Penyuluh Pertanian Sosialisasikan Demfarm PMAAS di Kecamatan Dungkek
Suara Pecari, Sumenep – Langkah konkret untuk mempercepat adopsi teknologi pertanian modern di tingkat petani terus digencarkan. Penyuluh pertanian di Kabupaten Sumenep, Madura, mulai melakukan sosialisasi dan penyusunan perencanaan demfarm Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) di Kecamatan Dungkek. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Menteri Pertanian agar inovasi PMAAS dapat diterapkan secara luas di daerah-daerah sentra pertanian di Indonesia.
Latar Belakang PMAAS
PMAAS (Pertanian Modern Advanced Agriculture System) adalah sistem pertanian modern yang mengintegrasikan teknologi digital, mekanisasi, dan praktik pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Sistem ini dikembangkan Kementerian Pertanian sebagai jawaban atas tantangan ketahanan pangan di era industri 4.0. Dengan PMAAS, petani dapat memantau kondisi lahan secara real-time, mengoptimalkan penggunaan pupuk dan air, serta mengurangi kerugian akibat hama dan penyakit tanaman.
Sosialisasi dan Perencanaan Demfarm
Katimker Penyuluh Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian untuk wilayah kerja Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih, menjelaskan bahwa sosialisasi dan perencanaan demfarm menjadi langkah awal untuk memperkenalkan metode PMAAS kepada para petani. “Kami melakukan sosialisasi dan juga perencanaan demfarm PMAAS di Kecamatan Dungkek sesuai dengan instruksi Bapak Menteri Pertanian. Bagaimana caranya kami sebagai penyuluh dapat mendiseminasikan teknologi atau metode PMAAS ini kepada seluruh petani yang ada di wilayah binaan,” kata Dewo Ringgih, Senin 13 Juli 2026.
Kronologi Kegiatan
Berikut adalah kronologi kegiatan sosialisasi dan perencanaan demfarm PMAAS di Kecamatan Dungkek:
- 12 Juli 2026: Rapat koordinasi internal tim penyuluh pertanian untuk menyusun strategi sosialisasi dan pemilihan lokasi demfarm.
- 13 Juli 2026: Kunjungan lapangan ke calon lokasi demfarm di Desa Dungkek, berkoordinasi dengan kepala desa dan kelompok tani setempat.
- 14 Juli 2026: Sosialisasi awal kepada petani di Balai Desa Dungkek, dihadiri 50 petani dari 5 kelompok tani.
- 15-20 Juli 2026: Penyusunan rencana detail demfarm, termasuk jenis komoditas, teknologi yang akan diterapkan, dan jadwal pelaksanaan.
- 21 Juli 2026: Presentasi rencana kepada Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep untuk mendapatkan persetujuan dan dukungan anggaran.
Peran Strategis Penyuluh Pertanian
Dewo Ringgih menambahkan, penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai penghubung antara inovasi teknologi yang dikembangkan pemerintah dengan petani di lapangan. “Kami adalah jembatan antara riset dan praktik. Tanpa pendampingan yang intensif, teknologi secanggih apapun tidak akan diadopsi petani,” ujarnya. Penyuluh tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga melakukan pendampingan teknis, monitoring, dan evaluasi agar petani benar-benar mampu menerapkan PMAAS secara mandiri.
Manfaat Demfarm bagi Petani
Keberadaan demfarm akan memudahkan petani melihat secara langsung penerapan teknologi PMAAS di lapangan. Dengan demikian, petani diharapkan lebih mudah memahami manfaat teknologi modern dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Berikut adalah perbandingan antara pertanian konvensional dan PMAAS yang akan didemonstrasikan di demfarm:
| Aspek | Pertanian Konvensional | PMAAS |
|---|---|---|
| Pengairan | Manual, boros air | Irigasi tetes otomatis berbasis sensor kelembaban tanah |
| Pemupukan | Dosis seragam, sering berlebihan | Pemupukan presisi berdasarkan analisis tanah dan kebutuhan tanaman |
| Pengendalian Hama | Penyemprotan pestisida secara terjadwal | Penggunaan perangkap hama digital dan pestisida nabati sesuai ambang kendali |
| Pemantauan Tanaman | Inspeksi visual manual | Drone dan sensor IoT untuk deteksi dini stres tanaman |
| Produktivitas | Rata-rata 4-5 ton/ha (padi) | Target 7-8 ton/ha (padi) |
Dampak dan Implikasi
Penerapan PMAAS melalui demfarm di Kecamatan Dungkek diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan, antara lain:
- Peningkatan produktivitas pertanian: Dengan teknologi presisi, hasil panen dapat meningkat hingga 50% dibandingkan metode konvensional.
- Efisiensi sumber daya: Penggunaan air, pupuk, dan pestisida dapat ditekan hingga 30%, sehingga biaya produksi lebih rendah.
- Pendapatan petani meningkat: Produktivitas lebih tinggi dan biaya lebih rendah berarti keuntungan bersih petani naik.
- Keberlanjutan lingkungan: Praktik pertanian presisi mengurangi pencemaran tanah dan air akibat kelebihan pupuk dan pestisida.
- Ketahanan pangan daerah: Sumenep sebagai salah satu lumbung padi Madura akan semakin kokoh dengan adopsi teknologi modern.
Bagi pemerintah, keberhasilan demfarm PMAAS di Dungkek akan menjadi model replikasi ke kecamatan lain di Sumenep dan bahkan provinsi Jawa Timur. Kementerian Pertanian menargetkan minimal 10 demfarm PMAAS di setiap kabupaten pada tahun 2027.
Harapan Petani
Para petani di Kecamatan Dungkek menyambut baik inisiatif ini. “Kami ingin belajar teknologi baru agar hasil panen kami meningkat. Selama ini kami hanya mengandalkan cara tradisional, dan hasilnya pas-pasan. Semoga demfarm ini bisa menjadi contoh nyata,” ujar Matnur, ketua Kelompok Tani Sumber Makmur. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar adalah ketersediaan modal dan infrastruktur pendukung seperti listrik dan internet di daerah pedesaan. “Kami berharap pemerintah tidak hanya menyediakan teknologi, tetapi juga membantu kami mengakses pembiayaan dan pelatihan berkelanjutan,” tambahnya.
Penutup
Langkah penyuluh pertanian di Sumenep ini merupakan bagian dari revolusi pertanian yang tengah digalakkan pemerintah. Dengan demfarm PMAAS, petani tidak hanya diajak untuk melihat, tetapi juga merasakan langsung manfaat teknologi modern. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara penyuluh, petani, pemerintah daerah, dan dukungan berbagai pihak. Jika berjalan lancar, bukan tidak mungkin Kecamatan Dungkek akan menjadi percontohan pertanian modern yang menginspirasi seluruh Indonesia. Saatnya pertanian Indonesia bangkit dengan inovasi, dan demfarm PMAAS adalah salah satu kuncinya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










