Sabalenka Cetak Sejarah di Wimbledon 2026: Pecahkan Rekor Djokovic dan Minta Perubahan Aturan
Suara Pecari | Aryna Sabalenka, petenis nomor satu dunia asal Belarusia, kembali mencuri perhatian di Wimbledon 2026. Tidak hanya karena penampilannya yang gemilang di lapangan, tetapi juga karena permintaannya untuk mengubah kebijakan All England Club yang melarang pemain membawa anjing ke area turnamen. Sabalenka berhasil melaju ke babak ketiga setelah mengalahkan petenis Amerika Serikat, McCartney Kessler, dengan skor 6-1, 7-6(9) di No. 1 Court, Rabu (1/7/2026).
Kemenangan tersebut sekaligus mencatatkan sejarah baru. Sabalenka memecahkan rekor Novak Djokovic dengan meraih kemenangan tie-break ke-21 berturut-turut di turnamen Grand Slam. Rekor sebelumnya dipegang Djokovic dengan 19 kemenangan tie-break beruntun di era Open. Prestasi ini menunjukkan ketangguhan mental luar biasa yang dimiliki Sabalenka, yang mengaku belajar dari film dokumenter Rafael Nadal.
Pertandingan melawan Kessler berlangsung sengit. Setelah mendominasi set pertama dalam 33 menit, Sabalenka menghadapi tekanan besar di set kedua saat Kessler unggul 5-2. Namun, Sabalenka berhasil menyelamatkan empat set point, termasuk dua saat servis Kessler dan dua lagi dalam tie-break yang menegangkan. Ia akhirnya menutup pertandingan dalam waktu 1 jam 39 menit.
Usai pertandingan, Sabalenka menyoroti kebijakan Wimbledon yang melarang pemain membawa anjing ke area turnamen. Sabalenka, yang memiliki anjing Cavalier King Charles Spaniel bernama Ash, mengaku merasa sakit hati harus meninggalkan Ash sendirian di rumah. “Saya tidak setuju dengan itu. Saya mengerti mengapa mereka membuat keputusan ini, tapi anjing-anjing kami sangat terlatih dan tidak akan merusak apa pun. Kami harus mengubah aturan ini,” ujar Sabalenka dengan senyuman.
Kebijakan tersebut berbeda dengan Prancis Terbuka yang menyediakan layanan dog concierge bagi pemain. CEO All England Club, Sally Bolton, menegaskan bahwa kebijakan hanya mengizinkan anjing pemandu dan anjing keamanan di area turnamen. Namun, Sabalenka berharap ada perubahan di masa depan.
Selanjutnya, Sabalenka akan menghadapi mantan juara Roland Garros, Jelena Ostapenko, di babak ketiga. Ostapenko sebelumnya mengalahkan Antonia Ruzic 6-2, 6-0. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit dan menjadi ujian berat bagi Sabalenka.
Di sisi lain, hari ketiga Wimbledon juga menyajikan kejutan besar ketika petenis unggulan kelima, Mirra Andreeva, tersingkir setelah kalah dari Barbora Krejčíková dalam tiga set. Novak Djokovic sendiri melaju mulus ke babak berikutnya setelah menang straight set, meraih kemenangan ke-104 di Wimbledon.
Kesimpulannya, Aryna Sabalenka tidak hanya menunjukkan dominasinya di atas lapangan dengan memecahkan rekor Djokovic, tetapi juga berani menyuarakan pendapatnya tentang kebijakan turnamen. Dengan performa dan mentalitasnya yang kuat, Sabalenka menjadi salah satu kandidat kuat juara Wimbledon 2026. Para penggemar tenis tentu menantikan aksinya selanjutnya melawan Ostapenko.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






