanda akan kembali sebagai hantu jika aksi tersebut tidak berhasil.
Wangchuk memulai mogok makan sebagai bentuk protes terhadap Menteri Pendidikan Persatuan Dharmendra Pradhan, yang ia tuntut mundur karena serangkaian kebocoran soal ujian, termasuk NEET. Pengadilan Tinggi Delhi telah memerintahkan pemantauan kesehatan harian dan memberikan bantuan medis jika diperlukan. Namun, Wangchuk tetap teguh pada pendiriannya. Dalam sebuah vidio yang dirilis pada Rabu (16/7), ia mengatakan bahwa tes medis belum menunjukkan bahaya langsung dan ia bisa melanjutkan mogok makan selama berhari-hari lagi. Ia juga menegaskan bahwa mengakhiri mogok makan tanpa tanggapan dari pemerintah akan mengirimkan pesan yang salah.
Dukungan terhadap aksi Wangchuk terus mengalir. Ketua Menteri Jammu dan Kashmir Omar Abdullah mengkritik pemerintah pusat karena tidak berdialog dengan Wangchuk, sementara konvenor AAP Arvind Kejriwal mengunjunginya di Jantar Mantar dan menyatakan solidaritas. Asosiasi Pengacara Mahkamah Agung juga mendesak Wangchuk untuk mengakhiri mogok makannya. CJP mengklaim sekitar 150.000 orang telah mengonfirmasi partisipasi dalam pawai 20 Juli mendatang.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran akan kesehatan Wangchuk, sebuah vidio yang diunggah oleh CJP menunjukkan momen ketika Dipke memohon kepada Wangchuk untuk menghentikan mogok makannya, namun Wangchuk dengan tegas menolak. “Kamu diam saja. Jangan suruh aku berhenti mogok makan. Tanyakan mengapa pemerintah tidak mendengarkan kita,” kata Wangchuk dalam vidio tersebut.
Kisah Wangchuk mengingatkan pada perjuangan para aktivis yang rela mengorbankan kesehatan demi sebuah keyakinan. Meskipun pemerintah pusat melalui Solicitor General Tushar Mehta menyatakan tidak keberatan dengan pemeriksaan medis rutin, belum ada langkah konkret untuk memenuhi tuntutan Wangchuk. Dengan kondisi fisik yang terus menurun, waktu semakin sempit bagi pemerintah untuk merespons sebelum aksi ini berakhir tragis.
Vidio-vidio yang tersebar luas ini tidak hanya menjadi saksi bisu perjuangan Wangchuk, tetapi juga menjadi alat untuk menggalang dukungan publik. Dalam era digital, kekuatan sebuah vidio mampu menyentuh hati banyak orang dan mendorong perubahan. Semoga ada titik terang sebelum nyawa melayang sia-sia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










