Gerai Koperasi Merah Putih Sumenep Rampung, Operasional Tunggu Sarana
Suara Pecari, Sumenep – Pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sumenep terus menunjukkan progres signifikan. Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 48 gerai telah selesai dibangun, sementara 201 gerai lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Namun, meski fisik bangunan telah rampung, operasional gerai belum dapat dimulai karena masih menunggu pengadaan sarana dan prasarana pendukung dari PT Agrines.
Perkembangan Pembangunan Gerai KDKMP
Kepala Bidang Perizinan, Kelembagaan, Pengawasan dan Pemeriksaan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Hairil Iskandar, mengungkapkan bahwa data tersebut diperoleh dari Kodim 0821 Sumenep selaku pelaksana pembangunan. “Berdasarkan data dari Kodim per 30 Juni, yang sudah selesai ada 48 gerai. Kemudian 201 masih dalam proses pembangunan, sedangkan sisanya belum berprogres,” kata Hairil.
Ia menjelaskan, kategori pembangunan yang masih berproses menunjukkan pekerjaan fisik telah berjalan, mulai dari penggalian fondasi hingga tahapan konstruksi lainnya. Bahkan, sebagian di antaranya telah mendekati tahap penyelesaian. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut data perkembangan pembangunan gerai KDKMP di Sumenep:
| Status Pembangunan | Jumlah Gerai |
|---|---|
| Selesai dibangun | 48 |
| Dalam proses pembangunan | 201 |
| Belum berprogres | Sisanya |
Dari data tersebut, terlihat bahwa mayoritas gerai masih dalam tahap pengerjaan. Namun, capaian 48 gerai yang telah rampung menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam merealisasikan program koperasi desa ini.
Kendala Operasional: Menunggu Sarana dari Agrines
Meski pembangunan fisik telah selesai, Hairil menegaskan bahwa gerai koperasi tersebut belum dapat beroperasi karena masih menunggu pengadaan sarana dan prasarana pendukung dari PT Agrines. “Tindak lanjutnya tinggal menunggu PT Agrines memasukkan barang. Semua sarana pendukung, termasuk kendaraan operasional, menjadi kewenangan Agrines melalui Kodim,” ujarnya.
Menurut Hairil, sebagian koperasi memang telah menerima beberapa fasilitas seperti truk, mobil pikap, hingga etalase. Namun, distribusinya belum dilakukan secara menyeluruh sehingga aktivitas usaha belum dapat dimulai. Ia menambahkan, empat gerai yang sebelumnya diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara prinsip dipersiapkan untuk beroperasi. Akan tetapi, operasional belum berjalan optimal karena barang dagangan belum tersedia. “Kalau barang belum dipasok, tentu belum bisa beroperasi. Apa yang akan dijual kalau barangnya belum ada,” ucapnya.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Keterlambatan operasional gerai koperasi ini berdampak langsung pada masyarakat desa yang telah menantikan manfaat program. Koperasi Merah Putih dirancang untuk menjadi pusat ekonomi desa, menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, serta menyerap hasil bumi lokal. Dengan belum beroperasinya gerai, roda ekonomi di tingkat desa belum dapat bergerak optimal.
Berikut beberapa dampak yang dirasakan masyarakat:
- Masyarakat belum dapat menikmati harga barang yang lebih murah dibandingkan toko swasta.
- Petani dan pelaku UMKM lokal belum memiliki akses pasar yang terjamin melalui koperasi.
- Potensi penyerapan tenaga kerja dari pengelolaan koperasi masih tertunda.
Kronologi Peristiwa
Berikut kronologi singkat pembangunan Gerai KDKMP di Sumenep:
- Awal 2026: Program Gerai KDKMP dicanangkan oleh pemerintah pusat dan daerah.
- Maret 2026: Pembangunan fisik dimulai di berbagai desa/kelurahan di Sumenep.
- 30 Juni 2026: Sebanyak 48 gerai dinyatakan selesai, 201 masih dalam proses.
- Juli 2026: Empat gerai diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, namun operasional belum berjalan karena menunggu pasokan barang.
Langkah Selanjutnya
Pemerintah daerah bersama Kodim 0821 dan PT Agrines terus berkoordinasi untuk mempercepat pengadaan sarana dan distribusi barang. Diharapkan dalam waktu dekat, gerai-gerai yang sudah rampung dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Masyarakat pun diimbau untuk bersabar dan mendukung program ini agar berjalan lancar.
Dengan rampungnya 48 gerai dan progres pembangunan yang terus berjalan, optimisme tetap ada bahwa Gerai Koperasi Merah Putih akan segera menjadi tulang punggung perekonomian desa di Sumenep. Namun, kesuksesan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaksana, dan penyedia sarana. Semoga dalam waktu dekat, seluruh gerai dapat beroperasi penuh dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










