Kediri Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Jatim XI 2029, Strategi Sport Tourism dan Dampak Ekonomi

Kediri Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Jatim XI 2029, Strategi Sport Tourism dan Dampak Ekonomi

Proses Pengajuan yang Matang

Suara Pecari | Sejak Oktober 2025, KONI Kota Kediri telah memulai persiapan intensif untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Porprov Jatim XI 2029. Proses ini melibatkan konsultasi dengan KONI Provinsi dan studi banding ke Kota Malang, penyelenggara Porprov 2025. Dalam kunjungan 30 Desember 2025 ke Malang, tim KONI Kediri mengamati pengalaman penyelenggaraan, mulai dari koordinasi antar-sektor hingga manajemen venue.

TahapanDetail
Konsultasi AwalOktober 2025: Diskusi dengan KONI Jatim
Studi Banding30 Des 2025: Kunjungan ke Malang
FGD InternalJanuari 2026: Pemetaan stakeholder
Resmi Diajukan24 Juni 2026: Disampaikan di Rakerprov

Fasilitas Olahraga dan Infrastruktur

Kediri memiliki 23 venue olahraga berstandar nasional, termasuk Stadion Brawijaya yang pernah menyelenggarakan PON 2021. KONI mencatat 80% fasilitas telah memenuhi syarat Porprov, dengan peningkatan berencana di sektor akomodasi dan transportasi.

  • Stadion Brawijaya (kapasitas 25.000)
  • Olimpia Sport Complex (18 lapangan)
  • Hotel bintang 3-4 bintang tersedia
  • Bandara Internasional Kediri (jarak 15 km)

Analisis Dampak Ekonomi

Porprov Jatim XI diperkirakan menarik 15.000 peserta dari 38 kabupaten/kota. Dampak ekonomi konservatif mencapai Rp250 miliar, terutama dari sektor pariwisata dan UMKM lokal. KONI Kediri telah membuat model penjualan tiket yang mengakomodasi wisatawan domestik.

SektorPotensi Pendapatan
HotelRp60 miliar
KulinerRp40 miliar
TransportasiRp35 miliar
Kerajinan LokalRp25 miliar

Kompetitor dan Strategi Persaingan

Porprov Jatim XI 2029 diperebutkan tiga kandidat: Jember, Kota Kediri, dan Kabupaten Kediri. KONI Kota Kediri unggul dalam pengalaman penyelenggaraan acara internasional seperti Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2022. Strategi unggulan meliputi integrasi event dengan destinasi wisata seperti Taman Wisata Brawijaya dan Pura Luhur

Persiapan Jangka Panjang

KONI telah merancang program pelatihan panitia berstandar internasional. Kolaborasi dengan perguruan tinggi setempat akan menciptakan kurikulum sport management khusus. Kesiapan infrastruktur digital seperti aplikasi pelacakan peserta dan sistem pembayaran non-tunai sedang dikembangkan.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan dukungan pemerintah daerah akan dialokasikan dalam APBD 2027-2028. “Porprov tidak hanya soal medali, tapi juga investasi jangka panjang untuk membangun karakter masyarakat dan menumbuhkan industri pariwisata olahraga,” ujarnya dalam rapat terakhir.

Konsep “Sport Tourism” yang diusung Kediri menggabungkan pameran budaya Jawa Timur dengan pertandingan olahraga. Rencananya, 20% anggaran akan dialokasikan untuk program edukasi olahraga massal bagi pelajar. Inisiatif ini sejalan dengan program pemerintah pusat untuk meningkatkan capaian prestasi olahraga nasional.

Kompetisi penyelenggaraan Porprov Jatim XI akan ditentukan KONI Provinsi pada Q4 2026. Hasil survei terakhir menunjukkan 65% masyarakat Kediri mendukung pengajuan ini, terutama karena potensi peningkatan visibilitas kota di kancah nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan