Nishan Velupillay Gagal Bersinar, Australia Takluk 0-2 dari Amerika Serikat di Piala Dunia 2026

Nishan Velupillay Gagal Bersinar, Australia Takluk 0-2 dari Amerika Serikat di Piala Dunia 2026

Suara Pecari | Seattle, 20 Juni 2026 – Mimpi Australia untuk melaju jauh di Piala Dunia 2026 harus tertunda setelah mereka menelan kekalahan 2-0 dari tuan rumah Amerika Serikat dalam laga Grup D yang berlangsung di Seattle Stadium, Jumat malam waktu setempat. Pertandingan ini menjadi sorotan karena keputusan pelatih Tony Popovic yang menurunkan Nishan Velupillay sebagai starter, menggantikan Nestory Irankunda yang menjadi pahlawan di laga sebelumnya. Namun, keputusan tersebut tidak membuahkan hasil, dan Nishan Velupillay kesulitan memberikan dampak signifikan di lini depan.

Sejak awal pertandingan, Amerika Serikat langsung mengambil inisiatif serangan. Gol pertama tercipta pada menit ke-11 melalui bunuh diri Cameron Burgess, yang gagal mengantisipasi umpan silang Folarin Balogun. Australia mencoba merespons, dan Nishan Velupillay sempat terlibat dalam beberapa pergerakan, termasuk kombinasi apik dengan Mohamed Toure yang membuka ruang bagi Mathew Leckie. Namun, sepakan Leckie masih melebar tipis. Peluang emas lainnya datang dari sundulan Weston McKennie yang mampu diblok pemain bertahan Australia.

Menjelang turun minum, Amerika Serikat menggandakan keunggulan melalui Alex Freeman. Gol tersebut sempat dianulir karena offside, namun setelah pemeriksaan VAR, wasit memutuskan sah. Nishan Velupillay yang bermain di sisi sayap tidak mampu mengimbangi kecepatan pemain belakang AS, terutama Sergino Dest dan Alex Freeman yang terus memberikan tekanan. Statistik menunjukkan bahwa Nishan Velupillay hanya menyentuh bola 28 kali selama 60 menit ia berada di lapangan, sebelum akhirnya ditarik keluar pada menit ke-60.

Di babak kedua, Australia mencoba bangkit dengan memasukkan Nestory Irankunda dan Connor Metcalfe. Namun, pertahanan Amerika Serikat yang solid membuat Australia kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Nishan Velupillay yang sudah tidak berada di lapangan, digantikan oleh Irankunda yang langsung memberikan ancaman, namun belum cukup untuk memperkecil ketertinggalan. Hingga peluit akhir, skor 2-0 bertahan untuk kemenangan Amerika Serikat.

Kekalahan ini membuat Australia berada di posisi kedua Grup D dengan tiga poin, sama dengan Turki yang akan menghadapi Paraguay. Meskipun demikian, peluang Australia untuk lolos masih terbuka lebar. Nishan Velupillay sendiri mengakui bahwa performa tim belum maksimal. “Kami harus belajar dari kesalahan ini dan bangkit di pertandingan berikutnya,” ujarnya usai laga.

Secara keseluruhan, Amerika Serikat tampil dominan dengan penguasaan bola 58% dan 12 tembakan tepat sasaran. Sementara Australia hanya mampu melepaskan 4 tembakan ke arah gawang. Kemenangan ini memastikan Amerika Serikat lolos ke babak 32 besar sebagai pemuncak grup. Bagi Australia, mereka masih memiliki satu pertandingan melawan Paraguay untuk menentukan nasib. Nishan Velupillay dan rekan-rekannya harus segera memperbaiki performa jika ingin melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan