Jadi Danlanal Nias, Letkol Laut (P) Tomosa Uskarlind Larosa Siap Jalankan Amanah

Jadi Danlanal Nias, Letkol Laut (P) Tomosa Uskarlind Larosa Siap Jalankan Amanah

Suara Pecari, Nias Selatan – Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti Pendopo Bupati Nias Selatan pada Selasa, 7 Juli 2026, saat berlangsung acara pisah sambut Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Nias. Letkol Laut (P) Tomosa Uskarlind Larosa, M.Tr.Opsla., resmi memegang tongkat komando menggantikan Kolonel Laut (P) Lexy Effraim Dumais, S.E., M.Tr.Opsla., yang mendapat penugasan baru di Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, beserta istri, serta sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan personel TNI AL.

Profil Singkat Danlanal Nias Baru

Letkol Tomosa merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-49 tahun 2003. Sebelum dipercaya memimpin Lanal Nias, ia memiliki pengalaman panjang sebagai prajurit kapal perang, dengan penugasan terakhir di KRI Bung Karno-369, kapal kepresidenan TNI AL. Kapal tersebut merupakan salah satu aset vital dalam operasi dan kegiatan kenegaraan. Menariknya, beberapa bulan sebelum resmi bertugas di Nias, KRI Bung Karno-369 sempat bersandar di Pelabuhan Kota Gunungsitoli dan Teluk Dalam, Nias Selatan pada akhir Februari 2026. Saat itu, Letkol Tomosa tidak pernah membayangkan bahwa persinggahan tersebut akan menjadi awal perjalanan pengabdiannya sebagai Danlanal Nias.

Kebanggaan sebagai Putra Daerah

Letkol Tomosa menuturkan bahwa dirinya adalah orang Nias asli. Sang ayah berasal dari Desa Humene, Kota Gunungsitoli, sedangkan ibunya bermarga Buaya yang berasal dari Sogaeadu. Meski demikian, kedua orang tuanya telah lama merantau hingga akhirnya menetap di Semarang, Jawa Tengah, tempat Letkol Tomosa lahir dan dibesarkan bersama dua saudaranya. Ikatan dengan Nias juga semakin kuat melalui keluarga istrinya, Sri Madala Asni Zebua. Ayah mertuanya berasal dari Desa Tumori Saloo, Kota Gunungsitoli, sedangkan ibu mertuanya bermarga Laoli dari Desa Mado Laoli, Gunungsitoli. Dengan latar belakang tersebut, pasangan ini mengaku tetap mempertahankan identitas budaya Nias meskipun tumbuh di tanah perantauan. “Kami lahir dan besar di luar Nias, tetapi kami memahami dan bisa berbahasa Nias. Mungkin logat kami masih bercampur logat Jawa, tetapi kami tetap bangga dengan identitas sebagai orang Nias,” ujarnya.

Perjalanan Karier dan Pengalaman

Letkol Tomosa memiliki rekam jejak yang solid di TNI AL. Berikut adalah beberapa penugasan penting yang pernah diembannya:

TahunPenugasanKeterangan
2003-2008Perwira Kapal PerangBertugas di beberapa KRI, mengawali karier sebagai perwira deck.
2009-2014Komandan KRIMemimpin kapal perang dalam berbagai operasi laut.
2015-2020Staf Operasi di MabesalTerlibat dalam perencanaan operasi TNI AL.
2021-2026KRI Bung Karno-369Penugasan terakhir sebelum menjadi Danlanal Nias.

Komitmen dan Visi

Dalam sambutannya, Letkol Tomosa menyatakan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta membangun sinergi bersama seluruh elemen masyarakat di Kepulauan Nias. Ia menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas tidak dapat dicapai sendiri, melainkan membutuhkan dukungan, koordinasi, dan kolaborasi dari seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta masyarakat luas. “Kami tidak pernah merencanakan, tidak pernah berharap, apalagi meminta penugasan ini. Namun ternyata Tuhan memberikan amanah untuk memimpin Lanal Nias dan kami sangat bersyukur atas kepercayaan tersebut,” ungkapnya.

Rencana Strategis

Beberapa prioritas yang akan dijalankan Letkol Tomosa antara lain:

  • Meningkatkan keamanan wilayah perairan Kepulauan Nias melalui patroli rutin dan kerja sama dengan instansi terkait.
  • Mendukung pembangunan daerah dengan mengoptimalkan peran Lanal Nias sebagai motor penggerak ekonomi maritim.
  • Memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, dan tokoh masyarakat untuk menciptakan stabilitas keamanan.
  • Membuka ruang komunikasi yang luas dengan seluruh pemangku kepentingan di Kepulauan Nias.

Keluarga dan Harapan

Di balik perjalanan karier militernya, Letkol Tomosa mengaku memiliki kerinduan sederhana, yakni dapat tinggal bersama keluarga. Selama bertahun-tahun bertugas di kapal perang, waktu berkumpul bersama istri dan putrinya sangat terbatas karena tuntutan operasi di laut. Putrinya, Natatia Larosa, yang kini berusia 13 tahun dan akan duduk di kelas 2 SMP, rencananya akan ikut pindah ke Nias. Keluarga telah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memproses perpindahan dari SMP Domenico Savio Semarang ke SMP Bintang Laut di Nias Selatan agar keluarga dapat kembali tinggal dalam satu rumah. “Selama 13 tahun usia anak kami, kesempatan berkumpul bersama dalam satu rumah dengan saya hanya sekitar satu tahun satu bulan ketika saya bertugas di Lanal Semarang. Penugasan di Nias menjadi kesempatan yang sangat kami syukuri untuk kembali berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.

Dampak dan Implikasi

Pergantian Danlanal Nias ini diharapkan membawa angin segar bagi pengelolaan wilayah maritim di Kepulauan Nias. Dengan latar belakang sebagai putra daerah dan pengalaman luas di kapal perang, Letkol Tomosa diyakini mampu menjawab tantangan keamanan laut dan mendorong pembangunan ekonomi berbasis kelautan. Selain itu, keterbukaannya dalam berkomunikasi dengan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat sinergi antara TNI AL dan masyarakat setempat. Bagi masyarakat Nias, kehadiran Danlanal baru yang memiliki ikatan emosional dengan tanah leluhur menjadi modal sosial yang berharga dalam membangun kepercayaan dan kerja sama.

Letkol Tomosa memohon doa, dukungan, dan kerja sama seluruh masyarakat agar amanah yang diembannya dapat dijalankan dengan baik demi kemajuan Kepulauan Nias. Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi, ia siap mengemban tugas sebagai Danlanal Nias, membawa perubahan positif bagi keamanan dan kesejahteraan wilayah perairan Nias.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *