Sekda Kota Batu Alfi Nurhidayat Ajak Perkuat Sinergi Bangun Daerah: Kolaborasi Kunci Pelayanan Publik Optimal

Sekda Kota Batu Alfi Nurhidayat Ajak Perkuat Sinergi Bangun Daerah: Kolaborasi Kunci Pelayanan Publik Optimal

Suara Pecari, Batu – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu, Alfi Nurhidayat, secara resmi mengemban amanah baru sebagai pucuk pimpinan birokrasi di Kota Wisata Batu. Dalam pernyataan perdananya, Jumat (10/7/2026), ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah. Menurut Alfi, komunikasi dan kolaborasi yang baik menjadi kunci utama mewujudkan pelayanan publik yang semakin optimal. Ajakan ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah panggilan untuk mengubah paradigma birokrasi yang selama ini cenderung berjalan sendiri-sendiri.

Latar Belakang: Mengapa Sinergi Mendesak?

Kota Batu, yang dikenal sebagai destinasi wisata unggulan Jawa Timur, menghadapi tantangan kompleks dalam pembangunan. Mulai dari pengelolaan pariwisata berkelanjutan, infrastruktur yang terus berkembang, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Alfi menilai bahwa selama ini masih terdapat ketimpangan koordinasi antar perangkat daerah, sehingga program-program yang dicanangkan kurang optimal. “Harapan saya, hal-hal yang kemarin kurang tepat, dalam artian kurang sinergis dan kurang konsultasi, itu yang harus kita komunikasikan,” ujarnya. Pernyataan ini mengindikasikan adanya evaluasi mendalam terhadap kinerja birokrasi sebelumnya. Alfi menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari semua pihak: perangkat daerah, media, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat umum.

Peran Media sebagai Mitra Strategis

Salah satu poin menarik dalam pernyataan Sekda adalah pengakuan terhadap peran media sebagai mitra pemerintah. Alfi menilai media bukan hanya corong informasi, tetapi juga penyedia masukan konstruktif yang dapat menjadi bahan evaluasi. “Masukan dari media sangat penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan,” tegasnya. Di era digital saat ini, media memiliki kekuatan untuk membentuk opini publik dan mengawal kebijakan. Dengan menjalin sinergi yang baik, pemerintah Kota Batu berharap dapat menerima kritik dan saran secara terbuka, sehingga kebijakan yang diambil lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan prinsip good governance yang transparan dan partisipatif.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat Kota Batu

Ajakan memperkuat sinergi ini membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Pertama, pelayanan publik diharapkan menjadi lebih cepat, mudah, dan transparan. Dengan koordinasi yang baik antar dinas, pengurusan administrasi seperti perizinan, KTP, atau akta kelahiran dapat diproses tanpa hambatan birokrasi yang berbelit. Kedua, pembangunan infrastruktur seperti jalan, irigasi, dan fasilitas umum akan lebih terintegrasi, mengurangi tumpang tindih proyek. Ketiga, partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan (musrenbang) akan lebih dihargai, karena masukan warga bisa langsung disalurkan melalui kanal komunikasi yang terbuka. Implikasi jangka panjangnya, Kota Batu dapat menjadi contoh daerah dengan tata kelola pemerintahan yang kolaboratif, yang pada gilirannya akan meningkatkan kepercayaan investor dan wisatawan.

Strategi Penguatan Sinergi: Tabel Langkah Konkret

Untuk mewujudkan visi tersebut, Alfi dan jajarannya telah menyusun sejumlah langkah strategis. Berikut adalah tabel yang merangkum fokus utama penguatan sinergi di Kota Batu:

AspekLangkah StrategisTarget
Koordinasi Perangkat DaerahRapat koordinasi rutin lintas OPD setiap bulanMengurangi tumpang tindih program
Kemitraan MediaForum diskusi berkala dengan wartawan dan pemredMendapatkan masukan konstruktif
Partisipasi MasyarakatPembukaan kanal aduan online dan offlineMeningkatkan responsivitas
Evaluasi KinerjaSurvey kepuasan masyarakat triwulananIndeks kepuasan >80%

Kronologi: Dari Pelantikan hingga Seruan Sinergi

Berikut adalah kronologi peristiwa yang melatarbelakangi seruan Sekda:

  • 1 Juli 2026 – Alfi Nurhidayat resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kota Batu oleh Wali Kota Batu, menggantikan pejabat sebelumnya yang memasuki masa pensiun.
  • 3-5 Juli 2026 – Alfi melakukan serangkaian pertemuan dengan kepala OPD untuk memetakan permasalahan koordinasi.
  • 7 Juli 2026 – Rapat koordinasi awal menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan komunikasi antar instansi.
  • 10 Juli 2026 – Alfi menyampaikan ajakan publik untuk memperkuat sinergi dalam pernyataan pers di Balai Kota Among Tani.
  • 12 Juli 2026 – Diskusi dengan perwakilan media untuk membahas peran strategis mereka sebagai mitra pemerintah.

Penutup: Semangat ‘SAE’ untuk Kota Batu yang Lebih Baik

Di akhir pernyataannya, Alfi menegaskan, “Kita meminta diri, berikan yang terbaik, masukan yang terbaik kepada kita semuanya, dan mari kita bersama-sama membangun Kota Batu ke depannya menjadi lebih baik, lebih SAE lagi.” Kata ‘SAE’ dalam bahasa Jawa berarti ‘baik’ atau ‘indah’, mencerminkan cita-cita mewujudkan Kota Batu yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga harmonis dalam tata kelola. Seruan ini menjadi penanda awal era baru birokrasi Kota Batu yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik. Dengan sinergi yang kuat, bukan tidak mungkin Kota Batu akan semakin bersinar sebagai destinasi wisata kelas dunia sekaligus contoh tata kelola pemerintahan yang partisipatif.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *