Pabrik Kemasan Kaleng Hadir di Banyuwangi, Gubernur Khofifah Akan Perkuat Industri Subtitusi Impor

Pabrik Kemasan Kaleng Hadir di Banyuwangi, Gubernur Khofifah Akan Perkuat Industri Subtitusi Impor

Suara Pecari | Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali mencatat sejarah baru dalam pengembangan industri manufaktur. Pada Jumat, 3 Juni 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan beroperasinya pabrik kemasan kaleng modern PT Sunrise Masami Internasional yang berlokasi di Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 600 juta kaleng per tahun, setara 50 juta kaleng per bulan. Kehadiran pabrik ini tidak hanya menjadi angin segar bagi perekonomian daerah, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam upaya mengurangi ketergantungan impor kemasan kaleng, terutama untuk industri perikanan yang menjadi salah satu sektor unggulan Banyuwangi.

Investasi Raksasa dan Kolaborasi Lintas Negara

Pabrik PT Sunrise Masami Internasional dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp200 miliar melalui kerja sama dengan investor asal Tiongkok. Chairman perusahaan, Eric Lam Wing Po, mengungkapkan bahwa Sunrise Group telah berkecimpung di industri kemasan logam selama lebih dari tiga dekade di Tiongkok, dengan lebih dari 30 basis produksi dan menjadi mitra merek-merek internasional seperti Coca-Cola, Pepsi, Red Bull, Budweiser, dan Heineken. “Pendirian PT Sunrise Masami Internasional di Banyuwangi merupakan wujud kolaborasi lintas negara. Kami juga mengapresiasi pemerintah Indonesia yang telah menciptakan iklim investasi yang terbuka sehingga memberikan keyakinan bagi kami untuk berinvestasi dan berkembang dalam jangka panjang,” ujar Eric Lam Wing Po dalam sambutannya.

Peresmian pabrik ini dihadiri oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, jajaran Forkopimda, serta para pemegang saham, di antaranya Aminoto dan Lie Soen Boen. Kehadiran mereka menandakan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap investasi yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

Mengurangi Ketergantungan Impor dan Meningkatkan Efisiensi

Salah satu poin krusial dari beroperasinya pabrik ini adalah potensinya dalam mengurangi ketergantungan impor kemasan kaleng. Sebelumnya, kebutuhan kaleng untuk industri pengolahan makanan di Indonesia, khususnya sektor perikanan, hampir 90-100 persen masih dipasok dari luar negeri. Dengan hadirnya pabrik ini, kebutuhan tersebut kini dapat dipenuhi secara lokal. Perwakilan PT Sunrise Masami Internasional, Sherly Indrawati Aminoto, menjelaskan bahwa produksi lokal mampu meningkatkan efisiensi biaya kemasan hingga 10-15 persen. “Dulu kebutuhan kaleng kami hampir 90 sampai 100 persen masih impor. Sekarang kami bekerja sama dengan perusahaan dari Tiongkok untuk memproduksi bodi dan tutup kaleng di Indonesia sehingga lebih efisien,” ungkapnya.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kehadiran pabrik ini akan memperkuat industri substitusi impor. “Barang-barang seperti kemasan kaleng yang tadinya diimpor sudah bisa diproduksi di sini. Kehadiran pabrik ini sekaligus mendukung hilirisasi sektor pengolahan ikan. Industri substitusi impor ini menjadi harapan baru. Setiap investasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat hilirisasi industri di Jawa Timur,” jelasnya.

Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik investasi ini. Menurutnya, pabrik kemasan kaleng ini akan membuka lapangan pekerjaan bagi 100 hingga 200 tenaga kerja lokal, sehingga mampu menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di Banyuwangi. “Kehadiran investasi seperti ini akan membuka lapangan pekerjaan, menurunkan pengangguran, dan pada akhirnya ikut menekan angka kemiskinan di Banyuwangi,” kata Ipuk. Selain itu, investasi di sektor pengolahan hasil laut ini sejalan dengan potensi Banyuwangi sebagai daerah perikanan. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan, terutama dalam aspek perizinan, agar iklim investasi di Banyuwangi semakin kondusif.

AspekDetail
Nama PerusahaanPT Sunrise Masami Internasional
LokasiDesa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Banyuwangi
Nilai InvestasiRp200 miliar
Kapasitas Produksi600 juta kaleng/tahun (50 juta kaleng/bulan)
Tenaga Kerja100-200 orang
Target Balik Modal5-8 tahun
Mitra GlobalCoca-Cola, Pepsi, Red Bull, Budweiser, Heineken

Prospek Ekspor dan Pengembangan Pasar

Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, pabrik ini juga berpeluang untuk mengekspor produk kaleng ke berbagai negara. Dengan kapasitas produksi yang besar dan kualitas yang telah teruji secara global, PT Sunrise Masami Internasional diharapkan dapat menjadi pemain kunci di pasar kemasan kaleng regional. Sherly Indrawati Aminoto menambahkan bahwa seluruh produksi akan memasok industri pengolahan makanan, termasuk kebutuhan ekspor. “Selain memenuhi kebutuhan perusahaan sendiri, produk kaleng tersebut juga dipasarkan untuk industri lain, termasuk berpeluang diekspor,” ujarnya.

Gubernur Khofifah berharap keberadaan pabrik tersebut mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri sekaligus memperluas pasar ekspor. Menurutnya, semakin banyak bahan baku yang diproduksi di dalam negeri, maka nilai tambah ekonomi yang dihasilkan juga semakin besar. “Saya harap perusahaan ini semakin tumbuh, makin berkembang, makin sukses,” ujarnya.

Kronologi Peresmian dan Dukungan Pemerintah

Proses peresmian pabrik ini berlangsung pada Jumat, 3 Juni 2026, di lokasi pabrik di Desa Kedungringin. Acara dihadiri oleh Gubernur Khofifah, Bupati Ipuk, Wakil Bupati Mujiono, jajaran Forkopimda, serta perwakilan investor dan pemegang saham. Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya hilirisasi industri dan substitusi impor untuk memperkuat perekonomian daerah. Bupati Ipuk juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung iklim investasi yang kondusif.

Kehadiran pabrik ini juga menjadi bukti nyata bahwa Banyuwangi mampu menarik investasi skala besar berkat potensi sumber daya alam dan kebijakan pro-investasi. Pemerintah daerah telah menyederhanakan proses perizinan dan memberikan berbagai insentif untuk memudahkan investor. Hal ini sejalan dengan program nasional untuk mendorong industrialisasi dan mengurangi ketergantungan impor.

Implikasi bagi Industri Perikanan dan Masyarakat

Industri perikanan di Banyuwangi dan sekitarnya akan menjadi salah satu penerima manfaat utama dari pabrik ini. Dengan tersedianya kemasan kaleng lokal, para pengolah ikan dapat memperoleh bahan baku dengan harga lebih kompetitif dan pasokan yang lebih stabil. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global. Selain itu, pabrik ini juga akan menyerap tenaga kerja lokal, baik langsung maupun tidak langsung, melalui efek berganda dari kegiatan ekonomi di sekitarnya.

Masyarakat sekitar juga akan merasakan dampak positif dari peningkatan aktivitas ekonomi. Pembangunan infrastruktur pendukung, seperti jalan dan listrik, akan turut mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah di wilayah Muncar. Pemerintah daerah berharap investasi ini dapat menjadi katalis bagi investasi-investasi lain di sektor pengolahan hasil laut dan manufaktur.

Dengan beroperasinya pabrik kemasan kaleng ini, Banyuwangi tidak hanya memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra perikanan di Indonesia, tetapi juga menunjukkan bahwa daerah mampu menjadi destinasi investasi yang kompetitif. Kolaborasi antara pemerintah, investor asing, dan pelaku usaha lokal menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan industri substitusi impor yang berkelanjutan. Ke depan, diharapkan lebih banyak lagi investasi serupa yang hadir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan