Pria 200 Kg di Banyuwangi yang Dirawat di RS Meninggal, Damkar Bantu Pemakaman
Kronologi Meninggalnya Pria 200 Kg di Banyuwangi
Suara Pecari, Seorang pria penderita obesitas dengan berat badan sekitar 200 kilogram asal Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Jawa Timur, meninggal dunia pada Senin, 13 Juli 2026, dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Almarhum yang diketahui bernama ADS (35) sebelumnya dilarikan ke RSUD Blambangan pada Sabtu, 11 Juli 2026 malam akibat mengalami sesak napas yang parah. Meskipun tim medis telah berupaya maksimal, kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Proses Evakuasi Jenazah dari Rumah Sakit
Karena keterbatasan fisik almarhum yang memiliki bobot ekstrem, pihak keluarga segera menghubungi Call Center Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi untuk meminta bantuan evakuasi jenazah dari rumah sakit hingga menuju tempat pemakaman umum (TPU). Kepala Damkarmat Banyuwangi, Supriyono, menjelaskan bahwa operasi kemanusiaan ini membutuhkan sinergi dan persiapan taktis lintas instansi. “Mengingat bobot almarhum yang mencapai 200 kilogram, seluruh rangkaian penanganan jenazah harus dilakukan dengan teknik khusus demi keamanan dan kehormatan almarhum,” ujar Supriyono kepada kumparan, Senin (13/7).
Setelah jenazah selesai disucikan dan dikafani sesuai syariat di rumah sakit, tim gabungan yang terdiri dari Damkarmat dan Basarnas langsung bergerak. Menggunakan peralatan rescue seperti basket stretcher (tandu keranjang), katrol, dan tali karmantel, petugas memindahkan jenazah ke ambulans untuk dibawa ke rumah duka, lalu dilanjutkan ke masjid setempat untuk disalatkan.
Tantangan Pemakaman di TPU
Tantangan terbesar terjadi saat prosesi pemakaman di TPU setempat. Beratnya bobot peti jenazah membuat proses penurunan ke liang lahat tidak bisa dilakukan secara manual oleh beberapa orang saja. Sebanyak belasan petugas gabungan dari Damkarmat dan Basarnas, dibantu oleh puluhan warga sekitar, harus bahu-membahu di area pemakaman. Petugas memasang peralatan tripod rescue yang dikombinasikan dengan tali webbing dan karabiner di atas liang lahat guna menopang serta menyeimbangkan berat peti.
Secara perlahan dan penuh kehati-hatian, belasan petugas mengulur tali secara kompak sembari diarahkan oleh warga dari berbagai sisi agar posisi peti masuk dengan presisi tanpa ada kendala. Setelah melalui proses dramatis dan emosional yang memakan waktu beberapa jam, seluruh rangkaian pemakaman akhirnya rampung pada pukul 11.02 WIB dengan aman dan lancar.
Daftar Peralatan yang Digunakan
| Peralatan | Fungsi |
|---|---|
| Basket Stretcher (Tandu Keranjang) | Memindahkan jenazah dari rumah sakit ke ambulans |
| Katrol dan Tali Karmantel | Mengangkat dan menurunkan peti jenazah |
| Tripod Rescue | Menopang beban di atas liang lahat |
| Tali Webbing dan Karabiner | Mengikat dan menyeimbangkan peti saat diturunkan |
Dampak dan Implikasi Peristiwa
Peristiwa ini menyoroti beberapa aspek penting:
- Kesadaran akan Obesitas: Kasus ini menjadi pengingat akan bahaya obesitas ekstrem yang dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius, seperti sesak napas yang dialami almarhum. Masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan.
- Kesiapsiagaan Layanan Darurat: Operasi ini menunjukkan pentingnya pelatihan khusus bagi petugas penanganan bencana dan pemadam kebakaran dalam menangani kasus dengan bobot ekstrem. Damkarmat Banyuwangi membuktikan kesiapan mereka dalam operasi kemanusiaan yang tidak biasa.
- Sinergi Lintas Instansi: Kerja sama antara Damkarmat, Basarnas, rumah sakit, dan warga sekitar menjadi kunci keberhasilan prosesi pemakaman. Hal ini menegaskan pentingnya koordinasi dalam penanganan kasus-kasus khusus di masyarakat.
Penutup Naratif
Di bawah terik matahari Banyuwangi, puluhan petugas dan warga bergandengan tali, menurunkan peti jenazah seorang pria yang semasa hidupnya berjuang melawan berat badan berlebih. Prosesi yang mengharukan itu bukan sekadar pemakaman, melainkan cerminan solidaritas dan kemanusiaan yang melampaui batas fisik. “Ini adalah wujud komitmen pelayanan kemanusiaan menyeluruh dari kami. Sejak evakuasi medis awal dari rumah saat almarhum kritis, hingga mengantarkan ke peristirahatan terakhir hari ini, kami berupaya memberikan penanganan terbaik untuk menjaga marwah almarhum serta memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan,” kata Edy, salah satu petugas Damkarmat. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










