Menag Nasaruddin Umar Gagas Konferensi Imam Besar Dunia dan Gerakan Nasional Verifikasi Arah Kiblat
Suara Pecari, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar kembali menunjukkan peran strategisnya dalam panggung keagamaan nasional dan internasional. Dalam sepekan terakhir, Nasaruddin Umar mengumumkan sejumlah inisiatif besar, mulai dari penyelenggaraan Konferensi Internasional Asosiasi Imam Besar hingga Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Langkah-langkah ini menegaskan komitmennya dalam memperkuat moderasi beragama dan pelayanan keagamaan di Indonesia.
Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Asosiasi Imam Besar pada bulan depan. Konferensi ini akan mempertemukan ulama terkemuka dari berbagai belahan dunia, termasuk Imam Besar Masjidil Haram Syekh Sudais yang dijadwalkan menjadi pembicara utama. Hal ini disampaikan Nasaruddin Umar saat menerima kunjungan Asisten Menteri Luar Negeri Australia, Matt Thistlethwaite, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
“Insyaallah, bulan depan kami akan menyelenggarakan Konferensi Internasional Asosiasi Imam Besar. Konferensi tersebut akan dihadiri oleh banyak ulama terkemuka dunia,” ujar Nasaruddin Umar. Menurutnya, forum dunia ini bertujuan membangun kerja sama global dalam mencegah radikalisme melalui pendekatan keilmuan dan dialog. “Salah satu tujuan penyelenggaraan konferensi internasional yang akan kami adakan adalah membangun kerja sama global untuk mencegah berkembangnya radikalisme melalui pendekatan keilmuan, dialog, dan metodologi yang telah kami kembangkan di Indonesia,” tuturnya.
Selain itu, Nasaruddin Umar juga mengajak umat Islam untuk memanfaatkan fenomena Matahari tepat di atas Ka’bah pada 15-16 Juli 2026 guna memverifikasi arah kiblat. Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 ini dinilai sebagai cara mudah, praktis, dan presisi untuk memastikan ketepatan arah kiblat di seluruh tempat ibadah dan fasilitas umum. “Saudara-saudaraku, umat Islam di seluruh Indonesia. Menghadap kiblat adalah bagian penting dalam kesempurnaan ibadah shalat kita. Oleh karena itu, Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026,” ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Senin (13/7).
Masyarakat dapat berpartisipasi dengan mendaftarkan lokasi pengukuran melalui portal https://indonesiaberkiblat.kemenag.dev. Pada waktu yang ditentukan, yaitu pukul 16.27 WIB/17.27 WITA/18.27 WIT, peserta cukup menyiapkan tongkat tegak lurus di tempat terbuka dan mengamati bayangan yang terbentuk. Garis dari ujung bayangan ke pangkal tongkat menunjukkan arah Ka’bah.
Tidak hanya itu, Nasaruddin Umar juga menegaskan pentingnya nilai kemanusiaan dalam acara Harmony in Diversity Award yang digelar di Jakarta, Rabu (15/7/2026). Penghargaan ini diberikan kepada Kardinal Orlando Beltran Quevedo atas dedikasinya dalam membangun perdamaian dan dialog antaragama di Mindanao. “Penghargaan ini menjadi inspirasi bagi semakin banyak individu dan komunitas di Asia Tenggara untuk memperkuat dialog, saling pengertian, dan harmoni,” kata Nasaruddin Umar.
Dalam kesempatan terpisah, Nasaruddin Umar juga mendorong pembentukan Forum Nasional Ikatan Alumni PTKIN sebagai langkah strategis memperkuat kontribusi alumni dalam membangun umat dan memperkokoh karakter bangsa. Ia menilai alumni PTKIN memiliki peran penting dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama.
Seluruh rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa Nasaruddin Umar terus berupaya menjadikan Indonesia sebagai contoh dalam pengelolaan keberagaman dan moderasi beragama. Dengan menggabungkan pendekatan keilmuan, dialog, dan aksi nyata, ia optimistis Indonesia dapat menjadi rujukan global dalam membangun harmoni antarumat beragama.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










