Linda Noskova Juara Wimbledon 2026, Tapi Hadiah £3,6 Juta Tergerus Pajak Inggris

Linda Noskova Juara Wimbledon 2026, Tapi Hadiah £3,6 Juta Tergerus Pajak Inggris

Suara Pecari, Linda Noskova, petenis putri asal Republik Ceko, berhasil menjuarai Wimbledon 2026 setelah mengalahkan Karolina Muchova di final. Namun, di balik kemenangan gemilang tersebut, hadiah sebesar £3,6 juta yang ia terima tidak sepenuhnya masuk ke kantong. Pasalnya, peraturan perpajakan di Inggris mewajibkan pemain internasional untuk membayar pajak atas kemenangan mereka, berbeda dengan turnamen Grand Slam lainnya seperti Prancis Terbuka, Australia Terbuka, dan AS Terbuka yang membebaskan pajak.

Final yang digelar di Centre Court, All England Club, pada Sabtu (11/7/2026) berlangsung dramatis. Linda Noskova memulai pertandingan dengan gemilang, merebut set pertama 6-2. Pada set kedua, ia unggul 5-2 dan memiliki lima match point, namun gagal memanfaatkannya. Muchova bangkit dan memenangi set kedua 7-5. Noskova sempat menutup telinga untuk meredam sorak penonton dan menutup kepalanya dengan handuk merah khas Wimbledon. Ia bahkan sempat meninggalkan lapangan untuk ke kamar kecil, di mana ia melihat dua piala—trofi utama dan runner-up. "Saya berkata pada diri sendiri, saya tidak akan mengambil piala kecil. Saya akan mengambil yang besar," ujar Noskova. Motivasi itu membawanya kembali ke lapangan dan memenangi set penentuan 6-3, sekaligus meraih gelar Grand Slam pertamanya.

Kemenangan Linda Noskova melanjutkan tradisi petenis putri Ceko di Wimbledon. Ia menjadi petenis Ceko ketiga dalam empat tahun terakhir yang menjuarai turnamen ini, setelah Marketa Vondrousova (2023) dan Barbora Krejcikova (2024). Legenda tenis Ceko, Martina Navratilova, yang memenangi rekor sembilan gelar tunggal di Wimbledon, hadir di Royal Box bersama Catherine, Putri Wales, yang menyerahkan trofi Venus Rosewater Dish kepada Noskova.

Di sisi lain, persoalan pajak menjadi sorotan. Menurut firma akuntansi Blick Rothenberg, pemain internasional harus membayar pajak atas hadiah kemenangan, sponsor khusus Inggris, serta sebagian hak citra dan pemasaran yang diperoleh selama berada di Inggris. Hal ini membuat nominal yang diterima Noskova dan Jannik Sinner, juara putra, berkurang signifikan. Sebelumnya, para pemain sempat memprotes pembagian pendapatan turnamen yang hanya 15% dari total pendapatan, lebih rendah dari tuntutan mereka sebesar 22%.

Bagi Linda Noskova, ini adalah gelar kedua di lapangan rumput musim ini setelah memenangi Berlin Open dengan mengalahkan Jessica Pegula. Ia membuktikan diri sebagai petenis serba bisa dan tangguh secara mental. "Ini mungkin akan menjadi patah hati terbesar dalam hidup saya jika saya kalah," katanya. Namun, ia berhasil bangkit dan meraih kemenangan manis.

Kesimpulannya, kesuksesan Linda Noskova di Wimbledon 2026 tidak hanya menandai lahirnya juara baru, tetapi juga mengungkap realitas pahit tentang pajak yang menggerus hadiah. Meski demikian, Noskova tetap menjadi inspirasi bagi banyak petenis muda, terutama dari Ceko, untuk terus berjuang meraih mimpi.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *